Jakarta, Pilarindonesia.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan mendukung program satu rumah satu pengusaha yang akan diluncurkan Wahdah Islamiyah pada pelaksanaan Muktamar ke-IV yang akan digelar 19-22 Desember 2021 mendatang.

“Wah bagus itu. One home one entrepreneur,” kata Sandi saat pertemuan dengan pengurus pusat dan panitia Muktamar Wahdah Islamiyah, Jumat lalu (10/12/2021).
Dia menyampaikan cukup banyak program di kementeriannya bisa disinergikan, termasuk ekonomi digital.
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu juga menyatakan kesediaannya untuk menjadi salah satu narasumber di Grand Opening Muktamar IV Wahdah Islamiyah yang diagendakan pada Ahad 19 Desember 2021.
Sekjen DPP Wahdah Islamiyah, Ustaz Syaibani Mujiono, dalam pertemuan tersebut, memaparkan berbagai program yang telah dijalankan oleh Wahdah dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial, ekonomi dan sejumlah program lainnya.
Sebelumnya, Sandi juga hadir dalam Tabligh Akbar Wahdah Islamiyah pada 19 September 2021 lalu. Di acara bertema “Energi Cinta untuk Indonesia” itu, Sandi menyampaikan apresiasinya terhadap Wahdah Islamiyah.
“Masa pandemi, jutaan masyarakat kehilangan pekerjaan, karena itulah kita harus bangkit dengan kebersamaan, dan dengan energi cinta itu dapat diwujudkan dengan membantu sesama,” tuturnya.
Sandi juga mengajak Wahdah Islamiyah dan elemen lainnya untuk bersama-sama memperbaiki keadaan setelah masa pandemi ini.
“Kita tingkatkan ukhuwah baik ukhuwah Islamiyah maupun ukhuwah wathoniyah. Mari kita selalu berikhitiar dan memperbanyak doa. Mari tumbuhkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, dan juga kecintaan kepada negeri,” ajak Sandi.
Grand Opening Muktamar ke-IV akan berlangsung semarak, dan diperkirakan akan dihadiri lebih dari seratus ribu peserta secara daring.
Acara yang akan dibuka oleh Wakil Presiden RI KH Maruf Amin itu, juga akan dihadiri 200 wisudawan hafiz Qur’an, dan 10 hafiz terbaik akan ditampilkan dalam pembukaan tersebut.
Wisudawan penghafal Alqur’an terebut merupakan hasil dari program Wahdah Islamiyah “Satu Rumah Satu Penghafal Al-Qur’an”. Program itu telah dijalankan secara nasional sejak 2010.
Di muktamar kali ini, Wahdah Islamiyah memilih cara online sepenuhnya. Kebijakan itu dipilih, kata Ketua Umum Wahdah Islamiyah, DR KH Muhammad Zaitun Rasmin, selain pertimbangan pandemi, juga dikarenakan sedang terjadi banyak bencana alam. Sehingga, sebagian dana muktamar akan dialihkan untuk korban bencana alam.