Putra Pimpinan Wilayah Garuda Sulsel Diduga Dikeroyok Sejumlah Oknum Polisi

- Penulis Berita

Selasa, 10 Oktober 2023 - 03:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Makassar, Pilarindonesia.com – MA (15), putra Pimpinan Wilayah Garda Pembela Ummat dan Bangsa (Garuda) Sulawesi Selatan, Muhammad Salehuddin Nur, diduga dikeroyok sejumlah oknum anggota polisi di Pos Polisi, Jembatan Layang (Fly Over), Jalan AP Pettarani-Urip Sumorharjo, Kota Makassar, sekitar pukul 20.00 WITA, pada Senin malam (9/10/2023).

Muhammad Salehuddin Nur mengaku telah melaporkan kasus itu ke pihak Polrestabes Makassar.

“Saya tidak terima putra saya dipukuli. Pelaku yang saya laporkan bernama Yasin bersama 10 orang temannya. Yasin itu diketahui putra saya lewat tulisan yang tertera di baju seragam polisi yang digunakan saat memukul putra saya,” kata Salehuddin kepada Pilarindonesia.com, Selasa (10/10/2023).

Beberapa jam setelah kejadian, Salehuddin segera membawa putranya untuk divisum di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Kemudian dia memasukkan laporan ke Polrestabes Makassar.

Dia menyampaikan kronologis kejadian. Saat itu, MA bersama dengan temannya berboncengan dari arah Jalan AP Pettarani menuju ke Jalan Urip Sumoharjo. Namun, karena keduanya tidak mengenakan helm, akhirnya kendaraan roda dua mereka dihentikan.

Salehuddin mengatakan, putranya telah mengaku salah karena telah melakukan pelanggaran. Namun, yang dia tidak habis pikir, karena putranya dituduh sebagai anggota geng motor, kemudian dibawa masuk ke toilet pos, lalu dipukuli secara bergantian oleh oknum anggota polisi .

“Anehnya, putra saya bersama temannya disuruh pergi begitu saja. Motor yang dipakai juga tidak ditahan,” terangnya.

Akibat penganiayaan itu, Salehuddin menyebut, putranya merasakan sakit di bagian rahang dan kepala dan bawaannya selalu pusing.

“Saya meminta para pelaku segera diadili, karena saya tidak terima perlakuan mereka yang telah menganiaya putra saya,” tegasnya.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Konflik Lahan Masjid di Bantabantaeng Tak Kunjung Tuntas, Mantan Pengurus Diancam Senjata Tajam
Praperadilankan Kapolri dan Densus, Pimpinan Pondok MAS dan RT dari Gowa Bersaksi
Polres Morowali Utara Klarifikasi Video Berantai Tersangka Jemi Mamma Kasus Dugaan Pencurian Sawit
Pihak Kapolri dan Densus 88 Tak Hadir, Hakim PN Jaksel Tunda Sidang Praperadilan Kasus Penangkapan Terduga Teroris dari Gowa
Kasus Penangkapan Terduga Teroris di Gowa, Kapolri dan Densus 88 Dipraperadilankan
Pendakwah Mualaf dari Poso Tersangka Dugaan Pencurian Sawit di Morut, Istri: Itu Lahan Milik Kami Sendiri
Ismar Syafruddin dan Tim Advokasi Bela Ulama Dampingi MAS, Terduga Teroris yang Ditangkap di Samata Gowa
Sebelum Ditangkap Densus 88, MAS Sebulan Lebih Tak Masuk Mengajar di Tahfiz

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09