Ucapan Duka dari Tanah Suci, Selamat Jalan Dokter Vortis

- Penulis Berita

Senin, 29 Januari 2024 - 05:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aslam Katutu, penulis, bersama dengan mendiang dr. Yusuf Bachmid, beberapa waktu yang lalu.

Aslam Katutu, penulis, bersama dengan mendiang dr. Yusuf Bachmid, beberapa waktu yang lalu.

Berita pagi ini (Kamis, 25 Januari 2024), pertama ku dapat pesan dari seorang sahabat di Makassar; saya meriang Pak Aslam, dapat kabar tidak enak ini, pukul 06.07 waktu Madinah atau 11.07 waktu di Makassar. Belum sempat ku respon, perhatianku pindah kepada miscall yang tak sempat terangkat, lalu disusul chat masuk via WhatsApp; Innalillahi wainnailaihi roji’un, telah pulang ke Rahmatullah DR. Yusuf tadi pagi. Katanya sedang berenang di Gusung. Lalu, buru-buru ku kontak nomor WA itu perihal beliau yang dimaksud berita tersebut, yang membenarkan bahwa berita itu benar adanya.

Berita itu tentang wafatnya sahabat seorang dokter yang kena musibah, sedang berenang, tergulung ombak lalu tewas tenggelam. Innalillahi wa inna ilahi rajiun.

Speechless rasanya setelah yakin dengan kebenaran berita itu, padahal minggu lalu, kami bersama kawan-kawan yang lain berencana berenang bersama di Pulau Gusung, seperti yang pernah kami lakukan bersama almarhum di Pulau Gusung dan Pulau Samalona di Makassar.

Masih sangat kental senyum beliau, terpahat di ingatan, yang terukir ketika berbicara dengan semangat optimis soal hidup dan kehidupan.

Beliau seorang dokter ahli mata sekaligus mendalami bidang seksologi dan mendirikan Quantum Brain School buat anak-anak autis. Seorang dokter sekaligus seorang motivator yang penuh semangat optimisme dan positif.

Baru beberapa bulan saya kenal, namun singkat waktu sangat akrab bak seorang sahabat lama. Lalu kuanggap sebagai seorang guru kehidupan yang mengajarkan pikiran positif dalam menjadi setiap gerak kehidupan.
Beliau mengaku sebagian besar hasil usahanya diperuntukkan untuk menunjang biaya pesantren yang didirikannya.

Beliau adalah penemu herbal Vortis, herbal stamina khususnya buat pria yang dibranding dengan slogan bikin semakin romantis.

Pernah beliau menjelaskan kepada saya kalau di zaman kekinian, problem utama ketidak harmonisan rumah tangga, salah satunya disebabkan kurang strong si pria, sehingga tak canggung-canggung di kemasan Vortis tertulis Semakin Strong Semakin Harmonis.

Satu bentuk perjuangan beliau yang dipersembahkan buat membentuk keharmonisan keluarga menurut saya adalah sangat mulia. Namun, jika dipandang sebelah mana, seakan beliau mengajarkan hal negatif kepada para suami-suami yang loyo, berpotensi menuai cacian dari para istri yang berpikir negatif. Itulah mengapa beliau mengajar berpikir positif dalam memandang semua hal agar niat baik tetap akan terlihat baik.

Mungkin ribuan mata seperti saya menetaskan air mata atas kepergian beliau. Tak mampu berkata-kata, meriang, sedih dan hanya dapat menerima takdir ini.

Menjelang akhir hayatnya, beliau membuat banyak rencana untuk membantu banyak orang, berjuang dalam dakwah, salah satunya beliau bergabung bersama kami menjadi Sesepuh Al Bahjah di Makassar, lembaga Pengembangan Dakwah yang diasuh oleh Buya Yahya.

Selamat jalan Dokter Vortis, kepergianmu adalah syahid, sebagaimana ungkapan Guru Mulia Buya Yahya yang sedang di Madinah bersama 800-an jamah umroh Munajt Kubro, setelah mendapat kabar duka ini bahwa wafat karena tenggelam adalah mati syahid. Sebagaimana Hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam.

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

Artinya: Orang yang mati syahid ada lima, yakni orang yang mati karena tho’un (wabah), orang yang mati karena mengidap sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang mati karena tertimpa terus dan orang yang mati syahid di jalan Allah. (HR. Bukhari, No. 2829 dan Muslim, No. 1914)

Alfatiha untukmu sobat Dr H Yusuf bin Abdullah Bachmid, SP.M, pejuang keharmonisan keluarga.

Setetes air mata dan doa dari kami dari Tanah Haram Madinah Al Munawwarah,

25 Januari 2023

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis
PT Super Tani Indonesia, Mitra Strategis Investasi Pertanian Nasional Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Karya Besar untuk Negeri, Pupuk Organik Plus Super Tani, Solusi Petani Cerdas
Pengaruh Campaign Net Zero Waste dalam Proses Pengelolaan Pendapatan Negara Versi BPDPKS
Skenario Netanyahu dalam Pembunuhan Ismail Haniyah
Heboh AJC di Indonesia
Opini: Tata Kelola dan Layanan Prima ala Bank Syariah
Opini: Urgensi Penyusunan Laporan Keuangan Rumah Ibadah Berstandar ISAK 35

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09