Kuasai 3 Langkah ini, Indonesia Berpotensi Pimpin Pembebasan Baitul Maqdis Palestina

- Penulis Berita

Selasa, 6 Mei 2025 - 09:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof. Dr. Abdul Fattah Al-Uwaisi, saat membawakan materi di Saladin Camp, di Bogor.

Prof. Dr. Abdul Fattah Al-Uwaisi, saat membawakan materi di Saladin Camp, di Bogor.

Jakarta, Pilarindonesia.com – Pakar persoalan Baitul Maqdis Palestina, dan juga pengamat politik hubungan internasional, Prof. Dr. Abdul Fattah Al-Uwaisi, menyakini Indonesia bakal menjad pemimpin dalam agenda pembebasan Baitul Maqdis dari cengkraman penjajah Zionis Israel.

“Saya optimis dan haqqul yaqin bahwa Indonesia akan menjadi pemimpin persiapan ilmu dalam pembebasan Baitul Maqdis,” ujarnya dalam kegiatan bertema Saladin Camp, yang diadakan di Kampung Magfhirah, Bogor, pada sejak Jumat-Senin (2-5/5-2025).

Abdul Fattah mengatakan, sejarah telah memberikan road map nubuwah dalam pembebasan Baitul Maqdis, salah satunya dengan apa yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam dengan tiga langkah utama, yakni persiapan ilmu, persiapan politik dan persiapan militer.

Dia menyebutkan, lebih dari 100 tahun, umat Islam terlalaikan untuk memahami keilmuan tentang Baitul Maqdis. Padahal memahami ilmu tentang hal itu merupakan langkah utama untuk melakukan pembebasan.

“Penyakit yang diderita oleh umat ini sangat berat sehingga kita sulit dan telat dalam membebaskan Baitul Maqdis. Tiga penyakit tersebut adalah penjajahan akal, bencana keilmuan dan perbudakan pemikiran. Jika penyakit umat ini tak kunjung disembuhkan, maka sulit untuk melakukan pembebasan Baitul Maqdis,” terang Abdul Fattah.

Menurutnya, solusi dari masalah ini adalah dengan membaca dan keilmuan, sebagaimana ayat yang pertama Allah turunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam.

“Ilmu dan ma’rifah harus menjadi pemimpin dalam persiapan pembebasan Baitul Maqdis, karena dengan keilmuan akan membebaskan kaum muslimin dari perbudakan pemikiran dan penjajahan akal,” tutur Abdul Fattah.

Menurut Prof Abd al-Fattah bahwa berteriak saat orasi dan berdonasi saja tidak cukuk. Umat Islam perlu kuat dalam pemahaman tentang Baitul Maqdis. Sebab, begitulah yang dilakukan oleh Rasulullah dalam menyiapkan para sahabatnya.

“Nabi Muhammaad membangun budaya Baitul Maqdis di Madinah dengan memperkenalkan istilah Baitul Maqdis sebagai Pondasi dasar dan benih pertama, membangun visi dan harapan atau optimisme besar pembebasan baitul maqdis (istilah ini menjadi langkah sentral dan akar kelimuwan dalam pembebasan Baitul Maqdis), menyebarkan optimisme pembebasan baitul maqdis baik dalam waktu dekat atau jangka panjang di masa akan dating,” tambahnya.

Selain itu, Abdullah Fattah juga menguraikan secara rinci teori Barakah Circle Theory atau keberkahan Baitul Maqdis sebagai hasil penelitiannya selama 30 tahun, dan juga teori keamanan yang didapatkan dari Al ‘Uhdah Al-‘Umariyah.

“Keberkahan yang didapaktkan oleh rakyat Indonesia adalah pusat berkahnya dari Baitul Maqdis. Seakan-akan berkah itu berupa gelombang yang memancar dari Masjid al-Aqsa dan membentuk lingkaran-lingkaran hingga menyebar secara luas tanpa batas,” ungkapnya.

Kegiatan ini digelar atas kolaborasi oleh Saladin Comunity, Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU), Al-Fahmu Institute, Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dilaksanakan di dua tempat, di Bogor, Jawa Barat, 26 April-2 Mei 2025, dan Training Center UMJ, 3-5 Mei 2025.

Kegiatan itu diharapkan dapat membangun semangat dan kesadaran di kalangan generasi muda tentang pentingnya peran mereka dalam pembebasan Baitul Maqdis.

Facebook Comments Box

Sumber Berita : Muh. Akbar

Berita Terkait

Sudah 2 Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Pencarian Terkendala Cuaca dan Medan yang Ekstrem
Kementerian Keimigrasian dan Permasyarakatan Serahkan Dokumen Legalitas dan Kartu Izin Tinggal Terbatas kepada RFNs di Sulawesi Utara
Al-Fikri Peduli Salurkan Bantuan ke Korban Banjir dan Longsor hingga Pelosok Terisolir di Aceh Tamiang
Darul Aman Peduli Antar Amanah Kemanusiaan ke Aceh Tamiang, Bantuan Disalurkan ke Wilayah Terisolir
Menarik! Haircut SedeKahf Makassar Bantu Sumatera: Potong Gaya, Beri Daya
Musyawarah Ulama dan Tokoh Umat Islam 2025 Digelar di Asrama Haji Sudiang Makassar Sabtu Hari ini
Musyawarah Ulama dan Tokoh Umat Sulsel Digelar di Asrama Haji Embarkasi Makassar Akhir Bulan ini
Amran Sulaiman: Mentalitas dan Karakter Wahdah Islamiyah Kuat

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 00:21

Alumni Pesantren Darul Aman Gombara Makassar Juara Tilawah dan Hafalan Qur’an Tingkat Perguruan Tinggi di Malaysia

Minggu, 25 Januari 2026 - 06:58

Yayasan Al-Munir Wahdah Islamiyah Gowa Gelar Training Kepenulisan Jurnalistik, Diikuti 10 Sekolah dan Pesantren

Rabu, 14 Januari 2026 - 01:20

Mahasiswa KKN Unhas Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan di Lapangan

Kamis, 20 November 2025 - 14:28

UNIMUDA Sorong dan UNS Bersinergi Angkat Daya Saing UMKM Papua Lewat Teknologi Water Cleaner

Senin, 10 November 2025 - 11:03

Santri Life Fair 2025 Ponpes Darul Aman Gombara Makassar Terlaksana Sukses dan Cukup Meriah

Jumat, 7 November 2025 - 06:56

Lewat Kosabangsa, UNIMUDA Sorong–Universitas Papua Perkuat UMKM Malagusa

Kamis, 23 Oktober 2025 - 13:41

Ribuan Santri Bakal Ramaikan SITARUPA se-Indonesia Timur di Gedung Manunggal Makassar

Rabu, 22 Oktober 2025 - 23:58

Rahmat Anzari, Alumni Ponpes Darul Arqam Ponre Resmi Raih Gelar Doktor di Unhas

Berita Terbaru