Pengaruh Campaign Net Zero Waste dalam Proses Pengelolaan Pendapatan Negara Versi BPDPKS

- Penulis Berita

Kamis, 24 Oktober 2024 - 10:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Essay by Maura Rahmah Tahta Naulia
Sumber foto: homecare24.id

Essay by Maura Rahmah Tahta Naulia Sumber foto: homecare24.id

Pilar Opini – Kekayaan alam menjadi aspek terbesar yang menopang kekuatan suatu negara yang dilapisi berbagai aspek seperti lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Proses perubahan lingkungan dan sosial yang kian tergerus dalam kurun lini masa satu dekade ini juga ikut menggerus lapisan lainnya. Perubahan terbesar yaitu menipisnya kekayaan alam yang dimiliki dunia sehingga menghasilkan banyak isu yang diikuti dengan black campaign serta point of view masyarakat yang timpang.

Indonesia merupakan negara agraris dengan kekayaan alam yang melimpah baik hayati dan non hayati. Salah satu produk hayati unggulan Indonesia yaitu minyak kelapa sawit. Minyak kelapa sawit merupakan sumber eksportir terbesar negara.

Menurut data Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dalam buku bertajuk “the myths vs facts” pada 2023, minyak kelapa sawit menjadi sumber pendapatan negara dari pajak ekspor dengan sumbangsi sebesar 139,2 triliun rupiah. Faktor yang mempengaruhi kondisi linear tersebut yaitu banyaknya produk turunan dari minyak kelapa sawit yang berguna di berbagai industri.

Minyak kelapa sawit kaya akan kandungan trigliserida dan karotenoid yang baik untuk tubuh. Kandungan trigliserida pada minyak kelapa sawit merupakan sumber energi bagi manusia selain karbohidrat. Kandungan karotenoid pada minyak kelapa sawit merupakan prekursor vitamin A yang lebih baik dari sumber nabati lain seperti wortel.

Kandungan vitamin dalam minyak kelapa sawit juga banyak digunakan dalam industri farmasi dan kosmetik. Minyak kelapa sawit bukan hanya di produksi sebagai guna pangan namun juga non pangan. pangan yang dihasilkan dari produk minyak elapa sawit, yaitu minyak goreng, minyak merah, margaring, shortening, cocoa butter, dan pengaplikasiaanya dalam produk pangan lain seperti cemilan.

Non-pangan yang disediakan berupa biodiesel dan produk biogas lainnya. Hasil produk derivatif dari minyak kelapa sawit beriringan dengan produktifitas penanaman minyak kelapa sawit dan rangkaian proses pasca panen lainnya yang menimbulkan kekhawatiran bagi lingkungan yaitu limbah hasil pengolahan minyak kelapa sawit berupa gas metana dan aroma yang tidak sedap.

Gas metana yang diperoleh dapat menyebabkan sesak nafas dan kerusakan lingkungan sehingga diperlukan penanganan sebagai langkah preventif untuk menanggulagi masalah tersebut. Gas metana yang dihasilkan dalam proses pengolahan pasca panen minyak kelapa sawit dapat diminimalisir dengan penggunaan methane capture technology.

Penggunaan teknologi ini dapat menurunkan jumlah gas metana yang mengontaminasi udara yang dapat memperburuk kondisi climate change. Penggunaan methane capture technology menjadi salah satu langkah dalam merealisasikan campaign net zero waste. Industri minyak kelapa sawit juga ikut berkontribusi dalam program Sustainable Development Goals (SDGs) pada 17 point yang saling berkesinambungan. Program SDGs memiliki 3 fokusan utama, yaitu mengenai lingkungan, sosial, dan ekonomi. Hal tersebut mengaminkan segala bentuk hulu ke hilir yang saling berkesinambungan sehingga mampu menopang ekonomi negara.

Segala bentuk kegiatan dan aktivitas pasca panen pada minyak kelapa sawit merupakan bentuk dukungan atas keberlanjutan atau sustainable, sebab kurangnya limbah yang dihasilkan kemudian dimodifikasi menjadi segala macam bentuk produk turunan menjadikannya salah satu komoditi yang banyak diminati. Komoditi sawit pun merupakan komoditi yang memberikan sumbangsi pendatan negara terbanyak karena produktivitas yang melimpah menyebabkan minyak kelapa sawit dapat di sebarluaskan di manca negara.

Tantangan dan masalah yang dihadapi diera industrial ini seyogyanya dihadapi dengan hal yang setara seperti penggunaan teknologi yang lebih canggih dan analisis masalah dengan baik dan logis sebab kemampuan beradaptasi dalam setiap dan dengan perubahan secara terus menerus adalah pilar keberhasilan dalam dunia ekonomi.

Penulis : Maura Rahmah Tahta Naulia, mahasiswa semester 9, Fakultas Pertanian, Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis
PT Super Tani Indonesia, Mitra Strategis Investasi Pertanian Nasional Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Karya Besar untuk Negeri, Pupuk Organik Plus Super Tani, Solusi Petani Cerdas
Skenario Netanyahu dalam Pembunuhan Ismail Haniyah
Heboh AJC di Indonesia
Opini: Tata Kelola dan Layanan Prima ala Bank Syariah
Opini: Urgensi Penyusunan Laporan Keuangan Rumah Ibadah Berstandar ISAK 35
Opini: Cerahnya Prospek Bisnis Digital di Era Kelesuan Pasar Tradisional

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09