Soppeng, Pilarindonesia.com – Ratusan warga yang rumahnya terdampak longsor, di Dusun Teppoe, Desa Mattabulu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, telah dievakuasi, pada Ahad kemarin (22/12/2024).

Humas Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) Kabupaten Soppeng, Rudinan, mengatakan setelah dievakuasi dari lokasi longsor, para pengungsi berjalan kaki, kemudian diangkut menggunakan kendaraan ke posko induk yang berlokasi di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Soppeng.
“Tiba di posko, para warga langsung diperiksa kesehatannya. Di posko ini ada layanan kesehatan dan dapur umum,” ujarnya, Senin, 23 Desember 2024.
Longsor menimbun 10 rumah di Dusun Teppoe, Desa Mattabulu. Bencana alam itu bersamaan dengan terjangan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Soppeng dan beberapa daerah lainnya di Sulawesi Selatan, pada Sabtu lalu (21/12/2024).
Musibah longsor itu juga menyebabkan seorang warga bernama Mariam, meninggal dunia. Jenazahnya baru ditemukan pada Ahad kemarin.
Tak hanya itu, juga dilaporkan empat warga mengalami luka-luka, dua unit roda empat dan delapan roda dua tertimbun tanah.
Evakuasi baru bisa dilakukan keesokan harinya dikarenakan akses sulit untuk ditembus oleh tim BPBD lantaran banyaknya titik longsor di jalanan.
Menurut Rudinan, warga mulai trauma dan takut akan ancaman longsor susulan karena hujan rutin mengguyur wilayah dataran tinggi di Kabupaten Soppeng itu.
Pemerintah Kabupaten Soppeng telah menyiapkan tenda khusus untuk para warga.
“Namun mereka tetap disuruh memilih, mau tinggal di tenda pengungsian atau ke rumah keluarga,” jelas Rudinan.

Editor : Yusuf Al Fatih