Aksi Bela Nabi Muhammad, Gabungan Ormas Islam Makassar Minta Dubes Prancis Diusir

- Penulis Berita

Senin, 2 November 2020 - 08:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan ormas Islam di Makassar memberikan keterangan kepada media di sela Aksi Bela Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam, di Kota Makassar, Senin (2/11/2020). Foto: Abu Faiz/Pilarindonesia.com

Pimpinan ormas Islam di Makassar memberikan keterangan kepada media di sela Aksi Bela Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam, di Kota Makassar, Senin (2/11/2020). Foto: Abu Faiz/Pilarindonesia.com

Makassar, Pilarindonesia.com – Gabungan ormas Islam menggelar Aksi Bela Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam di depan Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Senin (2/11/2020).

Mereka menyatakan mengecam tindakan penistaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam yang terjadi di Prancis yang didukung Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Gabungan aktivis ormas Islam berpose usai pelaksanaan Aksi Bela Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam di Makassar.

Dalam kegiatan yang mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian itu, silih berganti perwakilan pimpinan ormas Islam naik ke mobil ke komando berorasi. Juga diselingi dengan senandung nasyid dari da’i sekaligus qori cilik, Umar Al Faruq.

Muhammad Ikhwan Abdul Djalil, salah seorang pendemo yang juga selaku tokoh ormas di Makassar, meminta dengan tegas pemerintah Indonesia agar segera mengusir Duta Besar Prancis dan menutup kantor kedutaannya di Jakarta.
“Itu yang pantas dilakukan atas sikap arogansi dan diskriminatif Presiden Prancis,” ujarnya.
Menurut Ustaz Ikhwan, sapaan akrabnya, tindakan penistaan terhadap agama Islam dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam di Prancis sangat wajar membuat umat Islam seluruh dunia menjadi marah.
Olehnya, ia juga meminta agar kaum Muslim memboikot seluruh produk dari Prancis.
“Hanya upaya minimal ini yang bisa kita lakukan sebagai umat Islam yang mencintai Rasulullah. Kami juga meminta kepada seluruh kaum Muslim untuk mengikuti sunnah Rasulullah dan terus mempelajari sirah nabawiyah (kitab yang berisi kisah Nabi Muhammad Shallallahu ‘ailaihi wassalam dan para sahabat yang mulia). Serta, bagi siapa saja yang enggan membela Rasulullah, sebaiknya diam daripada menyampaikan statement yang hanya seakan mendukung tindakan salah dari Presiden Prancis itu,” tutur Ustaz Ikhwan.
Orasi KH Said Abd Shamad, Lc., dalam Aksi Bela Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam.

Adapun Ketua Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam (LPPI) Indonesia Timur, Kyai Haji Said Abd Shamad, menegaskan bahwa seharusnya tindakan penghinaan terhadap Rasulullah, justru lebih membuat umat Islam mencintai nabinya. “Di antara caranya dengan mengkaji Alqur’an dan menghidupkan sunnah Rasulullah dan shalat berjamaah di masjid,” tuturnya.

Juga turut hadir Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muslim Makassar, Abdullah Mahir atau Bang Doel, memberikan orasi yang berisi mengecam segala bentuk penistaan terhadap agama Islam, terutama yang kerap terjadi di Indonesia, tetapi seakan pelakunya kebal hukum lantaran hanya sedikit yang diproses. Bahkan penanganan hukumnya tidak jelas.
Peserta aksi yang terdiri dari para laskar Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pemburu Aliran Sesat (LPAS), Garda Pembela Ummat dan Bangsa (Garuda), Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), dan sejumlah kelompok ormas Islam lainnya itu meninggalkan lokasi aksi dengan tertib sebelum pelaksanaan shalat Dluhur waktu Kota Makassar.
Abu Faiz
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Persatuan Ulama dan Umat Islam Dorong Presiden Prabowo Ambil Langkah Tegas Hentikan Kekejaman Israel di Palestina
Kuasai 3 Langkah ini, Indonesia Berpotensi Pimpin Pembebasan Baitul Maqdis Palestina
Dipolisikan Dugaan Penghasutan Isu Ijazah Palsu Jokowi, Rizal Fadillah Cs Siap Bertarung Secara Hukum
MUI Sulsel Ikut Serukan Jihad Melawan Penjajah Israel
MUI Dukung Fatwa Jihad Ulama Dunia Melawan Israel
Bahasa dan Sastra Daerah Sebagai Identitas Budaya: Seminar Bahasa UNM Taraf Nasional
Pertahankan Eksistensi Bahasa Ibu, Pemerhati Bahasa Mengadakan Seminar Nasional
Ditolak Ormas Islam Sulteng, Pengobatan Massal Peter Youngren Batal Digelar di Lapangan Terbuka

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09