Jakarta, Pilarindonesia.com – Sejumlah petisi muncul di laman www.change.org yang meminta Presiden Prabowo Subianto agar segera mencopot Gus Miftah dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden.

Di antaranya adalah petisi yang dibuat Dika Prakasa. Hingga Kamis pagi tadi, 5 Desember 2024, sudah 9.252 yang telah menandatangani petisi itu.
Alasan Dika membuat petisi, atas perkataan tidak pantas yang dilontarkan Gus Miftah kepada Sunhaji, seorang penjual es teh asal Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, di sebuah pengajian.
Dalam video yang beredar dan kemudian viral, tampak seorang penjual es teh ditertawakan oleh semua orang yang ada di acara tersebut ketika Gus Miftah melontarkan kalimat “yo kono didol, goblok“, dalam bahasa Indonesia yang artinya; ya, sana, dijual goblok”.
“Atas dasar peristiwa ini, saya membuat petisi agar teman-teman yang melihat petisi ini mau meluangkan waktunya untuk memberikan tanda tangan agar bapak Prabowo Subianto mempertimbangkan kembali jabatan yang diberikan ke Gus Miftah,” tulis Dika dalam pengantar petisinya.
Dia menyebutkan, dalam pidato Presiden Prabowo, sangat jelas bahwa Presiden sangat menghormati dan menghargai mereka yang bekerja sebagai pedagang, tukang bakso, nelayan, dan pekerja di lapisan masyarakat menengah lainnya. Mereka yang bekerja dan menghasilkan uang secara halal.
“Tapi sekarang, salah satu utusan bapak memberikan contoh sebaliknya. Jika ini terus dibiarkan, secara tidak langsung pemerintahan yang bapak pimpin ikut tercoreng. Apa yang dilakukan oleh Gus Miftah adalah gambaran karakter beliau, karena hal seperti ini sudah terjadi beberapa kali. Untuk itu, agar jajaran bapak sejalan dengan bapak, segara copot Gus Miftah!” tegas Dika.
Selain petisi yang dibuat Dika, setidaknya terdapat enam petisi lainnya dengan aspirasi yang sama terdapat di situs change.org itu. Namun, petisi yang dibuat Dika tersebut mendapat banyak pendukung berupa tanda tangan dukungan.
