Makassar, Pilarindonesia.com – Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) kembali menugaskan sejumlah da’i untuk berdakwah di sejumlah wilayah pelosok di Sulawesi Selatan.

Alumnus STID M. Natsir Jakarta yang berjumlah 11 itu tiba di Kota Makassar, pada Jumat dini hari, pekan lalu. Dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, mereka langsung menuju ke kantor DDII Sulawesi Selatan, yang berada di lantai 2, Masjid Sultan Alauddin, Jalan Prof. Abdurrahman Basalamah.
Mereka pun ikut shalat Jumat berjamaah dan mendengar khutbah dan doa penguat langkah perjuangan dari Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar, KH. M. Said Abd Shamad, Lc.
Dilanjutkan pertemuan hangat dengan Ketua Dewan Da’wah Sulsel, Prof. Dr. H. Syahrir Mallongi, M.Si., dan ditutup dengan penandatanganan MoU bersama Dewan Da’wah Pusat dan Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Sulsel, sebuah tanda ikatan kokoh untuk melanjutkan estafet dakwah.
Mereka adalah bagian dari 225 da’i yang dilepas secara nasional di Gedung MPR RI, disaksikan Wakil Ketua MPR, Dr. Hidayat Nurwahid, dan Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung.
Dari Jakarta, langkah mereka kini menapaki 10 kabupaten di Sulawesi Selatan, meliputi Jeneponto, Pinrang, Enrekang, Toraja, Sinjai, hingga pelosok desa yang jarang tersentuh cahaya dakwah.
Pengutusan ini bukan hal baru. Lebih dari 50 tahun lalu, pendiri Dewan Da’wah, mendiang Mohammad Natsir, telah memulai tradisi mengirim para pemuda tamatan pesantren dan SMA ke desa-desa terpencil. Kini, tradisi itu hidup kembali dalam diri generasi muda yang siap mengorbankan waktu dan tenaga demi agama dan bangsa.
Dr. Askar Patahuddin, koordinator penjemputan, menyambut kedatangan mereka dengan penuh rasa haru.
“Mereka adalah utusan Allah, penerus risalah Nabi. Tugas kita adalah memuliakan dan mengayomi mereka. Kaki kita tak mungkin menginjak semua pelosok negeri, tetapi melalui doa, infaq, dan dukungan, kita ikut membangun iman dan ilmu di tanah jauh itu,” tuturnya.
Askar mengatakan, program para da’i itu sederhana, namun sangat agung, yakni mengajarkan Alqur’an, membimbing shalat, menanamkan ilmu dasar Islam, hingga merangkul jiwa-jiwa yang haus akan manisnya iman.
Kendati demikian, dia menyebutkan, gerakan dakwah itu memerlukan bahan bakar.Mari
“Olehnya, mari bersama Dewan Da’wah Sulawesi Selatan, dukung perjuangan mereka dengan infak terbaik melalui rekening ADI DD Sulsel (BSI: 1030818721). Sumbangan ini akan membantu pendidikan di Akademi Dakwah Indonesia, mencetak da’i yang tangguh, berilmu, dan siap menjaga negeri dengan cahaya Islam,” kata Askar.
“Di pundak mereka, amanah dakwah terletak. Di tangan kita, dukungan itu hidup. Mari bersama agar cahaya Islam tetap menyala hingga ke pelosok nusantara,” Askar menambahkan.

Sumber Berita : Abd Ghaffar Al Qurtuby