Umat Islam Parepare Bakal Pidanakan Pemalsu Dokumen Sekolah Kristen Gamaliel

- Penulis Berita

Selasa, 1 Oktober 2024 - 13:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pernyataan sikap Forum Umat Islam Parepare terkait pembangunan Sekolah Kristen Gamaliel di Kota Parepare.

Pernyataan sikap Forum Umat Islam Parepare terkait pembangunan Sekolah Kristen Gamaliel di Kota Parepare.

Parepare, Pilarindonesia.com – Umat Islam Parepare akan membawa ke ranah hukum persoalan Sekolah Kristen Gamaliel yang diduga sarat pemalsuan dokumen.

“Kami akan melakukan upaya hukum untuk menuntut pihak-pihak yang diduga melakukan maladministrasi yang tidak sesuai fakta, sehingga izin yang terbit diduga abal-abal,” demikian rilis dari Forum Masyarakat Muslim Parepare, Selasa, 1 Oktober 2024.

Dalam diskusi publik yang digelar Forum Masyarakat Muslim Parepare, di Cafe Alya, Jalan Mattirotasi, Kota Parepare, pada Sabtu (28/9/2024), pekan lalu, terungkap adanya dugaan kuat pemalsuan data, seperti luas lokasi yang dilaporkan 3000 meter per segi, padahal faktanya 6000 meter persegi. Kemudian, sebanyak 200 siswa yang dilaporkan, padahal faktanya 700 lebih, serta diduga melanggar prosedur perizinan kementerian terkait.

Fahri Nusantara, salah seorang pembicara dalam diskusi itu, secara tegas menolak pembangunan Sekolah Kristen Gamaliel di wilayah Kecamatan Soreang, Kota Parepare, karena di lokasi itu dihuni mayoritas Muslim.

Tuntutan Fahri itu didukung hampir seluruh peserta diskusi, termasuk puluhan warga dari Kecamatan Soreang.

Namun demikian, Fahri menyarankan agar Sekolah Kristen Gamaliel direlokasi ke suatu wilayah yang masih berada di wilayah Kota Parepare.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Konflik Lahan Masjid di Bantabantaeng Tak Kunjung Tuntas, Mantan Pengurus Diancam Senjata Tajam
Praperadilankan Kapolri dan Densus, Pimpinan Pondok MAS dan RT dari Gowa Bersaksi
Polres Morowali Utara Klarifikasi Video Berantai Tersangka Jemi Mamma Kasus Dugaan Pencurian Sawit
Pihak Kapolri dan Densus 88 Tak Hadir, Hakim PN Jaksel Tunda Sidang Praperadilan Kasus Penangkapan Terduga Teroris dari Gowa
Kasus Penangkapan Terduga Teroris di Gowa, Kapolri dan Densus 88 Dipraperadilankan
Pendakwah Mualaf dari Poso Tersangka Dugaan Pencurian Sawit di Morut, Istri: Itu Lahan Milik Kami Sendiri
Ismar Syafruddin dan Tim Advokasi Bela Ulama Dampingi MAS, Terduga Teroris yang Ditangkap di Samata Gowa
Sebelum Ditangkap Densus 88, MAS Sebulan Lebih Tak Masuk Mengajar di Tahfiz

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09