Abdul Qahhar Mudzakkar Diusulkan jadi Pahlawan Kemerdekaan

- Penulis Berita

Sabtu, 26 September 2020 - 07:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Putra mendiang Abdul Qahhar Mudzakkar, Aziz Qahhar Mudzakkar, saat berlangsung Webinar Nasional, pada Sabtu (19/9/2020). Foto: Istimewa

Putra mendiang Abdul Qahhar Mudzakkar, Aziz Qahhar Mudzakkar, saat berlangsung Webinar Nasional, pada Sabtu (19/9/2020). Foto: Istimewa

Makassar, Pilarindonesia.com – Baru-baru ini diadakan seminar online atau Webinar Nasional bertema “Potret Abdul Qahhar Mudzakkar Sebagai Pejuang Kemerdekaan”.

Dialog yang melibatkan sejumlah tokoh itu mengerucutkan perbincangan tentang pengusulan nama Qahhar Mudzakkar sebagai pahlawan kemerdekaan.

Budayawan Betawi, Ridwan Saidi, yang hadir menjadi salah satu pembicara, menyebut Qahhar Mudzakkar lebih layak disebut dan ditetapkan sebagai pahlawan kemerdekaan dari pada tudingan rezim Orde Lama sebagai pemberontak.

“Spirit patriotisme dan perjuangan Qahhar harus kembali ditulis dan dipelajari untuk menjadi teladan bangsa,” ujar sosok yang disapa Babe saat berlangsung Webiner Nasional pada Sabtu (19/9/2020), malam, pekan lalu.

Prof Dr Yusri Abadi, pembicara lainnya, justru menyebut Qahhar sebagai jihadis.

“Beliau berjuang bersungguh-sungguh hidup mati karena Allah. Tidak ada keinginan kekuasaan atau harta benda,” ujarnya.

Menurut Prof Yusri, keikhlasan Qahhar menegakkan kodrat ilahi itu pula membuatnya anti pada ideologi komunis PKI.

“Qahhar-lah yang menumpas Pemberontakan PKI Madiun, dan menjadi sebab PKI melakukan provokasi kepada Presiden Soekarno untuk menyingkirkan Qahhar,” urai Yusri.

Adapun Wakil Rektor UIN Jakarta Prof Dr A Faisal Bakti MA., dan komisioner KPI Pusat, DR Aswar Hasan, MSi., yang bertindak sebagai penanggap, hanya menguatkan data dari penjelasan yang sebelumnya telah disampaikan Ridwan Saidi dan Prof Yusri.

Saat membuka Webinar Nasional yang dimoderatori Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Bayan Hidayatullah Makassar, Irfan Yahya ST MSi., itu, Dr Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, putra mendiang Abdul Qahhar Mudzakkar, mewakili keluarga, mengungkapkan keinginan pihak keluarga untuk semakin intens mewacanakan dan mempublikasi catatan dan data sejarah tentang perjuangan dan pemikiran Qahhar.

“Insya Allah, pihak keluarga biologis maupun keluarga ideologis Qahhar, akan menerbitkan kembali buku-buku yang ditulis langsung oleh orangtua kami maupun buku putihnya,” kata Aziz, yang merupakan mantan anggota DPD RI itu.

Irfan

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Persatuan Ulama dan Umat Islam Dorong Presiden Prabowo Ambil Langkah Tegas Hentikan Kekejaman Israel di Palestina
Kuasai 3 Langkah ini, Indonesia Berpotensi Pimpin Pembebasan Baitul Maqdis Palestina
Dipolisikan Dugaan Penghasutan Isu Ijazah Palsu Jokowi, Rizal Fadillah Cs Siap Bertarung Secara Hukum
MUI Sulsel Ikut Serukan Jihad Melawan Penjajah Israel
MUI Dukung Fatwa Jihad Ulama Dunia Melawan Israel
Bahasa dan Sastra Daerah Sebagai Identitas Budaya: Seminar Bahasa UNM Taraf Nasional
Pertahankan Eksistensi Bahasa Ibu, Pemerhati Bahasa Mengadakan Seminar Nasional
Ditolak Ormas Islam Sulteng, Pengobatan Massal Peter Youngren Batal Digelar di Lapangan Terbuka

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09