BMI Sulsel: Cabut Beasiswa Mahasiswa Pro OPM, Tangkap Delvianus Kogoya!

- Penulis Berita

Rabu, 3 April 2024 - 02:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, Pilarindonesia.com – Ketua Brigade Muslim (BMI) Sulawesi Selatan, Muhammad Zulkifli, meminta kepada pemerintah agar mencabut seluruh beasiswa mahasiswa Papua yang terindikasi mendukung kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM).

“Tutup semua Asrama Papua yang terindikasi sebagai tempat melakukan doktrinasi kepada mahasiswa untuk mendukung gerakan Papua merdeka. Negara tidak perlu takut dengan aksi teror mereka. Mereka wajib diperangi karena kita wajib menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya, terkonfirmasi Rabu, 3 April 2024.

Zulkifli juga menyatakan mendukung TNI dan Polri untuk memberantas kelompok teroris KKB di Papua, dan meminta kepada pemerintah untuk segera mengerahkan pasukan terbaik untuk membumihanguskan seluruh kelompok OPM dan pengikutnya di tanah Papua.

Ketua Karang Taruna Makassar itu juga mendesak aparat agar menangkap semua anggota KKB OPM, dalam kondisi hidup atau mati, termasuk Delvianus Kogoya alias Warinus Murib.

“Kami juga meminta kepada seluruh jaksa dan hakim untuk memberikan tuntutan dan vonis hukuman seberat mungkin kepada seluruh anggota KKB yang menjalani proses hukum,” tegas Zulkifli.

Dia mengaku sangat sepakat dengan penegakan HAM di Papua. Akan tetapi, kata Zulkifli, bukan berarti aparat harus tebang pilih, karena kelompok KKB OPM juga termasuk pelanggar HAM berat.

“Saat ini banyak adik-adik kita, anak Papua yang terprovokasi menyuarakan penegakan HAM pasca viralnya penganiayaan yang dialami oleh anggota KKB OPM Delvianus Kogoya. Menurut kami sah-sah saja mereka berteriak soal HAM, tetapi harusnya adik-adik ini adil dan tetap meminta supaya negara melakukan proses hukum kepada Egianus Kagoya. Mereka harus ingat orang itu (Egianus) adalah anggota KKB yang terlibat berbagai tindakan kekerasan di Papua, dan pantas untuk diberi hukuman yang seberat mungkin melalui proses hukum,” terangnya.

Zulkifli juga melayangkan protes karena  aparat kepolisian di Papua justru membebaskan Egianus Kagoya, apakah karena polisi di Papua ini takut.

“Kalau takut, maka Kapolda Papua mending diganti saja. Kami juga protes keras kepada para manusia-manusia yang tidak memiliki nurani yang selalu mengatasnamakan dirinya pejuang HAM. Saat kelompok KKB terbunuh atau teraniaya, kalian teriak HAM. Sekarang kami ingin tanya; di mana suara kalian saat saudara-saudara kami, penduduk Papua dan pendatang, disiksa dengan cara sadis, saudara saudara kami ditelanjangi, diperkosa, dicincang dan dibunuh dengan cara biadab. Di mana suara kalian wahai manusia berhati iblis? Aksi menyuarakan HAM soal Delvianus Kogoya, ini tidak adil! Kami tidak ingin ketidakadilan ini terus berjalan hanya karena alasan HAM atau tekanan negara luar atau seakan hanya kelompok OPM yang dianggap manusia karena dinilai sedang berjuang untuk lepas dari NKRI. Kami ingin NKRI tetap utuh, dan kami ingin Indonesia bersih dari para perongrong negara,” tegas Zulkifli.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Konflik Lahan Masjid di Bantabantaeng Tak Kunjung Tuntas, Mantan Pengurus Diancam Senjata Tajam
Praperadilankan Kapolri dan Densus, Pimpinan Pondok MAS dan RT dari Gowa Bersaksi
Polres Morowali Utara Klarifikasi Video Berantai Tersangka Jemi Mamma Kasus Dugaan Pencurian Sawit
Pihak Kapolri dan Densus 88 Tak Hadir, Hakim PN Jaksel Tunda Sidang Praperadilan Kasus Penangkapan Terduga Teroris dari Gowa
Kasus Penangkapan Terduga Teroris di Gowa, Kapolri dan Densus 88 Dipraperadilankan
Pendakwah Mualaf dari Poso Tersangka Dugaan Pencurian Sawit di Morut, Istri: Itu Lahan Milik Kami Sendiri
Ismar Syafruddin dan Tim Advokasi Bela Ulama Dampingi MAS, Terduga Teroris yang Ditangkap di Samata Gowa
Sebelum Ditangkap Densus 88, MAS Sebulan Lebih Tak Masuk Mengajar di Tahfiz

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09