Pengurus NU se-Sulsel Tolak Wacana Musyawarah Luar Biasa

- Penulis Berita

Senin, 9 Desember 2024 - 23:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PBNU, Gus Yahya Cholis, hadir dalam acara Rapat Koordinasi, Konsolidasi dan Pembinaan PWNU dan PCNU se-Sulsel, di Hotel Karebosi Condontel, Kota Makassar, pada Jumat (6/12/2024).

Ketua Umum PBNU, Gus Yahya Cholis, hadir dalam acara Rapat Koordinasi, Konsolidasi dan Pembinaan PWNU dan PCNU se-Sulsel, di Hotel Karebosi Condontel, Kota Makassar, pada Jumat (6/12/2024).

Makassar, Pilarindonesia.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan menolak wacana muktamar luar biasa.

Ketua PWNU Sulsel, KH. Hamzah Harun Ar Rasyid, mengatakan wacana pelaksanaan muktamar luar biasa sebagai upaya merongrong dan memecah belah keutuhan NU.

Dia meminta agar upaya melemahkan NU melalui kegiatan itu mesti dihalau karena tidak sejalan dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan budaya organisasi yang berkembang di lingkungan NU.

“Sejarah telah mencatat bahwa setiap upaya percobaan untuk mengadakan MLB (musyawarah luar biasa) yang dilakukan oleh segelintir orang atau oknum, tidak pernah berhasil, karena tidak sejalan dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan budaya organisasi yang berkembang di lingkungan NU selama ini,” ujarnya melalui keterangan yang diterima Pilarindonesia.com, pada Senin malam (10/12/2024).

Hamzah menegaskan, seluruh elemen NU di Sulsel berkomitmen untuk bersama-sama mengembangkan jamaah NU yang solid dan koheren dan mendukung PBNU untuk terus melangkah, serta tetap istiqamah dalam membuat kebijakan strategis, karena itu merupakan wujud peningkatan khidmahnya kepada masyarakat, bangsa dan negara.

“Saya juga mengajak segenap elemen NU, baik struktural maupun kultural, untuk senantiasa berada dalam satu barisan yang solid bersama PBNU. Hal ini ditujukan untuk mewujudkan visi merawat jagat dan membangun peradaban sebagai wujud khidmah jam’iyah untuk kemaslahatan masyarakat, bangsa, negara, dan kemanusiaan secara universal,” terang Hamzah.

Adapun Sekretaris Umum PWNU Sulsel, H. Muh. Tonang, mengaku tak paham apa yang menjadi urgensi musyawarah luar biasa yang terus didorong oleh segelintir kelompok.

“PWNU dan PCNU Sulsel mengambil sikap tegas, menolak apapun upaya orang yang akan mengganggu integritas organisasi, termasuk mereka yang sekarang bicara soal MLB,” tegas Tonang, yang juga merupakan kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel.

Hadir Ketua Umum PBNU

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholis Staquf, hadir dalam acara Rapat Koordinasi, Konsolidasi dan Pembinaan PWNU dan PCNU se-Sulsel, Karebosi Condontel, Kota Makassar, pada Jumat (6/12/2024).

Dalam kesempatan itu, jajaran PW NU Sulsel juga menyampaikan sejumlah poin pernyataan:

  1. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Sulawesi Selatan mendukung segala kebijakan dan selalu bersinergi dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan.
  2. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Sulawesi Selatan tetap berikhtiar dan satu barisan besama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk mewujudkan visi “Merawat Jagat dan Membangun Peradaban” dalam mencapai kemaslahatan umat, bangsa dan negara.
  3. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Sulawesi Selatan mendukung agenda kerja pemerintah Republik Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan masyararakat yang adil dan sejahtera berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
  4. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Sulawesi Selatan bersama-sama menyatakan dengan tegas menolak muktamar luar biasa, dan menyatakan bahwa agenda tersebut adalah bentuk propaganda oleh segelintir oknum yang tidak bertanggungjawab yang hanya ingin memecah belah keutuhan Nahdlatul Ulama. Muktamar luar biasa tidak sejalan dengan nilai-nilai Ahlusunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah dan bertentangan dengan budaya organisasi yang berlaku dilingkungan Nahdlatul Ulama.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Nelayan Togeo Bone Konvoi Perahu Bela Palestina, Dihadiri UBN dan Wakil Ketua DPD RI
MUI, Legislator dan FUIB Sulsel Tolak Konser Honne di Makassar!!
UAS: Setiap Belanja Produk Israel akan Menjadi Peluru Pembantai Warga Palestina
Setop Genosida Gaza Menggema dalam Tiga Bahasa di Monas Jakarta
Ustaz Das’ad Latif Bersama Ribuan Massa di Monas Jakarta Serukan Boikot Produk Zionis Israel
Ayo, Ramaikan Aksi Selamatkan Palestina di Monas Jakarta Ahad Besok
H Ompo Tahir Apresiasi Pelaksanaan Dialog Tahfiz Gratis di Perumahan Ukhuwah UMI Makassar
Presiden Kurir Langit Indonesia Bersama Ulama dan Warga Sulsel Suarakan Pembebasan Palestina di Makassar

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09