Parepare, Pilarindonesia.com — Di sudut Kota Parepare, tepatnya di Jalan Latasakka, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, hidup seorang lansia berusia 65 tahun yang bernama Syarifuddin.

Tinggal seorang diri di rumah sederhana yang tidak layak huni, berdinding seng bekas, tanpa listrik, dan hanya diterangi oleh cahaya lampu jalan pada malam hari.
Kesehariannya penuh dengan keterbatasan. Tidak tamat SD, tidak bekerja, dan mengandalkan bantuan tetangga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sebagai bagian dari upaya menghapus kemiskinan ekstrem di Kota Parepare, Relawan Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) kembali menyalurkan bantuan.
Kali ini, dengan pendekatan yang berbeda. Tidak hanya datang untuk sekadar memberi, para relawan juga mengajak Syarifuddin untuk berbelanja sesuai kebutuhannya, pada Senin (2/9/2024).
Di sebuah pusat perbelanjaan, Syarifuddin leluasa memilih pakaian, songkok, dan sandal yang telah lama diimpikannya.
Selain memenuhi kebutuhan material, para relawan juga memperhatikan kebutuhan emosionalnya. Syarifuddin diajak berjalan-jalan di sekitar Masjid Terapung Parepare.
Sambil menikmati pemandangan, ia berbagi cerita tentang kehidupan sehari-harinya yang penuh kerinduan pada anak-anak dan teman-temannya. Sayangnya, kondisi ekonomi dan kesehatannya menghalanginya untuk menjalin hubungan lebih dekat.
Setelah momen kebersamaan tersebut, para relawan melanjutkan perjalanan dengan membeli makanan siap saji serta berbagai kebutuhan pokok seperti gula dan kopi. Relawan juga membantu membersihkan rumahnya, mencuci piring, dan menikmati makan bersama.
Syarifuddin tak dapat menyembunyikan rasa harunya. “Saya merasa seperti mendapat keluarga baru,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Momen ini sangat berarti baginya, terutama karena dua tahun lebih ia tidak pernah membeli pakaian baru.
Meski hidup dalam keterbatasan, ia tetap bersyukur dan senantiasa tersenyum bahagia.
Namun, di tengah semua kesulitan, Syarifuddin masih mampu menemukan kebahagiaan dalam membaca Al-Qur’an, yang menjadi pelipur lara dalam hidupnya.
“Kami hampir tak kuasa menahan tangis melihat kondisi Pak Syarifuddin yang begitu berat, namun beliau tetap bersyukur dan bahagia. Ini adalah pelajaran berharga bagi kami,” ujar Rustan Ardiansyah, salah satu Relawan WIZ yang turut serta dalam kegiatan ini.
Penyaluran bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa perhatian dan kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan masih ada, terutama dalam menghapus kemiskinan ekstrem di Kota Parepare.
Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus berkolaborasi dan membantu mereka yang berada di garis kemiskinan ekstrem, agar harapan baru dapat tumbuh di tengah-tengah kehidupan yang serba kekurangan.