
Gowa, Pilarindonesia.com – Villa Tahfizh Himmatul Qur’an (VTHQ) Malino menyelenggarakan wisuda angkatan ke-2, di Gedung Haji Bate, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, pada Ahad (18/6/2023).
Dalam sambutannya, Kepala Kesetaraan VTHQ, Hadianto, SH., melaporkan bahwa jumlah santri yang diwisuda meningkat dari tahun kemarin.
“Wisuda ini adalah wisuda angkatan yang kedua. Tahun lalu telah menamatkan santri sebanyak 22 orang, lebih sedikit dibanding tahun ini. Kemudian, Alhamdulillah tahun ini bertambah. Ada sebanyak 60 santri yang akan diwisuda. 30 santri tingkat SMP, dan 30 santri di tingkat SMA,” katanya.
Hadianto juga menyampaikan bahwa santri-santri di tingkat SMA yang diwisuda tersebut telah mendaftarkan diri di Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta.
“Seiring berjalanya waktu, kami para pengelola, pimpinan, serta ketua yayasan, selalu melakukan perbaikan-perbaikan ke arah yang lebih baik. Alhamdulillah, tahun ini, Villa Tahfizh Himmatul Qur’an Malino mendapat kehormatan dari Negeri Jiran Malaysia, ketika Mufti Perlis Malaysia mengunjungi VTHQ. Beliau bersilaturahmi dan memberikan beasiswa kepada para pembina dan santri untuk melanjutkan studinya ke Malaysi,” terangnya.
Adapun Pimpinan VTHQ, Ir Muh Taufan Djafri, Lc MHI., dalam sambutannya, menjelaskan visi dan misi utama pondok pesantren yang telah berdiri sejak 2019 tersebut.
“Jadi, ada tiga visi dan misi utama dari Himmatul Qur’an agar penamaannya bukan sekadar penamaan. Yang pertama penguasaan Alqur’an, bacaan, tajwid dan pendalaman nilainya. Yang kedua bahasa Arab yang merupakan bahasa Alqur’an. Serta yang ketiga, bagaimana pesan utama Alqur’an betul-betul terjelma pada kepribadian santri kami, yaitu akhlak yang mulia,” terangnya.
Ustadz Taufan, sapaannya, juga ingin agar para santri yang akan meninggalkan VTHQ tetap melanjutkan pendidikan dengan membawa pesan Qur’an pada kepribadian masing-masing, sehingga orang yang bersama mereka tertarik kepada Islam dan ingin lebih dekat kepada Qur’an.

Pemkab Gowa Bangga
Pejabat perwakilan Kemenag Gowa, Ishak Ibrahim, SE MM., menyatakan bangga dengan banyaknya jumlah pondok pesantren yang berada di Kabupaten Gowa.
“Perlu kami sampaikan bahwa pondok pesantren yang ada di Kabupaten Gowa itu berjumlah 50 lembaga. Ini yang paling besar jumlahnya di Sulawesi Selatan. Jadi, kita yang paling banyak. Ini saya pikir luar biasa, ada 50 pondok pesantren,” ungkapnya.
“Pondok pesantren Himmatul Qur’an ini juga mendapat bantuan inkubasi. Karena ini adalah salah satu program unggulan dari Kementerian Agama. Dari 7 pondok pesantren yang mengajukan bantuan, termasuk Himmatul Qur’an Malino. Mendapatkan bantuan inkubasi terkait dengan mendorong pemberdayaan ekonomi dan kemandirian pindok pesantren. Alhamdulillah, Himmatul Qur’an menyembut baik program tersebut,” jelas Ishak.
Ketua MUI Kabupaten Gowa, KH Abu Bakar Paka, M.Ag., optimis VTHQ akan berkembang di masa mendatang.
“Saya merasa pesantren kita ini akan berkembang pesat di masa yang akan datang, karena santrinya datang dari semua pulau besar di Indonesia. Hanya kurang dari Sumatera dan Bali. Selain itu ada semua. Ini luar biasa tentunya, karena dari segi fasilitasnya sudah modern. Walaupun dari sisi geografis jauh di atas gunung sana,” tuturnya.
Ia juga mengucapkan selamat kepada para santri atas keberhasilannya menyelesaikan sekolah di VTHQ. Serta tidak lupa berpesan kepada mereka untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Sambutan terakhir dari perwakilan Bupati Kabupaten Gowa, yang diwakili Sekretaris Daerah, Dra Kamsina, MM, yang mengaku mengapresiasi acara tersebut.
“Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi wisuda yang dilakukan ini, di mana awalnya hanya sedikit, tetapi Alhamdulillah, hari ini diwisuda sebanyak 60 Santri. Kita doakan mudah-mudahan anak-anak kita yang sudah mendaftar di perguruan tinggi, banyak yang lulus utuk melanjutkannya pendidikannya,” pungkasnya.
Setelah rangkaian sambutan selesai, pihak VTHQ menyerahkan cindera mata sebagai ungkapan terima kasih. Kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Acara tersebut juga menampilkan persembahan nasyid dan pembacaan puisi dari para santri sebelum pengukuhan para wisudawan. Kemudian ditutup dengan sesi foto bersama oleh para santri bersama tamu undangan, pimpinan, Pembina, serta para orang tua wisudawan.