Cetak Rekor, Wahdah Islamiyah Jadi Ormas Pertama yang Gelar Sertifikasi Dai Massal Bersama MUI Pusat

- Penulis Berita

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pilarindonesia.com – Ormas Islam Wahdah Islamiyah mengukir sejarah baru dalam penguatan kualitas dakwah di Tanah Air. Bertempat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Wahdah Islamiyah resmi menjadi organisasi masyarakat (ormas) Islam pertama di Indonesia yang menyelenggarakan kegiatan standarisasi dan sertifikasi dai secara berjemaah dalam skala besar bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (24/8/2026) ini diikuti oleh 600 peserta dai dan daiyah dari berbagai daerah. Momentum ini dinilai sebagai langkah strategis dalam melahirkan opinion leader dakwah yang berwawasan moderat (wasathiyah) serta mampu merekatkan ukhuwah Islamiyah.

Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, Ph.D., mengapresiasi tinggi inisiatif dan komitmen Wahdah Islamiyah dalam membina para pendakwahnya sesuai standar keulamaan nasional.

“Wahdah Islamiyah adalah ormas Islam pertama yang melakukan kegiatan standarisasi dai secara berjemaah dengan total 600 peserta di MUI Pusat. Ini rekor dan langkah monumental bagi pergerakan dakwah kita,” tegas KH Cholil Nafis di hadapan ratusan peserta.

Inisiatif standarisasi ini dinilai penting untuk menjaga marwah profesi dai agar tetap berada pada koridor keilmuan agama yang mendalam, beretika, serta terhindar dari komersialisasi belaka.

“Jangan sampai profesi yang mulia ini diambil oleh orang yang hanya mengambil aspek bisnisnya saja, tetapi tidak mau mendalami ilmu agama yang sebenarnya. Dai ini harus punya fungsi memandu opini masyarakat dengan ajaran Islam yang wasathiyah (moderat),” ujar Kiai Cholil.

Dalam pengarahannya, Kiai Cholil juga berpesan agar para alumni sertifikasi ini senantiasa menjadi perekat persatuan dan tidak terjebak dalam perdebatan khilafiyah (perbedaan fikih) yang dapat memecah belah persatuan. Menurutnya, menjaga ukhuwah Islamiyah adalah kewajiban utama yang tidak boleh terabaikan oleh amalan yang bersifat sunnah.

“Nama Wahdah itu bukan nama kaleng-kaleng, kita harus jaga persatuan. Jangan sampai perkara yang sunnah mengalahkan yang wajib. Menjaga ukhuwah itu wajib. Kalau kita mudah dipecah belah, kita tidak bisa menjadi kekuatan yang utuh,” imbuhnya.

Lebih lanjut, MUI memuji kontribusi spesifik Wahdah Islamiyah yang dinilai melengkapi barisan ormas-ormas Islam Indonesia lainnya. Jika Muhammadiyah unggul di sektor amal usaha dan Nahdlatul Ulama (NU) berakar kuat pada tradisi pesantren, Wahdah Islamiyah dinilai memiliki keunggulan dalam mengenalkan ajaran Islam hingga ke pelosok daerah yang minim tersentuh dakwah.

“Di mana ada tempat yang masyarakatnya belum mengenal Islam dengan baik, di situ ada kader Wahdah yang hadir mengenalkan umat kepada agamanya. Ormas tidak boleh menjadi sekat, melainkan wadah untuk saling membanggakan dan menguatkan,” pungkasnya.

Melalui sertifikasi ini, 600 dai dan daiyah Wahdah Islamiyah diharapkan mampu tampil sebagai garda terdepan dalam membimbing umat, menyebarkan pemahaman Islam yang toleran dan dinamis, serta membentengi masyarakat dari ancaman perang pemikiran (ghazwul fikri) di era digital.

Kegiatan Sertifikasi Dai/Daiyah adalah merupakan rangkaian dari Muktamar V Wahdah Islamiyah yang sukses terlaksana di di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Kegiatan Sertifikasi ini diikuti oleh 600 peserta dari berbagai penjuru daerah.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Wahdah Islamiyah Beraqidah Ahlussunnah wal Jamaah yang Pertengahan, Apa Itu?
Myth vs Fact: Menjawab Mitos-Mitos Seputar Qurban di Masyarakat
After Kurban: Mempertahankan Semangat Pengorbanan di Luar Bulan Żulḥijjah
Hari Arafah Momentum Terbesar Pembebasan dari Api Neraka
Kampung Qur’an Makassar Komitmen Berantas Buta Huruf Qur’an
The Night Before Eid: Malam Takbiran, Waktunya Muhasabah Niat
The Real Sacrifice: Mengapa Qurban Itu Bukan Soal Daging, Tapi Soal Ketaatan
Is It Valid? Menguji Keabsahan Hewan Qurban Lewat Look-nya
Tag :

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:14

Menteri Koperasi Ajak Wahdah Islamiyah Membangun Kekuatan Ekonomi

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:09

Tamsil Linrung Tegaskan Pentingnya Sinergi Organisasi dan Pemerintah Pembangun Desa di Muktamar V Wahdah Islamiyah

Senin, 24 Agustus 2026 - 02:51

Hadiri Muktamar V Wahdah Islamiyah, Dirut PT PAL Ajak Ormas Islam Bangun Kekuatan Industri Nasional

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:30

Pasangan Suami Istri ini Naik Vespa dari Sulteng ke Jakarta Hadiri Muktamar V Wahdah Islamiyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:24

Mentan Amran di Muktamar V Wahdah Islamiyah: Indonesia Swasembada Pangan, Ekspor Beras Hingga ASEAN dan 10 Ribu Ton ke Palestina

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:16

Menko Zulhas di Muktamar V Wahdah Islamiyah Ungkap Arah Ekonomi Prabowo: Mulai MBG Hingga Kopdes, Koreksi Pasar Bebas Menuju Swasembada Pangan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:11

Hadiri Muktamar V, Fadli Zon: Pengukuhan 10 Ribu Guru Qur’an Wahdah Islamiyah Miliki Dimensi Kebudayaan Nasional

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:58

Menteri Agama: 60 Persen Umat Islam Indonesia Buta Huruf Alqur’an

Berita Terbaru