MUI Makassar Tolak Aturan Penyediaan Alat Kontrasepsi untuk Remaja

- Penulis Berita

Sabtu, 10 Agustus 2024 - 22:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus MUI Makassar saat sedang menggelar rapat membahas tentang polemik peraturan penyediaan alat kontrasepsi bagi remaja.

Pengurus MUI Makassar saat sedang menggelar rapat membahas tentang polemik peraturan penyediaan alat kontrasepsi bagi remaja.

Makassar, Pilarindonesia.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menyatakan penolakan terhadap pasal penyediaan alat kontraversi bagi anak usia sekolah dan remaja. Pasal tersebut dinilai sama saja melegalkan perzinahan.

Ketua MUI Makassar, Anregurutta KH. Baharuddin HS, MA., mengatakan peraturan itu tujuannya mencegah kehamilan tapi tidak mencegah perzinahan.

Ketentuan tentang penyediaan alat kontrasepsi bagi anak usia sekolah dan remaja diatur dalam Pasal 103 Ayat (4) butir e Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024.

“Oleh karena itu, MUI Makassar tegas menyesalkan terbitnya PP tersebut, dan menyatakan menolak pasal tentang penyediaan alat kontrasepsi bagi anak usia sekolah dan remaja,” tegas Kyai Baharuddin melalui keterangannya, Ahad, 11 Agustus 2024.

Hal itu disampaikan setelah diputuskan melalui rapat MUI Makassar pada Jumat (8/92024), yang dihadiri Sekretaris Umum MUI Makassar, Dr. KH. Maskur Yusuf, M.Ag., dan sejumlah pengurus lainnya..

Bukan hanya menolak Pasal 103 Ayat (4) butir e, MUI juga menolak Pasal 102 huruf a PP No. 28 Tahun 2024. Dalam pasal itu tertuang larangan praktik khitan atau sunat bagi perempuan.

MUI menilai kesehatan sistem reproduksi bayi, balita, dan anak pra-sekolah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (1) huruf a paling sedikit berpotensi menghapus praktik sunat bagi perempuan beragama Islam atau muslimah.

Kyai Baharuddin meminta dengan segera agar pemerintah merevisi pasal-pasal ketentuan tersebut.

“Memang pasal-pasal tersebut mendatangkan manfaat, namun mudharat (kerugiannya) lebih besar dari manfaatnya. Langkah lanjutan yang perlu dilakukan pemerintah adalah meningkatkan literasi tentang bahaya seks bebas bagi anak usia sekolah dan remaja. Bukan justru menyiapkan alat kontrasepsi yang bisa kontraproduktif terhadap upaya mencegah terjadinya seksi bebas,” terang Kyai Baharuddin.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Nelayan Togeo Bone Konvoi Perahu Bela Palestina, Dihadiri UBN dan Wakil Ketua DPD RI
MUI, Legislator dan FUIB Sulsel Tolak Konser Honne di Makassar!!
UAS: Setiap Belanja Produk Israel akan Menjadi Peluru Pembantai Warga Palestina
Setop Genosida Gaza Menggema dalam Tiga Bahasa di Monas Jakarta
Ustaz Das’ad Latif Bersama Ribuan Massa di Monas Jakarta Serukan Boikot Produk Zionis Israel
Ayo, Ramaikan Aksi Selamatkan Palestina di Monas Jakarta Ahad Besok
H Ompo Tahir Apresiasi Pelaksanaan Dialog Tahfiz Gratis di Perumahan Ukhuwah UMI Makassar
Presiden Kurir Langit Indonesia Bersama Ulama dan Warga Sulsel Suarakan Pembebasan Palestina di Makassar

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09