Makassar, Pilarindonesia.com – Abdul Wahab Nasrul (65), nyaris menjadi korban pengeroyokan di sekitar rumahnya, di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Bantabantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, sekitar pukul 17.00 WITA, Kamis (17/7/2025).

Bahkan, sosok pensiunan itu diancam menggunakam senjata tajam oleh salah seorang terduga pelaku.
Abdul Wahab pun melaporkan tiga orang dalam kasus pidana itu, yakni berinisial AA, AB dan T.
“Saya sudah melaporkan ketiganya di kantor Polsek Rappocini. Semoga mereka segera diproses,” ujarnya kepada Pilarindonesia.com, Jumat, 18 Juli 2025.
Abdul Wahab mengatakan, awal mula kejadian berawal saat pengelola taman kanak-kanak menyampaikan tentang adanya timbunan pasir yang menghalangi akses jalan.
Akan tetapi, korban mengaku tak melakukan tindakan apa-apa, namun tiba-tiba muncul salah satu terduga pelaku AB, berteriak. Korban bertanya karena merasa dirinya diteriaki. Kemudian mengundang keributan, dan muncul juga terduga pelaku lainnya, AA.
Video cekcok antara beberapa warga yang masih bertetangga itu pun beredar di grup aplikasi percakapan WhatsApp.
Tampak terlapor AA memegang sebilah senjata tajam (Sajam). Sajam yang masih dalam sarungnya itu diacungkan disertai dengan kata-kata tak pantas kepada korban.
“Saya bersama dengan istri saya di dalam kejadian itu. Saya juga bertahan, dan menyatakan tidak takut,” kata Wahab.
Perseteruan Dua Kubu
Abdul Wahab Nasrul merupakan mantan sekretaris pengurus Masjid Sihatul Iman, di Jalan Wijaya Kusuma.
Menjabat sejak 2006 hingga 2019, dia mengaku paham betul tentang persoalan yang melibatkan dua kubu yayasan di Masjid Sihatul Iman.
Persoalan itu pun sudah menempuh jalur hukum, yang sampai hari ini masih menyisahkan perseteruan yang tak kunjung tuntas.
Abdul Wahab meyakini kejadian yang dialaminya masih erat kaitannya dengan persoalan yang melibatkan dua kubu yayasan itu.
“Saya dulu mengundurkan diri karena tidak mau terlibat dalam persoalan itiu, tetapi selalu memang saya yang termasuk dimusuhi,” bebernya.
