Praperadilankan Kapolri dan Densus, Pimpinan Pondok MAS dan RT dari Gowa Bersaksi

- Penulis Berita

Jumat, 11 Juli 2025 - 23:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pilarindonesia.com – Sidang praperadilan yang diajukan kuasa hukum MAS (18), tersangka dalam kasus dugaan terorisme, kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat, 11 Juli 2025.

Sebelumnya, sidang pertama ditunda lantaran pihak Kapolri dan Kepala Densus 88 Anti Teror sebagai pihak termohon, tidak hadir.

Pada sidang yang berlangsung sejak Jumat siang hingga sore itu, pemohon menghadirkan saksi, yakni pimpinan pondok tahfiz tempat MAS mondok dan membina serta seorang RT dari lingkungan tempat tinggal MAS di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Kedua saksi tersebut menyampaikan kesaksiannya lewat video call. Gambar serta suara mereka didengar dan dilihat langsung oleh majelis hakim dan seluruh peserta di ruang sidang.

Ahmad Lutfi Abu Khaulah, pimpinan Rumah Hafidz Gratis, tempat MAS mondok kemudian menjadi pembina, mengaku mengenal MAS sejak pertama kali belajar Alqur’an di pesantrennya sejak SMP hingga SMA dan selesai.

Selama mondok, dia memastikan MAS sosok santri yang baik dan berprestasi.

“Ananda MAS ini adalah santri yang baik, cerdas dan telah memiliki hafalan lebih dari 20 juz, sehingga kemudian kami mengangkatnya menjadi salah satu pembina,” kata Lutfi kepada majelis hakim.

Dia juga menegaskan selama mondok MAS tidak pernah menunjukkan sikap dan tindakan yang ekstrim maupun yang radikal.

Senada dengan Daeng Lili selaku ketua RT di Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, yang juga memberikan kesaksian, bahwa MAS dikenalnya sebagai anak yang sopan, ramah serta mudah bergaul.

Koordinator Advokasi Tim Pembela Ulama, H. Ismar Syafruddin, SH., MA., yang menjadi pengacara MAS, mengatakan kesaksian dari pimpinan pondok dan pihak RT tersebut sudah sangat jelas bahwa MAS ini sangat jauh dari tuduhan sebagai teroris.

“Masak iyya, anak yang masih SMA, yang kehidupannya di dalam pondok sejak SMP, terus disebut memiliki jaringan kelompok teroris? Ini di luar nalar. Apalagi dia memiliki HP baru beberapa bulan, itu pun sesekali dia bermain HP,” terangnya.

Menurut Ismar, penggunaan Undang-Undang Terorisme dalam kasus MAS itu tidak tepat, karena MAS tidak ada bukti keterlibatan dia pernah berperang dengan kelompok teroris atau pun hendak melakukan tindakan terorisme.

“Adapun yang dianggap melakukan provokasi lewat WhatsApp atau media sosial, ya, sebaiknya gunakan Undang-Undang ITE, bukan Undang-Undang Terorisme,” tuturnya.

Persidangan lanjutan akan kembali digelar pada Senin, 14 Juli 2025, dengan agenda menghadirkan barang bukti dari pihak termohon, termasuk dengan menghadirkan saksi dan saksi ahli.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Konflik Lahan Masjid di Bantabantaeng Tak Kunjung Tuntas, Mantan Pengurus Diancam Senjata Tajam
Polres Morowali Utara Klarifikasi Video Berantai Tersangka Jemi Mamma Kasus Dugaan Pencurian Sawit
Pihak Kapolri dan Densus 88 Tak Hadir, Hakim PN Jaksel Tunda Sidang Praperadilan Kasus Penangkapan Terduga Teroris dari Gowa
Kasus Penangkapan Terduga Teroris di Gowa, Kapolri dan Densus 88 Dipraperadilankan
Pendakwah Mualaf dari Poso Tersangka Dugaan Pencurian Sawit di Morut, Istri: Itu Lahan Milik Kami Sendiri
Ismar Syafruddin dan Tim Advokasi Bela Ulama Dampingi MAS, Terduga Teroris yang Ditangkap di Samata Gowa
Sebelum Ditangkap Densus 88, MAS Sebulan Lebih Tak Masuk Mengajar di Tahfiz
Ummat Islam Sulteng Tolak Festival Persahabatan Peter Youngren
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09