Takut Longsor Susulan, Ratusan Warga Desa Mattabulu Diungsikan ke Kota Soppeng

- Penulis Berita

Senin, 23 Desember 2024 - 02:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Teppoe, Desa Mattabulu, bersiap-siap dievakuasi, pada Ahad (22/12/2024). Foto: Humas TRC BPBD Soppeng.

Warga Teppoe, Desa Mattabulu, bersiap-siap dievakuasi, pada Ahad (22/12/2024). Foto: Humas TRC BPBD Soppeng.

Soppeng, Pilarindonesia.com – Ratusan warga yang rumahnya terdampak longsor, di Dusun Teppoe, Desa Mattabulu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, telah dievakuasi, pada Ahad kemarin (22/12/2024).

Humas Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) Kabupaten Soppeng, Rudinan, mengatakan setelah dievakuasi dari lokasi longsor, para pengungsi berjalan kaki, kemudian diangkut menggunakan kendaraan ke posko induk yang berlokasi di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Soppeng.

“Tiba di posko, para warga langsung diperiksa kesehatannya. Di posko ini ada layanan kesehatan dan dapur umum,” ujarnya, Senin, 23 Desember 2024.

Longsor menimbun 10 rumah di Dusun Teppoe, Desa Mattabulu. Bencana alam itu bersamaan dengan terjangan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Soppeng dan beberapa daerah lainnya di Sulawesi Selatan, pada Sabtu lalu (21/12/2024).

Musibah longsor itu juga menyebabkan seorang warga bernama Mariam, meninggal dunia. Jenazahnya baru ditemukan pada Ahad kemarin.

Tak hanya itu, juga dilaporkan empat warga mengalami luka-luka, dua unit roda empat dan delapan roda dua tertimbun tanah.

Evakuasi baru bisa dilakukan keesokan harinya dikarenakan akses sulit untuk ditembus oleh tim BPBD lantaran banyaknya titik longsor di jalanan.

Menurut Rudinan, warga mulai trauma dan takut akan ancaman longsor susulan karena hujan rutin mengguyur wilayah dataran tinggi di Kabupaten Soppeng itu.

Pemerintah Kabupaten Soppeng telah menyiapkan tenda khusus untuk para warga.

“Namun mereka tetap disuruh memilih, mau tinggal di tenda pengungsian atau ke rumah keluarga,” jelas Rudinan.

Facebook Comments Box

Editor : Yusuf Al Fatih

Berita Terkait

Super Tani Berkontribusi Antisipasi Krisis Pangan Global dan Atasi Kelangkaan Pupuk 
Legislator Sultan Tajang Tinjau Lahan Persawahan Terdampak Banjir di Kabupaten Wajo
Banjir Soppeng, Satu Unit Rumah Warga di Desa Watu Hanyut
Hujan Terus Melanda Sulsel, Sejumlah Wilayah di Soppeng Terendam Banjir
Debit Air Sungai Walanae Meningkat, BPBD Soppeng Minta Warga Tak Beraktivitas di Sekitaran Sungai
Survei Kepuasaan Masyarakat Terhadap Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Soppeng Raih Predikat Baik
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
Exploring Bandung’s Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09