Persatuan Ulama dan Umat Islam Dorong Presiden Prabowo Ambil Langkah Tegas Hentikan Kekejaman Israel di Palestina

- Penulis Berita

Minggu, 18 Mei 2025 - 13:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pilarindonesia.com – Ketua Umum Wahdah Islamiyah, KH. Muhammad Zaitun Rasmin, menyampaikan tentang pentingnya persatuan ulama dan umat Islam Indonesia mendorong Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas di level internasional dalam menghentikan genosida yang terus berlangsung di Palestina.

Hal ini disampaikan dalam pertemuan bertajuk Silaturahim Nasional Ulama Indonesia Bela Palestina yang diselenggarakan oleh Ikatan Ulama Muslimin Sedunia Indonesia di Jakarta, Sabtu sore.

Dalam pernyataannya, Ustadz Zaitun menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi Palestina, khususnya di Gaza, yang semakin memburuk akibat serangan masif dan blokade ketat pasca pembebasan sandera. Ia menggarisbawahi urgensi bagi Indonesia, sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar, untuk memainkan peran strategis dalam menghentikan genosida ini.

“Pembicaraan lintas ormas dan aktivis di Indonesia terus dilakukan untuk Palestina. Namun, kita ingin upaya menghentikan genosida ini lebih kuat lagi. Salah satu langkah konkret yang diharapkan adalah pertemuan langsung antara Presiden dengan tokoh-tokoh ormas Islam untuk membahas langkah-langkah strategis dalam persoalan ini,” tegasnya.

Dorong KTT Luar Biasa OKI

Ustadz Zaitun juga mengusulkan agar Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa, baik melalui kerangka Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) atau platform global lainnya, yang melibatkan negara-negara pendukung Palestina, termasuk Afrika Selatan dan Spanyol.

“Banyak negara non-OKI juga mendukung Palestina. Maka, jika Indonesia menginisiasi KTT ini, hal itu akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin dunia dalam membela hak-hak rakyat Palestina,” ujarnya.

Aksi Besar-besaran Bersama Presiden

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan dukungan global, Ustadz Zaitun mengusulkan aksi besar-besaran untuk Palestina yang melibatkan ulama, ormas, dan masyarakat, dengan kehadiran langsung Presiden. Menurutnya, aksi tersebut akan menjadi simbol kuat persatuan umat Islam Indonesia bersama pemerintah dalam mendukung penghentian genosida.

“Jika Presiden hadir dalam aksi tersebut, didampingi tokoh-tokoh nasional dan ulama lintas ormas, ini akan menunjukkan bahwa Indonesia bersatu dalam perjuangan ini,” ujarnya.

Ustadz Zaitun menginformasikan bahwa beberapa ormas Islam besar, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, telah menyepakati pentingnya langkah konkret dari pemerintah untuk memperkuat posisi Indonesia di forum internasional.

Menguatkan Solidaritas Umat

Pada akhir pertemuan, Ustadz Zaitun mengajak ulama dan masyarakat untuk menghadiri Aksi Bela Palestina yang akan diadakan di Monumen Nasional (Monas), Ahad (18/5) besok. Ia menyebut aksi tersebut sebagai langkah penting dalam mengokohkan solidaritas umat Islam Indonesia untuk Palestina.

“Upaya menghentikan genosida ini harus menjadi fokus kita bersama. Semua surat dari Gaza sangat memilukan, tetapi juga menunjukkan kekuatan mereka dalam menghadapi penderitaan,” katanya.

Ia juga mengusulkan agar ulama Indonesia memprakarsai kunjungan ke Suriah untuk menyalurkan bantuan secara langsung, dengan tetap memperhatikan langkah-langkah yang aman.

Pertemuan ini dihadiri oleh para ulama dari berbagai latar belakang ormas dan lembaga. Seluruh peserta sepakat untuk terus mendorong langkah konkret dari pemerintah Indonesia dalam membela Palestina di kancah internasional.

Facebook Comments Box

Editor : Irfan Jurnalis

Berita Terkait

Kuasai 3 Langkah ini, Indonesia Berpotensi Pimpin Pembebasan Baitul Maqdis Palestina
Dipolisikan Dugaan Penghasutan Isu Ijazah Palsu Jokowi, Rizal Fadillah Cs Siap Bertarung Secara Hukum
MUI Sulsel Ikut Serukan Jihad Melawan Penjajah Israel
MUI Dukung Fatwa Jihad Ulama Dunia Melawan Israel
Bahasa dan Sastra Daerah Sebagai Identitas Budaya: Seminar Bahasa UNM Taraf Nasional
Pertahankan Eksistensi Bahasa Ibu, Pemerhati Bahasa Mengadakan Seminar Nasional
Ditolak Ormas Islam Sulteng, Pengobatan Massal Peter Youngren Batal Digelar di Lapangan Terbuka
Muncul Petisi Minta Presiden Prabowo Copot Gus Miftah

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09