Aktivis Islam Makassar Bakar Foto Presiden dan Produk Berbau Prancis

- Penulis Berita

Jumat, 6 November 2020 - 09:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis ormas Islam di Makassar bakar foto Presiden Prancis, Emmanuel Macron, Jumat (6/11/2020). Dok. Pilarindonesia.com

Aktivis ormas Islam di Makassar bakar foto Presiden Prancis, Emmanuel Macron, Jumat (6/11/2020). Dok. Pilarindonesia.com

Makassar, Pilarindonesia.com – Usai menggelar aksi konvoi berkeliling di dalam Kota Makassar menyerukan kepada warga untuk memboikot produk yang berbau Prancis, di depan Markaz Daerah Laskar Tauhid Indonesia, Jalan Sungai Limboto, Kota Makassar, gabungan aktivis ormas Islam langsung beramai-ramai menginjak-injak foto Presiden Prancis, Emmanuel Macron, kemudian membakarnya bersama dengan sejumlah produk yang dianggap berbau Prancis, pada Jumat, 6 November 2020.

“Atas tindakan pembakaran ini, kami yang bertanggungjawab di dunia dan di akhirat sebagai bentuk kemarahan dan permusuhan kami kepada Presiden Prancis, Emmanuel Macron,” kata Panglima Laskar Tauhid Indonesia, Ustadz Abdul Rahman.

Dia menyampaikan bahwa Macron telah menabuh genderang perang kepada ummat Islam dengan melakukan penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam.

Abdul Samad, salah seorang orator, dari atas mobil komando saat berpawai keliling, menyerukan kepada seluruh ummat Islam di Kota Makassar agar tidak lagi membeli produk-produk yang berbau Prancis.

“Karena itu adalah produk syaitan, sehingga jangan ada yang beli jika tahu kalau produk itu merupakan dari Prancis atau minimal ada kerjasama dengan Prancis,” tegasnya.

Ketua Umum Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan, Ustadz Muchtar Dg Lau, menyatakan akan terus memantau perkembangan, dan apabila belum ada juga permintaan maaf dari Presiden Prancis kepada ummat Islam, maka seruan boikot produk dan ujaran permusuhan terhadap Prancis, akan terus dilakukan.

“Itu komitmen kami, sehingga Presiden Prancis harus segera mencabut pernyataannya yang terkesan menghina dan melecehkan Islam serta meminta maaf kepada seluruh ummat Islam di seluruh dunia,” tegas Ustadz Muchtar.

Irfan

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Persatuan Ulama dan Umat Islam Dorong Presiden Prabowo Ambil Langkah Tegas Hentikan Kekejaman Israel di Palestina
Kuasai 3 Langkah ini, Indonesia Berpotensi Pimpin Pembebasan Baitul Maqdis Palestina
Dipolisikan Dugaan Penghasutan Isu Ijazah Palsu Jokowi, Rizal Fadillah Cs Siap Bertarung Secara Hukum
MUI Sulsel Ikut Serukan Jihad Melawan Penjajah Israel
MUI Dukung Fatwa Jihad Ulama Dunia Melawan Israel
Bahasa dan Sastra Daerah Sebagai Identitas Budaya: Seminar Bahasa UNM Taraf Nasional
Pertahankan Eksistensi Bahasa Ibu, Pemerhati Bahasa Mengadakan Seminar Nasional
Ditolak Ormas Islam Sulteng, Pengobatan Massal Peter Youngren Batal Digelar di Lapangan Terbuka

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09