Gabungan Ormas Islam Berkonvoi Serukan Warga Makassar Boikot Produk Prancis

- Penulis Berita

Jumat, 6 November 2020 - 09:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi Bela Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam yang digelar gabungan ormas Islam di Kota Makassar, Jumat (6/11/2020). Dok. Pilarindonesia.com

Aksi Bela Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam yang digelar gabungan ormas Islam di Kota Makassar, Jumat (6/11/2020). Dok. Pilarindonesia.com

Makassar, Pilarindonesia.com – Gabungan ormas Islam menggelar aksi konvoi berkeliling di dalam Kota Makassar menyerukan kepada warga untuk memboikot produk yang berbau Prancis, pada Jumat, 6 November 2020.

Massa bergerak setelah melaksanakan shalat Jumat berjamaah di Masjid Al Markaz Al Islami, Jalan Masjid Raya, kemudian pawai kendaraan menuju ke kantor Gubernur Sulawesi Selatan, di Jalan Urip Sumorharjo.

Aksi konvoi gabungan ormas Islam di Kota Makassar dalam rangka mengecam tindakan penghinaan terhadap Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam di Prancis, Jumat (6/11/2020).

Berorasi dan menyampaikan aspirasi sejenak kepada perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, iring-iringan ratusan kendaraan roda dua dan roda empat itu melewati sejumlah jalur utama, seperti Jalan AP Pettarani, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Penghibur, Jalan Nusantara, Jalan Sulawesi, Jalan Ahmad Yani dan berakhir di Jalan Sungai Limboto.

Sebanyak enam poin pernyataan yang menjadi tuntutan gabungan ormas yang dibawahi Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB)S Sulawesi Selatan itu.

Dalam pembacaan pernyataan sikapnya, Ketua Umum FUIB Sulawesi Selatan, Ustadz Muchtar Dg Lau, menyerukan kepada seluruh kaum Muslimin untuk memboikot semua produk Prancis sebagai bentuk perlawanan dan permusuhan terhadap Presiden Prancis, Emmanuel Macron, atas tindakan penghinaan terhadap agama Islam dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam.

“Kami juga mendesak kepada pemerintah Indonesia untuk segera memulangkan Duta Besar Prancis dan menutup kantor Kedutaan Prancis di Indonesia,” katanya dari atas mobil komando.

Selain itu, Ustadz Muchtar, yang didampingi Sekretaris FUIB Ustadz Andi Hidayatullah Lukman, dan Panglima Laskar Tauhid Indonesia, Ustadz Abdul Rahman dan Ustadz Abdul Samad selaku orator, juga meminta pemerintah Prancis agar segera membuka masjid-masjid yang telah ditutup, serta menyampaikan kepada segenap ummat Islam untuk semakin meningkatkan semangat pengkajian Sirah Nabawiah atau kitab-kitab yang berkisah tentang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam dan para sahabat yang mulia.

“Kami juga menyerukan kepada semua pihak untuk tetap menjaga kerukunan antara ummat beragama dan menghindari narasi dan perilaku provokatif yang dapat memicu dampak yang tak diinginkan. Apalagi yang terkait dengan simbol agama, terutama secara khusus baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam,” tegas Ustadz Mukhtar.

Ormas Islam yang tergabung dalam Aksi Bela Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam tersebut, selain FUIB Sulsel, juga Laskar Tauhid Indonesia, Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), Garda Pembela Ummat dan Bangsa (Garuda) dan Brigade Muslim Indonesia (BMI).

Berita terkait

Aktivis Islam Makassar Bakar Foto Presiden dan Produk Berbau Prancis

Nabi Muhammad Dihina, Wahdah Islamiyah Serukan Pemboikotan Produk Prancis

Minimarket 212 Mart di Makassar Sudah Memboikot Produk Prancis

Irfan

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Persatuan Ulama dan Umat Islam Dorong Presiden Prabowo Ambil Langkah Tegas Hentikan Kekejaman Israel di Palestina
Kuasai 3 Langkah ini, Indonesia Berpotensi Pimpin Pembebasan Baitul Maqdis Palestina
Dipolisikan Dugaan Penghasutan Isu Ijazah Palsu Jokowi, Rizal Fadillah Cs Siap Bertarung Secara Hukum
MUI Sulsel Ikut Serukan Jihad Melawan Penjajah Israel
MUI Dukung Fatwa Jihad Ulama Dunia Melawan Israel
Bahasa dan Sastra Daerah Sebagai Identitas Budaya: Seminar Bahasa UNM Taraf Nasional
Pertahankan Eksistensi Bahasa Ibu, Pemerhati Bahasa Mengadakan Seminar Nasional
Ditolak Ormas Islam Sulteng, Pengobatan Massal Peter Youngren Batal Digelar di Lapangan Terbuka

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09