Gabungan Ilmuwan Indonesia-Belanda Berkolaborasi dalam WINNER 2020

- Penulis Berita

Kamis, 19 November 2020 - 08:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Media briefing secara virtual terkait rencana penyelenggaraan WINNER 2020 , Kamis 19 November 2020.

Media briefing secara virtual terkait rencana penyelenggaraan WINNER 2020 , Kamis 19 November 2020.

Jakarta, Pilarindonesia.comMasa pandemi COVID-19 adalah momentum penting untuk mengangkat isu tentang sains agar dapat memperkaya dalam proses pembuatan kebijakan dan mendorong perubahan perspektif pada masyarakat mengenai biodiversitas dan perubahan iklim.

Merespons isu tersebut, Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), bekerja sama dengan Akademi Seni dan Ilmu Pengetahuan Kerajaan Belanda (KNAW), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Nuffic Neso Indonesia, Nederlandse Organisatie voor Wetenschappelijk Onderzoek (NWO) atau Dewan Riset Belanda, dan Kedutaan Belanda, akan digelar The Week of Indonesia-Netherlands Education and Research (WINNER), pada 24-26 November 2020.

WINNER 2020 akan dihelat secara daring. Rangkaian acara itu berupa seminar, talkshow, workshop dan networking yang terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Peserta akan memperoleh e-certificate yang mendaftar sebelum 20 November 2020 melalui www.winner.or.id

Acara yang pertama kalinya diselenggarakan ini mengambil tema “Achieving the SDGs: from Knowledge to Practice”. Sebanyak 152 narasumber, yang terdiri dari menteri, profesor, dosen dan peneliti dari kedua negara, Indonesia-Belanda, akan turut berpatisipasi di WINNER 2020.

Melalui penyelenggaraan WINNER 2020, Kepala LIPI, Dr. Laksana Tri Handoko, menyatakan para peneliti LIPI telah memiliki kerjasama dan akan berkolaborasi dengan para peneliti di Belanda, khususnya di bidang hayati dan teknik.

“Ke depan, LIPI ingin memperkuat kolaborasi dengan Belanda yang berfokus pada big data. Hal ini terkait mulai dilaksanakannya program RIN (Repositori Ilmiah Nasional),” ujarnya dalam acara media briefing yang diselenggarakan secara virtual, Kamis 19 November 2020.

Laksana Tri Handoko menyampaikan, sejarah panjang kerja sama penelitian dan pendidikan antara Indonesia dan Belanda melalui Pekan Pendidikan dan Riset Indonesia-Belanda tersebut, diharapkan akan menjadi tanda bersejarah dalam kerja sama penelitian dan pendidikan antara kedua negara.

Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, menyampaikan rasa senangnya melihat banyak alumni Belanda yang ikut aktif dalam acara ini.

Dia menyebut, keterllibatan alumni Belanda dalam berbagai bidang, mulai dari green education sampai public heath, merupakan bukti nyata kontribusi mereka dalam riset dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, dan juga secara tidak langsung berkontribusi dalam percepatan pencapaian 17 tujuan pembangun berkelanjutan (SDGs).

Peter juga menambahkan, acara WINNER ini terbuka untuk umum. Bahkan pada hari kedua akan dibuka kesempatan kepada siapa saja untuk mempresentasikan hasil penelitian atau kegiatan pendidikannya kepada peserta WINNER di sesi networking.

“Melalui platform zoom, kami akan membuka 30 ruangan secara parallel (breakout rooms), dan siapa saja boleh reservasi ruangan ini untuk berekpresi ataupun membangun relasi. Seperti misalnya jaringan alumni Belanda dalam program Holland Alumni Connect akan membuka ruangan di sesi networking ini untuk alumni yang aktif membuat startup dan pengembangan komunitas (community development),” terang Peter.

Agenda WINNER 2020

Dalam pelaksanaan WINNER tersebut, Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Ingrid Katharina van Engelshoven, akan membuka kegiatan WINNER di hari pertama.

Selanjutnya akan hadir dua pembicara kunci, yakni Prof. Bernard Lucas Feringa dari University of Groningen, yang merupakan penerima Nobel di bidang kimia pada 2016, dan Prof. Daniel Murdiyaso dari IPB-Bogor, yang juga selaku ilmuwan utama di Center for International Forestry Research (CIFOR), yang akan membahas perubahan iklim.

WINNER dirancang untuk menjadi acara tahunan yang berulang, di mana peneliti, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan masyarakat dari Indonesia dan Belanda diundang untuk mempresentasikan hasil penelitian, membahas cara memperkuat kolaborasi dalam penelitian dan pendidikan, mengidentifikasi prioritas bersama, berbagi yang terbaik berlatih, dan membuat koneksi baru.

Tema menyeluruh untuk edisi pertama WINNER ini adalah “Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan-Dari Pengetahuan ke Praktik (Achieving the Sustainable Development Goals – From Knowledge to Practice”.

Hari kedua WINNER 2020, diberikan kesempatan kepada para akademisi, dosen, peneliti, mahasiswa dan profesional dari kedua negara untuk mempresentasikan hasil penelitian dan membahas bagaimana kolaborasi dalam penelitian dan pendidikan antara Indonesia dan Belanda. Targetnya adalah mencapai 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Adapun topik-topik aktual yang dibahas, meliputi keanekaragaman hayati, tata kelola perubahan iklim, energi terbarukan, urbanisasi dan perencanaan wilayah, kesehatan, pariwisata, identitas dan budaya serta kolaborasi penelitian dan pendidikan interdisipliner.

Sebagai penutup WINNER, akan digelar diskusi bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim, dengan tema “How to achieve effective public-private collaboration?

Indrawati/Irfan

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Persatuan Ulama dan Umat Islam Dorong Presiden Prabowo Ambil Langkah Tegas Hentikan Kekejaman Israel di Palestina
Kuasai 3 Langkah ini, Indonesia Berpotensi Pimpin Pembebasan Baitul Maqdis Palestina
Dipolisikan Dugaan Penghasutan Isu Ijazah Palsu Jokowi, Rizal Fadillah Cs Siap Bertarung Secara Hukum
MUI Sulsel Ikut Serukan Jihad Melawan Penjajah Israel
MUI Dukung Fatwa Jihad Ulama Dunia Melawan Israel
Bahasa dan Sastra Daerah Sebagai Identitas Budaya: Seminar Bahasa UNM Taraf Nasional
Pertahankan Eksistensi Bahasa Ibu, Pemerhati Bahasa Mengadakan Seminar Nasional
Ditolak Ormas Islam Sulteng, Pengobatan Massal Peter Youngren Batal Digelar di Lapangan Terbuka

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09