Dari Nonton Teater Ase dan Werre’, Singgung Narasi Pangan

- Penulis Berita

Sabtu, 28 Juni 2025 - 15:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pementasan Ase dan Werre' di Festival Makassar Perform, (27/06/25).

Pementasan Ase dan Werre' di Festival Makassar Perform, (27/06/25).

Makassar, — Ase dalam bahasa Bugis berarti padi dan Werre’ berarti beras, dua kata ini sebagai proses penceritaan mengalami tubuh yang tak terpisahkan dari alam sehingga diyakini cara memuliakan manusia sama halnya dengan memuliakan alam itu sendiri.

Pertunjukan Ase dan Werre‘ dikemas untuk anak-anak dalam merespon mitologi, pangan, dan narasi dibalik makanan. Ase dan Werre’ bertujuan untuk menghadirkan pertunjukan yang imersif dan inklusif, dibangun melalui imajinatif anak-anak sebagai instrumen penting pertunjukan

Pertunjukan ini ditampilkan di Festival Makassar Perform, Rumata Art Space (27/06/25). Pertunjukan yang tampil pada hari kedua; Anatomi Rumah dan Petualangan yang Bertumbuh, Ase dan Werre’, M.O.M, Monolog Salma, Fictive Order.

Kesan dari nonton Ase dan Werre’ 

Gene, Penggiat Makgaligo, jelaskan Ase dan Werre’ tidak hanya sebagai pertunjukan yang menghibur juga sebagai percakapan yang menyinggung isu pangan.

Ase Werre itu pertunjukan untuk penonton anak, tapi kali ini anak juga jadi penampil. Anak terlibat aksi, juga sebagai saksi. Mereka tidak menghafal atau berusaha mendalami peran dewasa, mereka hanya merespon dengan tubuh kecilnya. Respons itu tidak hanya menghibur tubuh dewasa kita, melainkan melibatkan kita dalam percakapan yang lebih jauh tentang pangan,” jelasnya.

Indramayanti salah satu kolaborator dari Aruna Ikatuo Indonesia, berharap proses ini tidak sampai disini saja, lebih dari itu teater anak juga bisa hidup dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masa depan generasi bangsa khususnya mengembangkan karakter yang kuat, disiplin, mengenal budaya, dan terkait nilai sosial bagi anak-anak.

“Aruna Ikatuo Indonesia berharap melalui adanya teater anak Ase dan Werre‘, anak bahkan penonton dapat mengenal lebih jauh nilai-nilai budaya terkait beberapa proses menanam padi, memanen, sampai beras itu dimakan. Lewat pementasan ini juga banyak memaknai nilai-nilai filosofi kebudayaan dan kemanusiaan bahwa makanan yang kita makan jangan di sisa karena prosesnya begitu panjang dan memerlukan perjuangan, ada juga tau-tau sebagai simbol bahwa kita juga diharapkan menjaga keseimbangan lingkungan termasuk kebersihan lingkungan agar terjauh dari hama tanaman,” harapan Aruna Ikatuo Indonesia.

Proses ini berawal dari workshop pelatihan teater di TK Unhas dengan inisiasi Aruna Ikatuo Indonesia bekerjasama dengan Makgaligo. Proses ini layak mendapat apresiasi yang baik karena melibatkan anak dalam berproses mulai dari workshop, latihan, sampai dua kali pementasan (pensi sekolah dan Makassar Perform). Antusias orang tua dan guru menjadi kekuatan besar untuk membuat karya terbaik pertunjukan teater anak Ase dan Werre’ serta arahan dari sutradara menciptakan proses belajar dan pengalaman baru bagi anak-anak, guru, dan orang tua terkait seni pertunjukan teater. 

Masnah Syarifuddin, Kepala Sekolah TK Dharma Wanita Unhas, sebut teater anak merupakan pengalaman baru yang sangat berkesan, tidak hanya bagi para murid tetapi juga bagi seluruh tenaga pendidik dan orang tua murid. Anak-anak belajar mengekspresikan diri, bekerja sama dan juga berani tampil di depan umum sebuah proses yang sangat penting dalam tumbuh kembang mereka.

“Alhamdulillah, sebuah langkah baru yang membanggakan telah dilalui oleh TK Dharma Wanita UNHAS. Untuk pertama kalinya, anak-anak didik kami mendapat kesempatan yang berharga untuk tampil dalam pertunjukan teater. Kesempatan ini tidak lepas dari kepercayaan dan dukungan penuh dari kak Akhdan, kak Nisa, dan rekan-rekan lainnya yang telah bersedia melibatkan kami dalam kolaborasi ini,” ucap terima kasih menanti kolaborasi selanjutnya.

Syaqira Putri, salah satu penonton Makassar Perform, mengatakan pertunjukan Ase dan Werre’ kaya akan cerita mitos pangan.

“Saya melihat bagaimana anak-anak merespon sebuah mitos/pamali yang akrab di masyarakat menjadi sebuah bentuk proses yang akan tumbuh sendiri pemahamannya, anak-anak di ajak untuk belajar paham kenapa hal itu tabu/dilarang karena memang tidak baik dilakukan bisa jadi hal itu berkaitan sama norma/etika tapi dikemas dalam sebuah bahasa yang lebih mudah dipahami untuk anak-anak,” kata mahasiswa double degree.

Para aktor cilik; Alula, Yuko, Anggita, Hafizh, Qayyim, Kayla, Andi Alya, Sisi, Inara. Aktor Dewasa; Fira dan Yusuf. Pemain Kecapi, Beddu. Pemain Suling, Akhri. Pemain Gitar, Ibo. Visual Jockey, Raihan. Artistik, Sul dan Sabil.

Tentang Festival Makassar Perform

Makassar Perform merupakan festival pertunjukan yang berfungsi sebagai wahana riset artistik lintas disiplin. Festival ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami Makassar sebagai sebuah ide yang terus bergerak dan berdialog dalam dimensi spasial dan temporal.

Makassar Perform adalah ruang di mana aksi dan representasi berlangsung secara serempak. Ia adalah tindakan (to act) sekaligus pertunjukan (to perform). Sebuah laboratorium terbuka untuk mengeksplorasi pola, tekstur, dan bentuk-bentuk keberadaan yang tak tunggal. Dengan semangat kolaboratif dan reflektif, mengundang seniman, peneliti, komunitas, dan publik luas untuk turut serta dalam proses penciptaan, pertukaran gagasan, dan pembentukan narasi baru tentang Makassar—kini dan nanti.

Facebook Comments Box

Editor : Akhdan Abizar

Sumber Berita : Akhdan Abizar

Berita Terkait

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko
Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya
Nelayan Togeo Bone Konvoi Perahu Bela Palestina, Dihadiri UBN dan Wakil Ketua DPD RI
PPK Ormawa Himakaha Unhas Launching Lahan Hijauan di Maros, 1.500 Stek Unggul Resmi Ditanam
MUI, Legislator dan FUIB Sulsel Tolak Konser Honne di Makassar!!
UAS: Setiap Belanja Produk Israel akan Menjadi Peluru Pembantai Warga Palestina
Setop Genosida Gaza Menggema dalam Tiga Bahasa di Monas Jakarta
Ustaz Das’ad Latif Bersama Ribuan Massa di Monas Jakarta Serukan Boikot Produk Zionis Israel

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09