Wajo, Pilarindonesia.com – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Wajo, Anregurutta DR. KH. Yunus Pasanreseng Andi Padi, M.Ag., memastikan pihaknya langsung menyikapi viralnya video acara musik yang berlatar belakang Masjid Agung Ummul Quraa, Sengkang, Kabupaten Wajo.

Atas kejadian itu, Kyai Yunus juga mengaku telah ditelepon langsung oleh Ketua Umum MUI Sulsel, Prof. Dr. KH. Najamuddin Abd. Safa, Lc., MA.
“Kami sudah rapat tadi malam bersama dengan seluruh unsur yang ada di MUI Kabupaten Wajo dalam menyikapi kejadian itu. Hasil rapat yang masih berupa konsideran, insya Allah akan kami sampaikan ke Pemerintah Daerah dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Wajo,” ujarnya kepada Pilarindonesia.com melalui sambungan telepon, Sabtu, 24 Agustus 2024.

Video viral yang menampilkan muda-mudi sedang dugem tersebut kabarnya diadakan pada Jumat malam, 16 Agustus 2024. Party itu berlangsung usai acara festival lampion yang digelar di Lapangan Merdeka, Sengkang, Kabupaten Wajo.
Menurut Kyai Yunus, sebenarnya acara itu bukan diadakan di halaman Masjid Agung Ummul Quraa, tetapi di depannya, yang mengambil lokasi di jalanan raya, dengan rekaman kamera yang mengambil penampakan bangunan masjid sebagai latarnya.
Kendati demikian, berdasarkan surat yang akan MUI Wajo sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Wajo dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Wajo, Kyai Yunus meminta kepada semua pihak agar apapun jenis kegiatan yang akan dibuat hendaknya tidak menciderai nilai-nilai agama Islam, adat istiadat dan budaya.
“Apalagi Kabupaten Wajo ini dikenal sebagai Kota Santri sehingga ini yang perlu dijaga. Tidak boleh ada kegiatan yang diadakan justru menciderai nilai-nilai agama, adat istiadat dan budaya,” terang Kyai Yunus.
Selain itu, Kyai Yunus juga meminta agar dalam agenda pelaksanaan Festifal Danau Tempe sebisa mungkin menjaga hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai agama yang tidak layak menjadi visual publik.