Meresahkan, Prof Hamid Habbe Minta Pelaku Pinjol Dipidanakan

- Penulis Berita

Minggu, 31 Oktober 2021 - 12:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof Hamid Habbe menjadi pembicara dalam webinar.

Prof Hamid Habbe menjadi pembicara dalam webinar.

Jakarta, Pilarindonesia.com — Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar yang juga Ketua Dewan Pengawas Keuangan Wahdah Islamiyah, Profesor Abdul Hamid Habbe, menyayangkan menjamurnya keberadaan pinjaman online (pinjol) ilegal yang saat ini sudah memakan banyak korban.

“Ternyata bukan hanya UMKM yang mencoba masuk ke dunia digital, lintah darat pun masuk ke dunia digital. Kalau dulu jaungkauannya ke desa-desa atau pasar-pasar, sekarang jangkauannya nasional,” kata Hamid dalam Webinar Nasional Seri ke-3 tentang Ekonomi Syariah yang digagas Wahdah Islamiyah, Ahad (31/10/2021).

Menurut Hamid, sama saja kedudukan dan status dari keberadaan praktik pinjaman tersebut, apakah dia online atau tidak online.

“Yang jelas kalau tidak syar’i akan ada unsur kezaliman, dan setidaknya kehilangan unsur ukhuwah sebagaimana prinsip ekonomi syariah,” jelasnya.

Oleh karena itu, Hamid mengajak semua pihak untuk berperan dalam mengatasi masalah ini.

“Pertama, kita harus berusaha memilimalisir keberadaan pinjol yang tidak syar’i apakah itu resmi maupun tidak resmi,” ujar Hamid dalam webinar berjudul ‘Menumbuhkan Ekonomi Bangsa dengan UMKM Syariah di Indonesia’ itu.

Kedua, lanjut Hamid, berupaya mengedukasi masyarakat untuk tidak berhubungan dengan pinjol.

“Walaupun ini sulit karena literasi masyarakat kita tentang perbankan belum merata, kemudian akses ke perbankan syariah atau lembaga non bank syariah itu tidak ada, sementara masyarakat terdesak keperluannya,” tuturnya.

“Rata-rata yang melakukan pinjaman online itu untuk kebutuhan konsumsi, bukan untuk modal usaha, ini yang menjadi problem,” tambah Hamid.

Menurutnya, gerakan menghadapi pinjol ini harus serempak dari berbagai pihak, khususnya dari pemerintah dan tokoh masyarakat.

“Kita sebagai da’i, sebagai edukator memiliki kewajiban mengedukasi masyarakat tentang bahaya pinjol ini, dan tentu filosofi pertarungan antara hak dan batil itu tetap dipakai. Kalau kita bertanya, kenapa kebatilan itu banyak, ya kerena kebenaran sedikit. Oleh sebab itu kebenaran harus terus disampaikan,” jelas Hamid.

Sebagai solusinya, kata dia, harus tersedia lembaga keungan syariah mikro untuk memfasilitasi masyarakat yang sedang membutuhkan.

“Dan pemerintah harus tegas melakukan pelarangan bahkan kalau bisa mempidanakan para pelaku pinjol ilegal tersebut,” tandas Hamid.

Dalam webinar tersebut, hadir pula narasumber lainnya yaitu Adiwarman Karim (Pakar Ekonomi Syariah dan Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia) Ustaz Muhammad Zaitun Rasmin (Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara jelang Muktamar IV Wahdah Islamiyah yang digelar pada Desember 2021 di Makassar, Sulawesi Selatan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jenius.net, Layanan Internet Murah yang Gratiskan Wifi untuk Masjid dan Rumah Penghafal Alqur’an
Forkomas Sulsel Launcing Produk Usaha, Solusi Konkret di Tengah Maraknya Boikot Produk Penjajah Israel
BSI Maslahat Makassar Mendukung Program Ponpes Qur’an Baitul Maqdis Gowa yang Dibawahi Yayasan Pendidikan Pelosok Indonesia
YEZI Luncurkan Sekolah Kepemimpinan Zakat di Makassar, Pertama di Indonesia
Ustadz Ije: Ayo Salurkan Qurban-ta di Darul Aman Gombara Makassar
Sequis Resmikan Kantor Pemasaran Baru di Makassar, Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan
Ciptakan Lingkungan yang Bersih, Pelindo Gelar Sosialisasi bagi PK5 di Pelabuhan Makassar
Transformasi Era Presiden Prabowo Subianto, Membangun Indonesia Maju

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09