Makassar, Pilarindonesia.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta agar memberikan sanksi berat kepada sejumlah oknum anggota kepolisian yang melakukan pengeroyokan kepada salah seorang kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Mamuju, Sulawesi Barat.

“Kami sampaikan dengan tegas kecaman kami kepada oknum kepolisian yang melakukan pengeroyokan kepada saudara kami di Sulbar. Hal ini kami lakukan bukan hanya sebagai bentuk solidaritas sesama kader HMI, tapi juga sebagai bentuk mempertahankan rasa aman dalam bermasyarakat,” kata Aidil, Kabid PTKP HMI Cabang Makassar Timur, Ahad, 5 Januari 2025.
Menurutnya, Mabes Polri harus mengambil langkah tegas, termasuk dengan memberikan sanksi berat kepada para pelaku, karena cukup marak kasus semacam itu telah terjadi, dan kepolisian tidak boleh menganggap remeh.
“Kami juga berharap kasus ini menjadi pemantik bagi Kapolri untuk menindak tegas pelaku serta menjadikannya sebagai bahan evaluasi kinerja. Karena kasus semacam ini sudah banyak terjadi, dan takutnya akan mengancam keamanan bermasyarakat dan mengancam integritas institusi kepolisian,” ujar Aidil.
Seorang kader HMI di Mamuju, Sulawesi Barat, dikeroyok sejumlah anggota polisi.
Kronologis kejadian bermula saat anggota HMI itu menegur dua orang anggota polisi, yakni Bripda SA dan Bripda IA, yang datang ke asrama putri Ikatan Pelajar Mahasiswa Mamuju Tengah (IPM-Mateng), pada Rabu (1/1/2025), sekitar pukul 07.30 WITA. Mereka mau menemui kekasih Bripda SA.
Kemudian, kedua polisi itu ditegur korban, sehingga terjadi cekcok berujung perkelahian. Kemudian, Bripda SA dan Bripda IA, memanggil rekan-rekannya dan mengeroyok korban.
Akibat peristiwa itu, kabarnya sejumlah polisi telah diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulbar. Tujuh orang dijatuhkan sanksi penempatan khusus (patsus).
Aidil juga meminta agar kepolisian transparan dalam penanganan kasus itu.
“Yang terpenting juga adalah kasus ini diselesaikan secara transparan, sehingga dapat menjaga kepercayaan masyarakat kepada instansi kepolisian dan menjaga integritas kepolisian,” pungkasnya.
