Makassar, Pilarindonesia.com – Ketua Brigade Muslim (BMI) Sulawesi Selatan, Muhammad Zulkifli, meminta kepada pemerintah agar mencabut seluruh beasiswa mahasiswa Papua yang terindikasi mendukung kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM).

“Tutup semua Asrama Papua yang terindikasi sebagai tempat melakukan doktrinasi kepada mahasiswa untuk mendukung gerakan Papua merdeka. Negara tidak perlu takut dengan aksi teror mereka. Mereka wajib diperangi karena kita wajib menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya, terkonfirmasi Rabu, 3 April 2024.
Zulkifli juga menyatakan mendukung TNI dan Polri untuk memberantas kelompok teroris KKB di Papua, dan meminta kepada pemerintah untuk segera mengerahkan pasukan terbaik untuk membumihanguskan seluruh kelompok OPM dan pengikutnya di tanah Papua.
Ketua Karang Taruna Makassar itu juga mendesak aparat agar menangkap semua anggota KKB OPM, dalam kondisi hidup atau mati, termasuk Delvianus Kogoya alias Warinus Murib.
“Kami juga meminta kepada seluruh jaksa dan hakim untuk memberikan tuntutan dan vonis hukuman seberat mungkin kepada seluruh anggota KKB yang menjalani proses hukum,” tegas Zulkifli.
Dia mengaku sangat sepakat dengan penegakan HAM di Papua. Akan tetapi, kata Zulkifli, bukan berarti aparat harus tebang pilih, karena kelompok KKB OPM juga termasuk pelanggar HAM berat.
“Saat ini banyak adik-adik kita, anak Papua yang terprovokasi menyuarakan penegakan HAM pasca viralnya penganiayaan yang dialami oleh anggota KKB OPM Delvianus Kogoya. Menurut kami sah-sah saja mereka berteriak soal HAM, tetapi harusnya adik-adik ini adil dan tetap meminta supaya negara melakukan proses hukum kepada Egianus Kagoya. Mereka harus ingat orang itu (Egianus) adalah anggota KKB yang terlibat berbagai tindakan kekerasan di Papua, dan pantas untuk diberi hukuman yang seberat mungkin melalui proses hukum,” terangnya.
Zulkifli juga melayangkan protes karena aparat kepolisian di Papua justru membebaskan Egianus Kagoya, apakah karena polisi di Papua ini takut.
“Kalau takut, maka Kapolda Papua mending diganti saja. Kami juga protes keras kepada para manusia-manusia yang tidak memiliki nurani yang selalu mengatasnamakan dirinya pejuang HAM. Saat kelompok KKB terbunuh atau teraniaya, kalian teriak HAM. Sekarang kami ingin tanya; di mana suara kalian saat saudara-saudara kami, penduduk Papua dan pendatang, disiksa dengan cara sadis, saudara saudara kami ditelanjangi, diperkosa, dicincang dan dibunuh dengan cara biadab. Di mana suara kalian wahai manusia berhati iblis? Aksi menyuarakan HAM soal Delvianus Kogoya, ini tidak adil! Kami tidak ingin ketidakadilan ini terus berjalan hanya karena alasan HAM atau tekanan negara luar atau seakan hanya kelompok OPM yang dianggap manusia karena dinilai sedang berjuang untuk lepas dari NKRI. Kami ingin NKRI tetap utuh, dan kami ingin Indonesia bersih dari para perongrong negara,” tegas Zulkifli.