Tips dari Dokter Agar Terhindar dari Covid-19 Varian Delta

- Penulis Berita

Senin, 26 Juli 2021 - 07:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dr Erlina Burhan menjadi pembicara dalam Webinar Muslimah Wahdah Islamiyah Pusat

dr Erlina Burhan menjadi pembicara dalam Webinar Muslimah Wahdah Islamiyah Pusat

Makassar, Pilarindonesia.com – Muslimah Wahdah Islamiyah Pusat bekerja sama dengan tim edukasi Covid-19 dan tim Dokter Muslimah Wahdah Islamiyah, menggelar webinar bertema “Meretas Covid-19 Varian Delta, Bagaimana Perilaku kita”, pada Ahad (25/7/2021).

Menghadirkan dokter spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi (Paru) RS Persahabatan Jakarta, dr Erlina Burhan, dan dokter spesialis gizi klinik, dr Karmila. Acara yang berlangsung lewat aplikasi Zoom itu diikuti sekitar 5000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam pemaparannya, dr Erlina menjelaskan empat sub-topik penting, yaitu mengenal Covid-19 varian delta, seberapa menular varian delta, gejala terinfeksi varian delta, dan apa risiko ke depan.

Menurutnya, varian delta tiga kali lebih cepat penularannya dari Covid 19.  “Kenapa virus bisa bermutasi? karena seperti anti bodi kita, juga bertahan dan memerangi virus. Virus juga makhluk yang tidak punya otak, rupanya juga bermutasi untuk bertahan hidup dalam tubuh kita, sehingga jika virus bisa bermutasi, maka hendaknya kita manusia yang memiliki bodi, pikiran dan otak harus juga bisa bermutasi pada gaya hidup baru yang lebih bersih, sehat dan lain-lain,” terangnya.

“Varian delta prokesnya masih sama dengan virus sebelumnya, wajib cuci tangan, wajib pakai masker, wajib jaga jarak aman 2 meter, hindari keramaian dan tetap di rumah. Dua poin terakhir boleh dilonggarkan jika terpaksa, namun tetap menjaga tiga poin pertama, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan,” jelas dr Erlina menambahkan.

Selain itu, dia menyarankan agar melakukan vaksinasi. Erlina menganggap vaksin sangat bermanfaat. Mengenai risiko seperti gumpalan darah yang terjadi di sebagian orang, dia menyebut akan mampu diatasi.

Kendati demikian, Erlina mengatakan, dengan melakukan vaksin, bukan jaminan bahwa seseorang tidak akan terpapar virus lagi. Namun gejalanya akan menjadi lebih ringan sehingga tidak begitu membutuhkan perawatan rumah sakit. Risiko kematian pun dianggapnya akan mampu berkurang.

Adapun dr Karmila menyampaikan, virus varian delta tidak memilih usia. Risiko dan gejala akan tetap sama menjangkau pada semua jenjang usia, baik anak-anak hingga usia tua. Terutama berisiko kematian pada orang yang memiliki komorbit (peyakit bawaan), sehingga meski memakai cadar tetap harus pakai masker.

“Menjaga pola makan, pola tidur, hindari stres, pilah-pilih informasi yang dibaca, rutinkan berjemur. Pukul 11.00 hingga pukul 13.00 adalah waktu yang baik untuk memperoleh vitamin D. Namun jika berisiko pada kulit bisa melakukannya di bawah jam tersebut,” sarannya.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

KKN-PK Bonto Salluang Sosialisasi “Generasi Cerdas, Tunda Pernikahan Dini Anak”
KKN-PK 67 Bonto Salluang Perkenalkan CERDIK: Cegah Rabies, Disiplin, Kenali Risiko
Hadapi Musim Pancaroba dan Krisis Iklim, Greenpress Tekankan Mitigasi Berbasis Ekosistem
WIZ Luncurkan Rumah Sehat Berdaya, Layanan Kesehatan Berbasis Alami Nabawi
Pesan Dokter Buat Ayah-Bunda yang Mondokin Anak di Pesantren
Sayur Gratis, WIZ Kolaborasi Masjid Darul Hikmah: Masjid Berdaya Umat Berjaya
Bakti Sosial WIZ Gerai Bulungan dan Komunitas Postel Peringati Hari Postel ke-79 di Tanjung Selor
Selamat, Prof Muhammad Asdar Pimpin ASPETRI Sulawesi Selatan

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09