Diduga Terlantarkan Istri dan Bayinya, Warga Citta Diadukan ke Unit PPA Polres Soppeng

- Penulis Berita

Sabtu, 22 Juli 2023 - 01:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Soppeng, Pilarindonesia.com – Seorang warga Desa Labae, Kecamatan Citta, Kabupaten Soppeng, berinisial AS (18), diadukan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Soppeng dalam kasus dugaan penelantaran terhadap istri dan anak.

AS diadukan langsung oleh istrinya, RA (17). Laporan telah diterima penyidik Unit PPA Satuan Reskrim Polres Soppeng, pada Jumat kemarin.

“Saya sudah dimintai keterangan, dan semua persoalan selengkapnya sudah saya sampaikan ke penyidik,” kata RA, saat dihubungi, Sabtu (22/7/2023).

RA melapor didampingi orangtuanya dan petugas dari Unit PPA BKKBN Pemda Soppeng.

Sebelum memasukkan laporan, RA menghadap ke Unit PPA BKKBN Pemda Soppeng. Kemudian, Kepala Unit PPA BKKBN Soppeng, Andi Ispa, yang mengantar dan mendampingi langsung pelapor ke Polres Soppeng.

RA mengaku sejak beberapa bulan terakhir ini, ia tidak tinggal bersama suaminya.

RA menetap di kediaman orangtuanya di Kecce’e, Desa Kampiri, Kecamatan Citta, Kabupaten Soppeng, sedangkan AS tinggal di rumah orangtuanya di Data, Desa Labae.

RA juga menyampaikan, AS menelantarkan si buah hati hasil pernikahan mereka, terutama saat melahirkan putranya yang baru berumur sekitar 3 bulan. AS tidak memberikan biaya persalinan dan perawatan anaknya.

Yang membuat RA sangat kecewa dan juga kesal, karena pada saat bayinya akan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar, AS diharapkan datang memberikan dukungan, baik moral maupun moril, tetapi AS tak kunjung datang.

“Bayi saya, tentunya butuh biaya besar selama perawatan di rumah sakit. Kemudian, karena penyakit yang dialami cukup serius, sehingga butuh darah, dan golongan darah dari bapaknya yang diharap, tetapi dia tak kunjung datang,” jelas RA.

Kepala Dinas BKKBN Pemda Soppeng, Andi Husni, juga telah mendengar tentang kasus itu, dan pihaknya menyatakan siap melakukan pendampingan.

“Kami siap melakukan pendampingan,” ujarnya.

Sempat Dimediasi

Kasus dugaan penelantaran istri dan anak itu sempat di mediasi di kantor Desa Labae, yang difasilitasi langsung pihak Pemerintah Desa Labae, setelah diinstruksikan oleh Camat Citta, Andi Mustafah, SH.

Dari hasil mediasi itu, AS bersama dengan keluarganya sudah sempat berencana ke Kota Makassar untuk menjenguk istri dan bayinya sekaligus untuk mendonorkan darahnya, namun tiba-tiba dibatalkan.

Sebelum dimediasi, Pilarindonesia.com juga sempat menghubungi AS lewat sambungan telepon WhasApp untuk mengkonfimasi sekaligus menyampaikan kondisi bayinya, namun AS tak banyak bicara, dan sekadar mengiyakan saja.

Bayi Terancam Kebutaan

Sosok bayi mungil buah pernikahan RA dan AS sebentar lagi akan menjalani rawat inap di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Bayi itu mengalami kelainan di mata. “Kalau tidak segera ditangani, kata dokter, terancam mengalami kebutaan,” kata RA.

RA dan bayinya, saat ini bolak-balik dari Soppeng ke Kota Makassar. “Semoga Senin pekan ini sudah bisa ditindaki. Kemarin, sempat rawat inap, tapi kami kasih keluar lagi,” jelasnya.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Konflik Lahan Masjid di Bantabantaeng Tak Kunjung Tuntas, Mantan Pengurus Diancam Senjata Tajam
Praperadilankan Kapolri dan Densus, Pimpinan Pondok MAS dan RT dari Gowa Bersaksi
Polres Morowali Utara Klarifikasi Video Berantai Tersangka Jemi Mamma Kasus Dugaan Pencurian Sawit
Pihak Kapolri dan Densus 88 Tak Hadir, Hakim PN Jaksel Tunda Sidang Praperadilan Kasus Penangkapan Terduga Teroris dari Gowa
Kasus Penangkapan Terduga Teroris di Gowa, Kapolri dan Densus 88 Dipraperadilankan
Pendakwah Mualaf dari Poso Tersangka Dugaan Pencurian Sawit di Morut, Istri: Itu Lahan Milik Kami Sendiri
Ismar Syafruddin dan Tim Advokasi Bela Ulama Dampingi MAS, Terduga Teroris yang Ditangkap di Samata Gowa
Sebelum Ditangkap Densus 88, MAS Sebulan Lebih Tak Masuk Mengajar di Tahfiz

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09