Program Pengabdian Masyarakat Unhas Latih Warga Donri-donri Soppeng Mengolah Buah Naga

- Penulis Berita

Selasa, 13 Oktober 2020 - 05:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu bentuk pengabdian mahasiswa Pascasarjana Fakultas Pertanian Unhas angkatan 2019, kepada masyarakat di Kecamatan Donri-donri, Kabupaten Soppeng.

Salah satu bentuk pengabdian mahasiswa Pascasarjana Fakultas Pertanian Unhas angkatan 2019, kepada masyarakat di Kecamatan Donri-donri, Kabupaten Soppeng.

Soppeng, Pilarindonesia.com – Sebanyak lima mahasiswa pascasarjana Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar angkatan 2019 melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Tottong, Kecamatan Donri-donri, Kabupaten Soppeng, pada 16 Agustus 2020.

Masing-masing mahasiswa itu, yakni Rachmi Hatta, Ahmad Fahmi Muis, Muhammad Furqan, Andi Pengeran Rivai dan Firman. Adapun Sitti Hardianti Mulawarman, mahasiswa lainnya yang tergabung di kelompok itu, tidak sempat bergabung.

Menurut Rachmi, kegiatan yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19 ini sebagai bentuk kepercayaan dan kesempatan belajar yang diberikan tenaga pengajar di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin,

Dia menyebut, para dosen itu terdiri dari Dr. Ir. Rahmadanih, M.Si., selaku ketua tim, yang beranggotakan Dr. Ir. Mahyuddin M.Si., serta Dr. Letty fudjaja S.P, M.Si.

“Kegiatan ini merupakan salah satu wujud dari pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian masyarakat,” kata Rachmi kepada Pilarindonesia.com, Selasa (13/10/2020).

Selain itu, dia menjelaskan, kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan program kemitraan wilayah di bawah naungan Lembaga Pe

nelitian dan Pengabdian Masyarakat ( LP2M) Universitas Hasanuddin Makassar, yang diusung oleh tim dosen dengan mengambil  tema kegiatan “Teknologi Pengolahan  Mie Dan Selai Buah  Naga Untuk Meningkatkan  Mutu  Produk  Pertanian di Desa Tottong, Kecamatan Donri-donri Kabupaten Soppeng”.

Rachmi mengatakan, pengabdian ini dilatar belakangi dengan melimpahnya produksi buah naga di Desa Tottong, dan belum adanya produk olahan dari buah naga, yaitu mie dan selai buah naga guna menaikkan nilai tambah produk buah naga, dengan harapan mampu menggerakan perekonomian masyarakat setempat.

Tahap Pelaksanaan Kegiatan

Rachmi menambahkan, dalam tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian itu, para mahasiswa yang merupakan pelaksana kegiatan melakukan banyak persiapan, termasuk survei lokasi terlebih dahulu, persiapan produk di ruangan  incubator, dan berkoordinasi  dengan  mitra setempat selaku fasilitator kegiatan, yakni Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, Perkebunan Dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Soppeng dan Kepala Pemerintahan Desa Tottong, Muhammad Tahir.

“Hasil dari koordinasi dengan pemerintah daerah bersama tim dosen adalah penentuan jadwal  kegiatan  pengabdian yang disepakati pada tanggal 16 agustus jam 15.30 wita. Lokasi pelatihan  bertempat di Kantor Desa Tottong. Adapun  sasaran  peserta pengabdian ini yakni KWT (Kelompok Wanita Tani) dan ibu PKK Desa Tottong,” terangnya.

Menurut Rachmi, dalam koordinasi dengan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng dan juga dengan Kepala Pemerintahan Desa Tottong , tim lapangan  mendapat  himbauan tentang penerapan protokol kesehatan guna menekan angka penyebaran Covid 19.

Apalagi Pemerintah Kabupaten Soppeng merupakan salah satu  daerah yang terbilang ketat dan cukup gencar melakukan upaya pemutusan penyebaran Covid 19 di wilayahnya, termasuk dengan melakukan  penjagaan dan pemeriksaan di perbatasan beberapa waktu yang lalu.

Oleh karenanya, Rachmi mengimbuhkan, semua tim pendamping diminta agar saat ke lapangan dilakukan dilengkapi dengan surat keterangan berupa hasil swab PCR atau rapid test yang menyatakan bebas atau negatif Covid-19.

Selain itu, himbauan Pemda Soppeng selanjutnya bahwa peserta yang hadir harus melewati bilik disinfektan. Kemudian jumlah peserta terbatas, yakni hanya setengah dari kapasitas ruangan.

Tim juga membagikan masker medis dan handsanitizer kepada masing-masing peserta pelatihan..Di dalam ruang pelatihan di kantor Desa Tottong,  pemerintah desa telah menyiapkan proyektor dan juga sound  speaker, sehingga saat pemaparan materi virtual zoom oleh dosen dapat diterima dengan baik oleh peserta.

 

Mengolah Buah Naga Bernilai Kesehatan dan Ekonomis

Dalam  pemaparan materi via virtual, Dr. Ir. Rahmadanih, M.Si., menjelaskan tentang  kandungan dan  manfaat dari buah  naga. Di mana produk pertanian di  saat pandemi Covid-19 seperti ini menjadi incaran banyak orang untuk meningkatkan imunitas tubuh melawan virus covid 19.

“Buah naga merupakan salah satu buah yang  memiliki kandungan antioksidan serta nutrisi yang baik untuk menjaga imunitas tubuh. Dengan pengolahan  buah naga menjadi mie dan selai, diharapkan mampu menjadi produk yang bermutu baik, memiliki daya simpan yang baik serta menjadi nilai tambah produk, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” jelas Dr. Ir. Rahmadanih, M.Si.

Adapun Dr. Ir. Mahyuddin M.Si dan Dr. letty fudjaja S.P, M.Si., menjelaskan tentang teknik pemasaran produk hasil pertanian yang setelah diolah dengan baik, lalu dikemas dengan baik, maka akan  memiliki peluang besar untuk dipasarkan di marketplace.

Setelah pemberian materi, kemudian dilanjut dengan kegiatan pelatihan pembuatan mie dan selai buah naga oleh tim mahasiswa. Namun sebelumnya, tim juga menyiapkan leaflet dan dibagikan kepada peserta pelatihan.

Leaflet tersebut menjabarkan informasi terkait kandungan dan manfaat buah naga juga tentang bahan baku dan proses pembuatan mie dan selai buah naga  agar lebih mudah dipahami dalam pengaplikasiannya.

Leaflet akan dibagikan kepada peserta pelatihan sehingga menjadi buku petunjuk dalam memproduksi selai dan mie buah naga.

“Kami juga sebelumnya telah menyiapkan bahan dan alat untuk peserta agar peserta benar benar dapat memahami secara detail tentang pembuatan mie dan selai buah naga ini,” urai Rachmi.

Peserta kegiatan sangat antusias, terlihat dari jumlah peserta yang hadir, yakni sebanyak 30 orang, yang merupakan anggota KWT Warahmah, dan ibu-ibu PKK Desa Tottong Kecamatan Donri-donri, Kabupaten Soppeng.

Di akhir acara, para peserta pun berharap agar difasilitasi untuk membentuk kelompok usaha agar produk mie dan selai buah naga ini menjadi produk unggulan khas  Desa Tottong yang memiliki motto “tiada halaman tanpa buah naga”.

Laporan: Rachmi Hatta, salah satu mahasiswa yang menjadi anggota tim pelaksana kegiatan.

 

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sulawesi untuk Indonesia: Barberfest 2025 Satukan Komunitas Barber Lewat Edukasi dan Aksi
Peluncuran TalentDNA di Platform Digital MyIM3, 12.000 Orang Amazing You 5 Jadi Saksi Kolaborasi ESQ, Lintasarta dan Indosat
Program Studi Pariwisata Universitas Hasanuddin Gelar Pelatihan Pemanduan Wisata di Taman Prasejarah Sumpang Bita
Pemred Ummat TV Menikahkan Sang Putri, Ceritakan Kemudahan Proses Taaruf Hingga Akad
Sayur Gratis, WIZ Kolaborasi Masjid Darul Hikmah: Masjid Berdaya Umat Berjaya
Bakti Sosial WIZ Gerai Bulungan dan Komunitas Postel Peringati Hari Postel ke-79 di Tanjung Selor
Produk Kecantikan Cellbooster dan Picoalex Diperkenalkan kepada Warga Makassar
Selamat, Warung Nasi Kuning Annahal Buka Cabang di Kampus Unhas Makassar

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09