Bisnis, Sunnah Rasul yang Terabaikan

- Penulis Berita

Jumat, 11 Agustus 2023 - 02:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Imam Shamsi Ali

Imam Shamsi Ali

Sunnah itu artinya jalan hidup. Mengikuti sunnah berarti mengikuti jalan hidup. Dengan demikian mengikuti sunnah Rasulullah artinya mengikut kepada jalan hidup Rasulullah SAW. Kata “mengikuti” menjadi penting karena esensi sunnah ada pada kata “ittiba’l” (mengikut).

Sebagaimana difirmankan Allah SWT: “katakan jika kalian cinta Allah maka ikuti aku (Muhammad). Niscaya Allah akan cinta padamu dan mengampuni dosa-dosa kalian” (Al-Imran).

Tentu jika berbicara tentang “kepengikutan” (ittiba’) kepada jalan hidup Rasul pastinya dimaksudkan mencakup segala aspek kehidupan. Baik pada tataran batin (Iman dan akidah), akal (pemikiran), maupun pada tataran jasadi (fisikal material). Juga pada tataran fardi (individu) dan jama’i (kolektif) kehidupan.

Dengan pemahaman sunnah yang menyeluruh (syamil) seperti ini kita terpaksa disadarkan bahwa betapa banyak sunnah-sunnah yang masih terabaikan dalam hidup kita. Dan semua ini seringkali tanpa disadari bahkan menjadi hal biasa. Walau kenyataannya konsekwensi dari pengabaian sunnah ini sangat menyentuh kehidupan nyata umat.

Dagang (tijarah) itu sunnah

Dalam beberapa kali saya diberikan kesempatan bersilaturrahim dengan Bapak Jusuf Kalla, beliau selalu mengingatkan bahwa betapa umat ini berada pada situasi yang menyedihkan. Salah satu contoh yang beliau selalu sampaikan adalah bahwa dari 10 orang terkaya di Indonesia hanya 1 orang Islamnya. Dari 100 orang kaya Indonesia hanya 10 atau 15 yang beragama Islam. Padahal 85 persen penduduk Indonesia beragama Islam.

Beliau lebih lanjut mengingatkan bahwa jika saja kita kembali kepada sejarah Rasulullah sesungguhnya Rasulullah itu berdagang sejak umur 13 tahun hingga 40 tahun. Sementara beliau diangkat menjadi nabi dan Rasul di saat berumur 40 tahun dan meninggal dunia di saat berumur 63 tahun. Artinya, kata pak JK, beliau itu lebih lama menjadi pedagang dibanding menjadi Rasul.

Tentu Pak JK bukan memandang bisnis lebih penting dari kerasulan. Yang ingin beliau tekankan betapa bisnis atau dagang menjadi sesuatu yang penting dalam tatanan jalan hidup atau sunnah Rasulullah SAW. Dan karenanya ketika umat tidak peduli dengan dagang sejatinya juga merupakan ketidak pedulian dengan sunnah Rasulullah SAW.

Baru-baru ini di pertemuan tahunan ISMI (Ikatan Saudagar Muslim Indonesia) di Makassar Pak JK dengan penuh semangat kembali menegaskan pentingnya bagi umat untuk mengambil partisipasi dalam dunia bisnis. Bahkan beliau mengingatkan bahwa konsep Syariah dan halal dalam berbisnis tidak harus dimaknai membatasi diri dalam mu’amalat. Selamat praktek bisnis itu tidak melanggar prinsip-prinsip dasar atau sesuatu yang jelas dilarang maka boleh saja.

Dalam hal ini beliau mengutip sebuah ushul Fiqh yang menggariskan bahwa dalam urusan mu’amalat itu sebuah boleh dilakukan hingga didapati ada pelarangan. Sebaliknya ibadah-ibadah mahdhoh itu semua tidak boleh hingga ada perintahnya baik dari Al-Qur’an maupun sunnah Rasulullah SAW.

Kunjungan saya ke Indonesia kali ini bernilai tambah karena saya diundang dan sempat menghadiri acara MIHRAB (Makassar International Halal Trade and Business) yang diadakan oleh ISMI (Ikatan Sadagar Muslim Indonesia). Saya menyikapi acara itu dengan bahagia dan rasa bangga. Karena saya yakin perhelatan itu adalah salah satu penambah semangat untuk bangkitnya umat ini secara ekonomi.

Lebih dari itu, bagi saya pribadi, konsep halal dan Syariah atau Islamic, apalagi dikaitkan dengan bisnis menjadi sangat penting. Bukan saja pada urgensi bisnis dan profit materialnya. Tapi bagi kami yang hidup di tengah jantung kapitalisme dunia, konsep halal dan Syariah adalah bagian dari obyek dakwah yang sangat mendasar. Kedua kata ini; halal dan Syariah masih sering disalah pahami bahkan ditakuti.

Selain itu saya berpandangan bahwa untuk umat ini menemukan izzah (kemuliaan) dan dimuliakan (dihormati) diperlukan basis kemuliaan dan penghormatan itu. Dan dalam dunia yang menjadikan materi sebagai ukuran (materialisme) kekuatan perekonomian menjadi esensial dalam mewujudkan kemuliaan (izzah) keumatan itu.

Pada akhirnya yang ingin saya tekankan adalah bahwa betapa masanya bagi umat ini untuk bangkit membangun kesadaran komitmen terhadap salah satu sunnah Rasulullah. Yaitu “sunnah at-tijarah“ atau sunnah dalam bsinis atau perdagangan. Konsekwensi kegagalan umat dalam membangun kekuatan ekonomi berimbas kepada semua lini kehidupannya. Umat termarjinalkan secara politik, pendidikan bahkan militer karena Umat lemah dalam perekonomian.

Ingat, bisnis adalah sunnah Rasul yang telah lama terabaikan. Mari kita hidupkan kembali!

Manhattan City, 13 Juli 2023

Penulis: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dewan Da’wah Pusat Kembali Terjunkan Da’i ke Sejumlah Wilayah Pelosok di Sulawesi Selatan
MPLS SMP IT Wahdah Islamiyah Makassar, dari Grogi jadi Happy
Ikatan Keluarga Darul Huffadh Cabang Makassar Gelar MHQ di Asrama Haji Sudiang
Antara Masjid Nabi dan Masjid Modern Kaum Muslimin Sekarang
Tahfiz Gratis Al-Hafisku Gowa Wisuda Perdana Penghafal Qur’an 30 Juz, Hadir Juga Juara Hafiz Indonesia
Dr Syamsuddin Arif Jelaskan Makna Akal dalam Diskusi Subuh di Masjid Sultan Alauddin Makassar
Hari Arafah Adalah Waktu Mustajab, Jangan Lupa Perbanyak Doa
Jangan Lupa Sahur Sebentar untuk Puasa Arafah Kamis Besok, Pahalanya Dahsyat

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09