Makassar, Pilarindonesia.com – Tindakan kekerasan yang terus menerus dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan, salah satu lembaga keormasan di Kota Makassar, menyatakan mengutuk dan mengecam keras segala bentuk teror dilakukan KKB.
“Apa yang KKB Papua lakukan ini adalah sebuah tindakan brutal yang terus menebar teror dengan tujuan merongrong negara,” kata Hanif Muslim, salah seorang aktivis BMI Sulsel, melalui keterangannya, Senin (19/4/2021).
Dia bahkan menyebut KKB Papua tidak ada bedanya dengan kelompok teroris lainnya seperti Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
Sehingga secara kelembagaan, BMI menyatakan mendukung pemerintah untuk menaikkan status KKB Papua menjadi kelompok teroris.
“Kami dari BMI sangat mendukung wacana redefinisi KKB di Papua, sehingga KKB dapat dikelompokkan sebagai organisasi terorisme. Wacana redefinisi itu mengacu pada Pasal 1 ayat 2 dalam UU nomor 5 tahun 2018 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme,” terang Hanif.
Dia menjelaskan, terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital strategis dengan motif ideologi politik atau gangguan keamanan.
KKB Papua baru-baru ini, selain menembak mati seorang guru, juga membakar bangunan sekolah. Selang beberapa hari, kembali dia menembak hingga tewas seorang pelajar SMA.