Makassar, Pilarindonesia.com – Muhammad Fatih Al Amin (18), mengembuskan nafas terakhir di ruang ICU, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji, Kota Makassar, sekitar pukul 18.40 WITA, Senin malam, 27 Mei 2024.

Fatih sempat koma setelah mengalami kecelakaan lalu-lintas di Jalan Ratulangi, tepatnya ke arah Jalan Kelinci, pada Sabtu dini hari, pekan lalu.
Saat dibawa ke IGD RSUD Labuang Baji, Fatih, yang baru lulus SMA tahun ini, memang sudah tidak sadarkan diri.
Ustadz Jumzar Rachman, sang ayah, mengetahui kondisi putranya itu lewat Andre, mantan karyawannya, yang datang mengabari ke kediamannya di Jalan Cendrawasih.
“Sebelum shalat Subuh, Andre datang ketuk-ketuk pintu ke rumah, dan menyampaikan kabar kalau Fatih sekarang di IGD Rumah Sakit Labuang Baji,” kata Ustadz Jumzar.
Setelah shalat Subuh, Ustadz Jumzar bersama keluarganya pun ke rumah sakit, dan mendapati putra bungsunya itu tergeletak dengan kondisi yang cukup memprihatinkan dengan luka di kepala dan di sekujur tubuh.
Tak lama setelah ditangani di IGD, Fatih, yang sudah dipasangi dengan sejumlah peralatan medis, lalu dibawa ke ruang ICU, Gedung B, Lantai III, RSUD Labuang Baji.

Penyebab Kecelakaan Fatih
Awalnya, beberapa kerabat, kolega dan rekan-rekan Ustadz Jumzar Rachman, menduga Fatih menjadi korban pengeroyokan.
Untuk memastikan itu, kasus itu pun dikoordinasikan dengan pihak Polsek Mamajang.
Atas arahan Kapolsek Mamajang, Kompol Arifuddin, sejumlah personel kepolisian mendatangi rumah sakit, mengambil keterangan dari Ustadz Jumzar Rachman, sembari mengecek langsung kondisi Fatih di ruangan ICU.
Tak sampai di situ, tim penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi-saksi, termasuk Andre bersama dengan teman-temannya, yang berada di TKP saat kejadian, dan yang membawa Fatih ke rumah sakit serta mengamankan kendaraan yang dikendarai korban.
Untuk sementara, pihak Polsek Mamajang berkesimpulan bahwa Fatih mengalami kecelakaan berdasarkan keterangan beberapa saksi yang juga sudah dicocokkan dengan sejumlah bekas goresan aspal di jalanan.
Namun, untuk lebih jelasnya, penyidik juga masih akan memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di sejumlah titik di sepanjang Jalan Ratulangi.
Ustadz Jumzar Rachman juga sudah memasukkan laporan kecelakaan di Pos Kecelakaan Lalu-Lintas di Jalan RA Kartini.
Dishalatkan di 2 Masjid
Fatih merupakan seorang santri yang terbilang gigih dalam belajar menghafal Alqur’an. Sejumlah sekolah Islam, pondok pesantren dan lembaga tahfidz Alqur’an, telah ditempati mengenyam pendidikan Islam.
Bahkan, setamat SMA ini, abahnya, Ustadz Jumzar Rachman, telah mempersiapkannnya untuk menjadi kader da’i di sekolah yang dirintis Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Sulawesi Selatan, di Jalan Prof. Abdurrahman Basalamah, Kota Makassar.
Manusia hanya bisa berencana, namun Allah Ta’ala jualah yang maha berkehendak.
Fatih lebih awal dipanggil “pulang” oleh Allah. Setelah shalat Dzuhur, Selasa hari ini, 20 Dzulqo’dah 1445 H / 28 Mei 2024 M, Fatih akan dikebumikan di Pekuburan Baqi Wahdah Islamiyah, Moncongloe Kabupaten Maros, setelah dishalatkan di Masjid Nahdatussa’adah, Jalan Cendrawasih, dan di Masjid Anas bin Malik, Kampus STIBA, Antang, Kota Makassar.
Selamat jalan ananda Fatih. Semoga kelak, kita semua dikumpulkan di Surga-Nya Allah Azza wa Jalla. Allahuma aamiin..