Makassar, Pilarindonesia.com – Calon Wali Kota Makassar nomot urut 02, Andi Seto Gadhista Asapa, cukup gencar melakukan safari ke ormas Islam menjelang Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Makassar yang akan dihelat pada 27 November 2024 mendatang.

Sejumlah tokoh ormas Islam yang telah disambangi Andi Seto, di antaranya jajaran pengurus DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan dan DPD Makassar; DPP Wahdah Islamiyah; Mursyid Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf Al Makkasary, Habib Syekh Sayyid Abdul Rahim Assegaf Puang Makka, serta jajaran pengurus dan pengelola Pondok Pesantren Darul Dakwah wal Irsyad (Ponpes DDI) Gaselong Baru Makassar.
Pada setiap pertemuan dengan kalangan tokoh ormas, Andi Seto, yang merupakan mantan Bupati Sinjai, menjelaskan secara detail visi dan misi beserta program kerja yang akan dilakukan apabila diamanahkan sebagai Wali Kota Makassar.
Bagi putra mendiang Andi Rudiyanto Asapa itu, mengelola pemerintahan tidak sulit, karena telah ada pengalaman, dan komunikasinya dengan Presiden Prabowo Subianto sudah terbangun sejak lama.
“Jadi, insya Allah, saya tidak perlu lagi belajar banyak soal pengelolaan pemerintah, karena saya sudah pernah melakukan di Kabupaten Sinjai. Kemudian, koordinasi dengan pemerintah pusat akan mampu terjalin sinergi yang baik,” kata Andi Seto saat melakukan pertemuan silaturrahim dengan jajaran pengurus DPW dan DPD Hidayatullah di Pondok Pesantren Al Bayan Hidayatullah, BTP, Kota Makassar, belum lama ini.
Sebagai kader Gerindra, partai besutan Prabowo Subianto, Andi Seto menyebut dirinyalah yang sengaja ditunjuk dan didukung Prabowo Subianto untuk bertarung di Pilwalkot Kota Makassar.
Muhammad Iqbal Djalil atau yang akrab disapa Ustadz Ije, sosok yang membawa Andi Seto berwara-wiri ke kalangan ormas Islam, menyampaikan Andi Seto sebagai seorang politisi muda memiliki ide dan gagasan yang mampu disinergikan dengan agenda ormas Islam ke depan, terutama dalam program pendidikan dan dakwah Islamiyah.
Menurut ketua Yayasan Buq’atun Mubarakah Pondok Pesantren Darul Aman Gombara Makassar itu, komitmen keummatan Andi Seto telah dijalankan sewaktu menjabat sebagai Bupati Sinjai, seperti kepedulian dan perhatiannya terhadap kalangan pesantren dan ormas Islam di Kabupaten Sinjai dengan rutin memberikan bantuan dana hibah setiap tahunnya dan mendukung penuh program.
“Sehingga jika Andi Seto ditakdirkan menjadi Wali Kota Makassar, maka tentu banyak program keummatan yang bisa beliau lakukan dengan melibatkan komponen ormas Islam dan pondok pesantren yang ada di Kota Makassar,” terang Ustadz Ije, yang dikenal sebagai politisi keummatan.
Isyarat Dukungan Ormas Islam
Usai pertemuan di Pondok Pesantren Al Bayan Hidayatullah, BTP, Makassar, belum lama ini, Andi Seto mendapat isyarat dukungan.
Ketua DPW Hidayatullah Sulsel, Ustaz Nasri Bukhari, langsung dipakaikan rompi Keummatan Muda Sehati oleh Andi Seto, yang dilanjutkan dengan foto bersama antara Andi Seto, Ustadz Nasri dan Ustadz Ije.
Adapun di Wahdah Islamiyah, Andi Seto dua kali melakukan pertemuan. Pertemuan pertama bersama dengan Sekretaris Jenderal DPP Wahdah Islamiyah, Ustadz Syaibani Mujiono, dan Ketua Dewan Syura Wahdah Islamiya, Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil.
Selang beberapa hari kemudian, tepat pada Ahad, 17 November 2024 kemarin, giliran Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, yang menggelar pertemuan tertutup dengan Andi Seto, yang didampingi Ustadz Ije, anggota DPR RI Ashabul Kahfi (PAN), dan mantan Bupati Bantaeng yang kembali mencalonkan, Ilham Azikin (Gerindra) bersama pasangan calon Wakil Bupati Bantaeng, Nur Kanita Kahfi.