Makassar, Pilarindonesia.com – Ketua Karang Taruna Makassar, Muhammad Zulkifli, murka setelah mendapat kabar jika W Super Club kembali beoperasi, padahal sebelumnya usaha yang tak kantongi izin THM itu telah dilarang oleh berbagai pihak, termasuk tindakan penutupan yang dilakukan jajaran Polrestabes Makassar.

“Menyikapi kondisi ini, maka kami beranggapan bahwa seluruh manajemen dan tenaga kerja W Super Club secara terang-terangan memperlihatkan keinginannya untuk berhadapan dengan ummat Islam dengan cara tidak menghargai hari tasyrik,” ujarnya, Kamis, 20 Juni 2024.
Dalam sebuah postingan akun Instagram yang beredar di sejumlah grup aplikasi percakapan WhatsApp, tampak sebuah postingan video yang memperlihatkan suasana layaknya diskotik dengan pemandangan kerlap-kerlip lampu dan bertuliskan W Super Club.
Menurut Zulkifli, tindakan itu telah mempermalukan seluruh pemimpin yang ada di Sulsel dan menghina ummat Islam.
“Olehnya, kami meminta kepada Pj Gubernur Sulsel, Wali Kota Makassar dan aparat untuk melaksanakan tugasnya memberikan sanksi kepada manajemen W Super Club. Jika dalam waktu 2X24 jam tidak diberikan sanksi, maka kami akan segera melakukan konsolidasi untuk menurunkan anggota Karang Taruna se-Kota Makassar dan Brigade Muslim Indonesia untuk mengepung W Super Club,” tegas Zulkifli, yang juga selaku ketua Brigade Muslim Indonesia Sulsel.
Dia juga menyatakan akan berkoordinasi dengan ormas nasional untuk sama-sama mengepung gedung W Super Club.
“W Super Club telah sengaja mempermalukan seluruh pemimpin, ulama dan agama kami. Olehnya, kami akan berjuang walaupun kami akan mengalirkan darah-darah kami,” kata Zulkifli.