Innalillahi… Prof Malik Badri, Bapak Psikologi Islam Asal Malaysia Meninggal Dunia

- Penulis Berita

Selasa, 9 Februari 2021 - 02:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendiang Prof Malik Badri Semasa hidup. (Istimewa).

Mendiang Prof Malik Badri Semasa hidup. (Istimewa).

Pilarindonesia.com–Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, Kabar duka datang dari pakar psikologi islam modern, Prof. Dr Malik Badri asal Malaysia. Ia dikabarkan menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Senin 8 Februari 2021 bertepatan dengan 26 Jumadil Akhir 1442 H di Malaysia.

Prof Malik adalah profesor dalam bidang psikologi islam modern berkewarganegaraan Malaysia. Pemikirannya tentang pendidikan psikolog banyak diserap oleh murid-murid beliau dari Indonesia.

Baca Juga:Resmikan Masjid dan Rumah Tahfidz di Pattallassang, Adnan Harap Mampu Lahirkan Penghafal Qur’an

Sedih mendengar wafatnya Prof. Dr. Malik Badri. Salah satu karya monumentalnya adalah buku “Dilema Psikolog Muslim” yang menjadi buku wajib bagi pelajar piskologi Islam. Semoga Allah SWT memberikan ketenangan di kuburnya.

Semasa hidupnya beliau menghabiskan waktunya mendalami psikologi modern selama hampir setengah abad lamanya, pakar bernama lengkap Malik Babikir Badri ini dikenal luas lewat bukunya The Dilemma of Muslim Psychologists. Ketidakselektifan psikolog muslim, menurutnya, telah menyebabkan mereka mengikuti pola pikir dan pendekatan kaum Yahudi dan Kristen, meskipun cara itu berkualitas rendah dan tidak islami.

Baca Juga:Dunia Kedokteran Kembali Berkabung, Dokter Senior di Makassar Wafat Akibat Terpapar COVID-19

Persis seperti dinyatakan oleh Rasulullah saw dalam sebuah hadis: “… bahkan jika mereka masuk ke dalam lubang biawak pun, orang Islam tanpa pikir panjang akan mengikutinya.” Yakni mengambil bulat-bulat psikologi Barat modern dan menerapkannya di dunia Islam.

Prof. Malik Badri lulus dari American University of Beirut tahun 1956, meraih doktor dari Universitas Leicester, Inggris 1961, dan mengantongi gelar profesor sejak 1971. Namanya tercatat sebagai Fellow dan Chartered Psychologist, British Psychological Society, anggota dewan pakar UNESCO, dan pendiri sekaligus presiden International Association of Muslim Psychologists. Kini ia tercatat sebagai pengajar di Universitas Islam Internasional Malaysia.

Baca Juga:Innalillahi….Ibu Mertua Ustadz Zaitun Rasmin Wafat

Di tengah beragam kesibukannya, pria asal Sudan kelahiran 16 Februari 1932 dan ayah tujuh anak ini, Senin (7/9) petang lalu menerima wartawan Islamia, Dr. Syamsuddin Arif, di kantornya, di kampus Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM) Gombak, Kuala Lumpur.

Dalam sebuah wawancara Prof Malik menyampaikan alasan yang melatarbelakangi keahliannya terjun ke bidang psikologi.

“Semula saya ingin kuliah bidang farmasi. Namun, setelah mengambil mata kuliah psikologi, minat saya berubah. Apalagi waktu itu – tahun 1950-an – psikologi sebagai disiplin tersendiri sama sekali belum dikenal,” ungkapnya.

Baca Juga:Innalillahi… Mantan Direktur LBH Makassar Abdul Muttalib Tutup Usia

Menurutnya psikologi sangat sedikit peminat dan pelajaran yang dipelajari di lembaga-lembaga pendidikan.

“Di negara-negara Arab ketika itu psikologi hanya diajarkan sebagai cabang dari ilmu pendidikan. Kemudian secara pribadi sebagai Muslim saya juga tertarik untuk memahami ajaran agama saya terutama yang berkaitan dengan sains modern. Saya pikir, orang Islam harus belajar psikologi agar bisa menanggulangi berbagai krisis sosial yang diimpor dari Barat. Dua hal itulah yang mendorong saya untuk menekuni psikologi,” terangnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Nelayan Togeo Bone Konvoi Perahu Bela Palestina, Dihadiri UBN dan Wakil Ketua DPD RI
MUI, Legislator dan FUIB Sulsel Tolak Konser Honne di Makassar!!
Kurir Langit Indonesia Salurkan Air Bersih Hasil Donasi dari Masyarakat Nusantara
UAS: Setiap Belanja Produk Israel akan Menjadi Peluru Pembantai Warga Palestina
Setop Genosida Gaza Menggema dalam Tiga Bahasa di Monas Jakarta
Ustaz Das’ad Latif Bersama Ribuan Massa di Monas Jakarta Serukan Boikot Produk Zionis Israel
Ayo, Ramaikan Aksi Selamatkan Palestina di Monas Jakarta Ahad Besok
H Ompo Tahir Apresiasi Pelaksanaan Dialog Tahfiz Gratis di Perumahan Ukhuwah UMI Makassar

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09