Panji Gumilang Tersangka, Ormas Islam Makassar Minta Ponpes Al Zaytun Ditutup

- Penulis Berita

Kamis, 3 Agustus 2023 - 03:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panji Gumilang

Panji Gumilang

Makassar, Pilarindonesia.com – Ormas Islam di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menyambut suka cita atas penetapan tersangka pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang.

“Alhamdulillah, langkah itu sudah benar. Panji Gumilang memang sudah sangat meresahkan masyarakat, terutama ummat Islam atas ajaran kesesatannya,” kata Ketua Umum Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan, Muchtar Daeng Lau, Kamis (3/8/2023).

Kendati demikian, dia meminta kepada kepolisian agar tidak hanya memproses Panji Gumilang, tetapi juga mencari tahu sosok yang selama ini melindunginya, sehingga terkesan kebal hukum dan sulit untuk dijerat.

“Karena aksi Panji Gumilang dengan mensyiarkan terus paham kesesatannya sudah sangat lama, tetapi kenapa baru sekarang bisa dijerat hukum? Patut dicurigai ada yang membekingi,” ujar Ustadz MDL, sapaan akrabnya.

Koordinator Aliansi Ummat Islam Sulsel, Ash Shiddiq Saleh, juga sangat berharap Panji Gumilang mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

Selain itu, dia meminta kepada pemerintah agar segera menutup Pondok Pesantren Al Zaytun.

“Setelah pimpinannya menjadi tersangka, kita berharap dan meminta kepada pemerintah agar segera menutup pondok pesantrennya,” tegas Shiddiq.

Panji Gumilang resmi ditetapkan sebagai tersangka dugaan penistaan agama, ujaran kebencian, dan penyebaran berita bohong oleh Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri pada Selasa, 1 Agustus 2023.  Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun itu juga telah ditahan sejak pukul 02.00 WIB, Rabu dini hari, 2 Agustus 2023.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Konflik Lahan Masjid di Bantabantaeng Tak Kunjung Tuntas, Mantan Pengurus Diancam Senjata Tajam
Praperadilankan Kapolri dan Densus, Pimpinan Pondok MAS dan RT dari Gowa Bersaksi
Polres Morowali Utara Klarifikasi Video Berantai Tersangka Jemi Mamma Kasus Dugaan Pencurian Sawit
Pihak Kapolri dan Densus 88 Tak Hadir, Hakim PN Jaksel Tunda Sidang Praperadilan Kasus Penangkapan Terduga Teroris dari Gowa
Kasus Penangkapan Terduga Teroris di Gowa, Kapolri dan Densus 88 Dipraperadilankan
Pendakwah Mualaf dari Poso Tersangka Dugaan Pencurian Sawit di Morut, Istri: Itu Lahan Milik Kami Sendiri
Ismar Syafruddin dan Tim Advokasi Bela Ulama Dampingi MAS, Terduga Teroris yang Ditangkap di Samata Gowa
Sebelum Ditangkap Densus 88, MAS Sebulan Lebih Tak Masuk Mengajar di Tahfiz

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09