MUI: Ajaran Puang Nene di Bone Menyimpang dari Aqidah Islam

- Penulis Berita

Senin, 27 Maret 2023 - 00:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang pimpinan ajaran Puang Nene di Bone tampak memimpin sebuah ritual. Foto: Istimewa

Seorang pimpinan ajaran Puang Nene di Bone tampak memimpin sebuah ritual. Foto: Istimewa

Bone, Pilarindonesia.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menyatakan kelompok Puang Nene atau Walinono menyimpang dari aqidah agama Islam.

Menurut Ketua MUI Kabupaten Bone, Prof. Dr. KH. Amir HM., mengatakan isu yang beredar itu belum benar adanya, terutama mengenai informasi jika kelompok itu tidak mewajibkan shalat lima waktu dan shalat Jumat, katanya.

“Tim kami di MUI Kecamatan Libureng sedang melakukan pendekatan. Menurut keterangan yang diperoleh dari pengikutnya mereka hanya melakukan kajian tarekat dan tasawuf di malam harinya,” katanya, pada Ahad (26/3/2023).

Al Mukarram Al Khaerat Segitiga Emas Sunda Nusantara adalah nama kelompok Puang Nene yang diisukan tidak mewajibkan shalat lima waktu dan Jumat.

Aliran ini bertempat di Dusun Pape, Desa Mattirowalie, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone.

Kyai Amir melanjutkan, persoalan tidak melakukan shalat Jumat. itu cuma isu yang tidak betul, karena sebagian pengikutnya tetap melaksanakan shalat Jumat.

”Mungkin ada sebagian masyarakat melihat mereka jarang shalat Jumat, padahal bisa jadi mereka shalat di masjid lain atau musafir, sehingga tidak sempat melaksanakan sholat Jumat, ” terangnya.

“Kami juga sedang melakukan pembinaan dengan mengirim dai kami dari MUI Kecamatan Libureng untuk khutbah Jumat dan berceramah selama bulan Ramadhan di masjid tempat mereka sholat,” tutur Kyai Amir.

Dia juga memastikan MUI Bone akan segera memberikan pembinaan terhadap Puang Nene dan pengikutnya yang diduga mempraktikkan ajaran sesat. Dalam waktu dekat MUI kabupaten juga akan menemui mereka.

“Jika ditemukan ada penyimpangan, misalnya tidak mewajibkan shalat lima waktu atau menganggap pemimpinnya Nabi, maka pasti kita anggap sesat. Namun, sejauh ini masih aman. Hanya menyimpang dari segi aqidah karena melakukan musyrik dengan melakukan ritual sesajian di sungai. Memang ada ajaran menyimpang yang mengarah pada penyembahan berhala,” jelas Kyai Amir.

“Persoalan syirik, saya kira masih banyak terjadi di mana-mana di masyarakat kita, sehingga tugas dai harus menyampaikan dakwah tentang tauhid. Tauhid menjadi perkara yang sulit. Bahkan sejak zaman dahulu, sehingga Nabi berkata; yang paling berat saya hadapi dari umatku adalah masalah kemusyrikan,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Polres Bone juga sedang mengusut aliran Puang Nene, yang disebut kelompok itu setiap bulan memberikan sesajen berupa makanan ke pinggir sungai di Desa Mattirowalie, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Nelayan Togeo Bone Konvoi Perahu Bela Palestina, Dihadiri UBN dan Wakil Ketua DPD RI
MUI, Legislator dan FUIB Sulsel Tolak Konser Honne di Makassar!!
UAS: Setiap Belanja Produk Israel akan Menjadi Peluru Pembantai Warga Palestina
Setop Genosida Gaza Menggema dalam Tiga Bahasa di Monas Jakarta
Ustaz Das’ad Latif Bersama Ribuan Massa di Monas Jakarta Serukan Boikot Produk Zionis Israel
Ayo, Ramaikan Aksi Selamatkan Palestina di Monas Jakarta Ahad Besok
H Ompo Tahir Apresiasi Pelaksanaan Dialog Tahfiz Gratis di Perumahan Ukhuwah UMI Makassar
Presiden Kurir Langit Indonesia Bersama Ulama dan Warga Sulsel Suarakan Pembebasan Palestina di Makassar

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09