
Turki, Pilarindonesia.com – Seorang pembawa berita TV di Turki dipecat dari posisinya setelah terlihat di depan kamera dengan cangkir Starbucks di mejanya.
Tindakan itu menimbulkan kontroversi di negara berpenduduk mayoritas Muslim tersebut. Betapa tidak, Starbucks, sebuah perusahaan kopi asal Amerika Serikat yang berkantor pusat di Seattle, Washington, itu dianggap memiliki afiliasi ke penjajah Zionis Israel.
Meltem Gunay (45), nama penyiar berita berpengalaman di media TGRT Haber itu, langsung diberhentikan. Pada Ahad (25/12/2023) lalu itu merupakan siaran terakhirnya.
Kepada New York Post, pada Sabtu, 30 Desember 2023, TGRT Haber mengungkapkan, Meltem Gunay dan direktur acaranya memang langsung dipecat setelah dia menyajikan berita dengan cangkir Starbucks terlihat di depannya selama siaran.
Dalam pernyataan yang diposting ke X dan dibagikan oleh Messenger News, TGRT Haber mengatakan Gunay dan direktur program telah melanggar batasan iklan yang ketat.
Perusahaan media yang berbasis di Istanbul itu, dalam pernyataan mengatakan, pihaknya memiliki pemahaman yang mengetahui kepekaan masyarakat Turki mengenai Gaza yang akan terus membela Palestina sampai akhir.
“Kami tidak menyetujui tindakan presenter dan direktur program yang kontrak kerjanya telah diputus tersebut, dan kami mengutuk keras hal tersebut,” lanjut pernyataan, yang didukung banyak pihak.
Berdasarkan pernyataan tersebut, pembawa acara dan direktur siaran berita tersebut diberhentikan karena alasan yang adil setelah mereka diketahui “bertindak bertentangan dengan prinsip perusahaan.