WINNER 2020, Menristek RI-Menteri Pendidikan Belanda Berkomitmen Mendukung Akses Penelitian

- Penulis Berita

Rabu, 25 November 2020 - 12:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan pembukaan WINNER 2020 yang berlangsung lewat daring, Selasa sore (24/11/2020).

Kegiatan pembukaan WINNER 2020 yang berlangsung lewat daring, Selasa sore (24/11/2020).

Jakarta, Pilarindonesia.com – Kegiatan The Week of Indonesia-Netherland Education and Research (WINNER) telah berlangsung sejak Selasa, 24 hingga Kamis, 26 November 2020, lewat daring.

Acara yang merupakan kolaborasi kalangan ilmuwan atau peneliti Indonesia-Belanda tersebut kali pertamanya diadakan, dan lembaga penyelenggara, masing-masing NOW, KNAW, NUFFIC NESO Indonesia, LIPI, ALMI serta Kedutaan Besar Belanda di Indonesia.

Dalam acara pembukaan Selasa sore kemarin waktu Indonesia, Menteri Riset dan Teknologi Indonesia (Menrsitek) yang juga selaku Kepala Koordinator Badan Riset dan Inovasi, Bambang Brodjonegoro, menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi dalam memperluas akses institusi pendidikan tinggi Indonesia ke penelitian Belanda, dan membuka peluang pendidikan serta kerjasama beasiswa.

Dia menjelaskan, WINNER 2020 adalah sebuah acara yang akan memberikan kesempatan untuk merefleksikan sejarah panjang kolaborasi Belanda-Indonesia, mengidentifikasi prioritas bersama, memperdalam hubungan antara kedua negara dan membentuk kolaborasi baru.

“Perlunya kolaborasi internasional menjadi prioritas untuk mempercepat kualitas perguruan tinggi Indonesia melalui kerjasama internasional terutama dengan Belanda,” tuturnya.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Ingrid van Engelshoven, juga menyampaikan komitmennya untuk memfasilitasi dan memperluas akses institusi pendidikan tinggi Belanda ke penelitian Indonesia dan peluang pendidikan serta kerjasama beasiswa.

Ingrid mengajak untuk belajar bersama, bertukar pikiran bersama agar Belanda dan Indonesia dapat menjadi pemenang.

“Perkembangan pesat di Indonesia sangat mengesankan, dan kami (Belanda) ingin menjadi bagian dari perkembangan ini,” tuturnya.

Dalam sesi tanya jawab yang berlangsung secara virtual, Bambang Brodjonegoro, merespons pertanyaan perihal kerjasama international dalam penelitian dan pendidikan.

Dia mengatakan, kerjasama dalam bidang tersebut tentu sangat penting untuk mengembangkan penelitan, pendidikan dan teknologi di Indonesia.

Apalagi saat ini, Bambang mengimbuhkan, universitas di Indonesia menduduki peringkat 296 di QS world, rangking universitas di dunia, hal ini bisa dikatakan cukup rendah di sisi Indonesia. Mengingat Indonesia merupakan peringkat ke-4 berkaitan dengan populasi, dan menduduki posisi ke 16 dalam GDP di perekonomian.

“Berkaitan dengan informasi tersebut, Indonesia membutuhkan untuk mempercepat peningkatan kualitas perguruan tinggi. Terutama dengan Belanda, universitas-universitas di Belanda cukup dikenal. Berdasarkan pengalaman saya ketika masih menjabat di Universitas Indonesia, melakukan kontak dengan universitas luar negeri (baik dengan pihak universitas dan professor) untuk menawarkan kerjasama penelitian, sangatlah mudah. Melalui acara ini diharapakan kerjasama penelitian Indonesia dengan Belanda dapat terus bertambah dan akan terus mendapatkan dukungan penuh dari kedua negara,” jelasnya.

Ingrid van Engelshoven juga menyampaikan tanggapan bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat berharga, dan Belanda sangat beruntung telah sering melakukan kerjasama, baik di ranah perguruan tinggi dan penelitian.

“Dapat di lihat bahwa perkembangan Indonesia sangat pesat dan dicapai dalam kurung waktu yang singkat. Bagi kami (Belanda), hal ini sangat mengesankan. Pentingnya kolaborasi internasional adalah untuk mempertahakan dan memajukan proses perkembangan ini menjadi lebih baik. Dibutuhkan sumber daya manusia yang terbaik dan fasilitas yang terbaik, kedua negara ini juga saling menghargai dalam hal perbedaan yang ada. Ini merupakan hal penting untuk terus menjaga kerjasama yang telah ada dan melakukan kerjasama baru,” terangnya.

Irfan

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Persatuan Ulama dan Umat Islam Dorong Presiden Prabowo Ambil Langkah Tegas Hentikan Kekejaman Israel di Palestina
Kuasai 3 Langkah ini, Indonesia Berpotensi Pimpin Pembebasan Baitul Maqdis Palestina
Dipolisikan Dugaan Penghasutan Isu Ijazah Palsu Jokowi, Rizal Fadillah Cs Siap Bertarung Secara Hukum
MUI Sulsel Ikut Serukan Jihad Melawan Penjajah Israel
MUI Dukung Fatwa Jihad Ulama Dunia Melawan Israel
Bahasa dan Sastra Daerah Sebagai Identitas Budaya: Seminar Bahasa UNM Taraf Nasional
Pertahankan Eksistensi Bahasa Ibu, Pemerhati Bahasa Mengadakan Seminar Nasional
Ditolak Ormas Islam Sulteng, Pengobatan Massal Peter Youngren Batal Digelar di Lapangan Terbuka

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09