Relawan Wahdah Berjalan Kaki 15 Km dan Seberangi Sungai Jangkau Pengungsi di Majene

- Penulis Berita

Sabtu, 23 Januari 2021 - 23:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majene, Pilarindonesia.com – Akibat bencana gempa dan tanah longsor di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, sejumlah jalan terputus sehingga banyak daerah terisolir.

Bantuan untuk daerah terisolir terpaksa disalurkan dengan cara cukup berat.

Seperti yang dilakukan relawan kemanusiaan Wahdah Islamiyah, mereka menggunakan sepeda motor dengan mengikatkan karung berisi paket sembako menuju Desa Popenga, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, pada Sabtu (24/1/2021). Untuk menjangkau lokasi itu, relawan terlebih dahulu harus menyeberangi sungai kecil.

“Jalannya masih belum dikerja. Susah dijangkau, karena banyak sekali batu-batunya,” kata Abu Hanifa, ketua regu relawan yang membawa logistik ke wilayah tersebut.

Aksi ini sudah terbilang mudah dibanding sebelumnya yang ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 15 kilometer.

Abu Hanifa mengatakan, desa itu salah satu yang terdampak gempa. Akses jalan yang biasa dilalui menuju Kota Majene, tidak bisa ditembus karena mengalami kerusakan cukup parah. Desa itu berada di perbatasan antara Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Majene.

Ia menjelaskan, tim mengirim beberapa motor untuk mendistribusikan bantuan sejak pagi dan diperkirakan akan sampai setelah shalat Magrib. Tak hanya melewati bekas tanah longsor yang porak poranda, relawan juga harus menyusuri bantaran sungai yang cukup dalam.

Untuk wilayah Kecamatan Ulumanda, terdapat enam desa yang masih terisolir, masing-masing Desa Sambabo, Desa Kabiraan, Desa Tande Allo, Desa Ulumanda, Desa Popenga dan Desa Panggalo.

Informasi yang diperoleh dari koordinator tim relawan di lokasi, relawan yang sudah menembus sejumlah desa terisolir mengaku sudah berkoordinasi dengan warga. Sebagian warga juga ikut membantu turun ke jalan poros dengan mengerahkan sejumlah angkutan seadanya.

Untuk akses darat menuju Desa Ulamanda, Kecamatan Ulumanda, berjarak 68 kilometer dari Mako Lanal Mamuju, dan membutuhkan waktu hingga empat jam.

Sedangkan akses darat menuju Desa Panggalo yang berjarak 51 kilometer, membutuhkan waktu hampir lima jam.

Posko Induk terdekat dari Desa Ulumanda, berada di Kantor Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene.

Laporan: Zulkifli, relawan Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Achmad Faiz Wakili Ponpes Modern Kurir Langit Barru Ikuti Pertandingan Panahan Tradisional SMP-SMA se-Sulsel di Makassar
Persatuan Ulama dan Umat Islam Dorong Presiden Prabowo Ambil Langkah Tegas Hentikan Kekejaman Israel di Palestina
Kuasai 3 Langkah ini, Indonesia Berpotensi Pimpin Pembebasan Baitul Maqdis Palestina
Dipolisikan Dugaan Penghasutan Isu Ijazah Palsu Jokowi, Rizal Fadillah Cs Siap Bertarung Secara Hukum
MUI Sulsel Ikut Serukan Jihad Melawan Penjajah Israel
MUI Dukung Fatwa Jihad Ulama Dunia Melawan Israel
Bahasa dan Sastra Daerah Sebagai Identitas Budaya: Seminar Bahasa UNM Taraf Nasional
Pertahankan Eksistensi Bahasa Ibu, Pemerhati Bahasa Mengadakan Seminar Nasional

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09