Pasca Musibah dan Dugaan Praktek Kesyirikan di Soppeng, MUI Sulsel Ingatkan Bahayanya

- Penulis Berita

Senin, 4 November 2024 - 06:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses evakuasi korban tertimpa pohon di Desa Mattabulu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Ahad (3/11/2024).

Proses evakuasi korban tertimpa pohon di Desa Mattabulu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Ahad (3/11/2024).

Makassar, Pilarindonesia.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan menanggapi dugaan praktek kesyirikan yang dilakukan sekelompok warga sebelum terjadi musibah pohon tumbang yang menyebabkan sembilan orang meninggal dunia, di Desa Mattabulu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, pada Ahad (3/11/2024) kemarin.

Bahkan, Dr. KH. Nasrullah Sapa, Lc., MM., salah satu anggota Komisi Fatwa MUI Sulsel, langsung memberikan peringatan keras akan bahaya dosa syirik atau menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dia menilai, jatuhnya korban dalam ritual kesyirikan menjadi pengingat tentang pentingnya memahami prinsip tauhid dalam Islam.

“Dalam ajaran Islam, meminta berkah, perlindungan, atau pertolongan pada selain Allah, termasuk melalui kuburan atau leluhur, adalah bentuk syirik,” kata Ustadz Nasrullah saat ditemui di Kota Makassar, Senin, 4 November 2024.

Dia kemudian mengutip firman Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam surat Al-Fatihah ayat 5, yang artinya; hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.

”Larangan ini pun didukung oleh hadist Nabi yang menegaskan; jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Hadist riwayat Imam Tirmidzi,” terang dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar itu.

Ustadz Nasrullah menyampaiakan perkataan ulama bahwasanya syirik adalah dosa besar yang merusak aqidah dan dapat menyebabkan kehancuran.

“Ritual seperti di Desa Mattabulu, yang melibatkan persembahan atau permohonan kepada entitas selain Allah, berisiko membahayakan diri serta merusak aqidah umat. Peristiwa ini hendaknya menjadi pelajaran agar kita kembali kepada ajaran tauhid yang murni, dan meninggalkan praktek-praktek yang dapat menjerumuskan dalam kesyirikan,” jelas pria kelahiran Kabupaten Soppeng tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Soppeng, korban datang ke lokasi situs Pettabulue, Desa Mattabulu, pada Ahad kemarin, berwisata sambil membawa makanan sesajen dengan maksud membayar nazar setelah hajatan. Tiba-tiba hujan disertai angin kencang melanda. Bahkan, kesaksian dari kalangan korban, sempat terdengar suara petir, dan seketika menyambar pohon tempat mereka menggelar ritual. Akibatnya, beberapa tangkai pohon besar jatuh dan menimpa para korban. Kejadian ini menewaskan 9 orang wisatawan, dan 8 orang lainnya luka-luka.

Berita Terkait

Gelar Ritual Sesajen di Situs Pettabulue, 9 Warga Soppeng Meningga Tertimpa Pohon

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Nelayan Togeo Bone Konvoi Perahu Bela Palestina, Dihadiri UBN dan Wakil Ketua DPD RI
MUI, Legislator dan FUIB Sulsel Tolak Konser Honne di Makassar!!
UAS: Setiap Belanja Produk Israel akan Menjadi Peluru Pembantai Warga Palestina
Setop Genosida Gaza Menggema dalam Tiga Bahasa di Monas Jakarta
Ustaz Das’ad Latif Bersama Ribuan Massa di Monas Jakarta Serukan Boikot Produk Zionis Israel
Ayo, Ramaikan Aksi Selamatkan Palestina di Monas Jakarta Ahad Besok
H Ompo Tahir Apresiasi Pelaksanaan Dialog Tahfiz Gratis di Perumahan Ukhuwah UMI Makassar
Presiden Kurir Langit Indonesia Bersama Ulama dan Warga Sulsel Suarakan Pembebasan Palestina di Makassar

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09