
Makassar, Pilarindonesia.com – Forum Ummat Islam Bersatu Sulawesi Selatan (FUIB Sulsel) menggelar Tabligh Akbar, di Masjid Baiturrahman, Panaikang, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makasar, Rabu (19/7/2023).
Acara yang berkenaan dengan semarak Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1445 Hijriyah itu, menghadirkan sejumlah pembicara, yakni Presiden Perkumpulan Persaudaraan Muslim Internasional (PPMI), DR. KH. Hasan Basri Rahman; Profesor Hasyim Aidit, serta Ustadz Fakhrurrazi Anshar.
Di akhir kegiatan bertema “Menjaga Kedaulatan NKRI Dalam Mengokohkan Persatuan Ummat dan Elemen Bangsa” tersebut, dilakukan pembacaan Deklarasi Kebangsaan Muharram 1445 Hijriyah, yang dibacakan Muhammad Amin, seorang pengacara pembela ummat di Sulsel, yang didampingi para alim ulama, asatidz serta sejumlah aktivis Islam Kota Makassar.
Berikut isi deklarasinya:
Deklarasi Kebangsaan Muharram 1445 Hijriyah, Forum Umat Islam bersatu Sulawesi Selatan
بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji bagi Allah Subhanahu wata’ala Tuhan Yang Maha Esa , Penggenggam setiap jengkal Nusantara dan seluruh alam semesta.
Sholawat dan salam bagi Rasulullah Muhammad shallahu alaihi wasallam, para keluarga , sahabat dan umatnya yang setia berjuang hingga akhir.
Mencermati perjalanan bangsa saat ini serta pengelolaan negara hari ini, yang mengisyaratkan sedemikian banyak permasalahan, maka di momentum Muharram kali ini kami memandang wajib untuk menyampaikan pernyataan berupa peringatan dan nasehat demi kemaslahan umat dan bangsa yang tertuang dalam butir – butir sebagai berikut :
1. Menyerukan kepada segenap umat dan dan bangsa untuk senantiasa bertakwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan menghindarkan diri dari perilaku dosa dan kemaksiatan. Tidaklah semakin beriman dan bertaqwa suatu bangsa melainkan akan terbuka seluruh keberkahan , dan tidaklah mereka semakin menyimpang apalagi bangga dengan dosa melainkan kebinasaan akan melingkupinya.
2. Mengingatkan kepada seluruh kaum muslimin dan anak bangsa untuk menjaga persatuan dan persaudaraan, karena itulah sumber kekuatan yang asasi
3. Memperingatkan pemerintah untuk melaksanakan amanah dengan penuh integritas dan kejujuran, jangan sampai menggadaikan NKRI yang kita cintai kepada pihak asing walaupun dengan dalih Ibu kota baru.
4. Menolak dengan keras adanya celah bagi kaum komunis untuk hidup di negeri ini. Apalagi dengan upaya ahistoris untuk menjadikan dan memaknai penumpasan pemberontakan G 30-S PKI sebagai peristiwa pelanggaran HAM , yang berarti menuding TNI , umat Islam dan komponen bangsa sebagai pelakunya, bahkan peristiwa pembunuhan 7 jenderal dan semisalnya memberikan penegasan akan bahayanya ideologi komunis ini.
5. Menolak dengan keras semua bentuk perilaku dan dukungan kepada kaum LGBT dalam bentuk apapun juga, termasuk memberikan ruang bagi kampanye terlaknat mereka.
6. Memperingatkan umat dan bangsa akan bahayanya ajaran menyimpang Syi’ah , termasuk perayaan ritual mereka di bulan Muharram yang mulia ini.