Jakarta, Pilarindonesia.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., S.Ag., M.A., Ph.D., mengatakan setelah mengamati perkembangan keberadaan Mama Ghufron melalui media, dinilainya banyak ajaran Ghufron yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

“Bagaimana dia (Ghufron) video call dengan malaikat maut, penjaga neraka, dan seterusnya. Tidak sesuai dengan ajaran Islam, bahkan cenderung barangkali tak berdasar,” ujarnya, dikutip dari video yang diposting melalui Instagram-nya, Kamis 11 Juli 2024.
Menurut Kyai Cholil, banyaknya beredar video cerita-cerita dari Ghufron kurang tepat dan tidak benar.
Dia memastikan, Komisi Pengkajian telah diminta untuk mengkaji sosok Mama Ghufron, asalnya dari mana, serta seperti keyakinan dan ajaran yang dibawanya.
“Karena memang khawatir masyarakat terbawa oleh ucapan-ucapannya yang tak sesuai dengan ajaran Islam. Kita ingin menjaga umat jangan sampai terbawa dengan ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Apalagi ngarang-ngarang sendiri. Yang kedua, kita juga ingin menjaga kondusifitas, jangan sampai ada penyimpangan-penyimpangan di dalam ajaran Islam dan membuat keresahan di tengah-tengah kita,” terang Kyai Cholil.
Dia memastikan kasus Mama Ghufron tersebut akan ditangani dengan cara dibina dan diluruskan pemahamannya.
“Kita akan selesaikan dengan cara dakwah, maupun sesuai dengan ketetapan hukum yang akan kita sampaikan kepada masyarakat,” jelas Kyai Cholil.