Sekum Muhammadiyah Tolak Tawaran Masuk Kabinet Indonesia Maju

- Penulis Berita

Rabu, 23 Desember 2020 - 05:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Abdul Mu'ti, M.Ed./ Foto:Internet

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Abdul Mu'ti, M.Ed./ Foto:Internet

Jakarta, Pilarindonesia.com – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Abdul Mu’ti menolak tawaran bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju sebagai Wakil Menteri (Wamen) mendampingi Mendikbud, Nadiem Makarim.

Hal ini diungkapkan Mu’ti secara terbuka lewat akun media sosial miliknya pada Rabu (23/12/20).

“Setelah melalui berbagai pertimbangan, saya memutuskan untuk tidak bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju dalam jabatan Wakil Menteri,” tulis Mu’ti di laman Facebook miliknya.

Mu’ti merasa tidak mampu mengemban amanah sebagai Wamen Kemendikbud.

Ia menyadari dirinya tak tepat untuk mengemban jabatan tersebut.

Kendati demikian, Mu’ti mengaku sempat mengungkapkan kesediaannya saat dihubungi lewat sambungan telepon oleh Mensesneg dan Mendikbud.

“Awalnya, ketika dihubungi oleh Pak Mensesneg dan Mas Mendikbud, saya menyatakan bersedia bergabung jika diberi amanah,” ujarnya.

“Tetapi, setelah mengukur diri, saya berubah pikiran. Semoga ini adalah pilihan yang terbaik,” tutup Mu’ti kemudian.

Presiden Joko Widodo telah mengumumkan enam menteri baru untuk menduduki posisi Kabinet Indonesia Maju.

Total ada 6 menteri baru Presiden Jokowi dalam reshuffle pertama Kabinet Indonesia Maju.

Berikut ini nama-nama menteri baru Jokowi yang dikenalkan:

Menteri Sosial, Tri Rismaharini

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno

Menteri Perdagangan, M. Lutfhi

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin

Laporan: Arief D Hasibuan (Pilarindonesia.com Biro Jakarta)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Persatuan Ulama dan Umat Islam Dorong Presiden Prabowo Ambil Langkah Tegas Hentikan Kekejaman Israel di Palestina
Kuasai 3 Langkah ini, Indonesia Berpotensi Pimpin Pembebasan Baitul Maqdis Palestina
Dipolisikan Dugaan Penghasutan Isu Ijazah Palsu Jokowi, Rizal Fadillah Cs Siap Bertarung Secara Hukum
MUI Sulsel Ikut Serukan Jihad Melawan Penjajah Israel
MUI Dukung Fatwa Jihad Ulama Dunia Melawan Israel
Bahasa dan Sastra Daerah Sebagai Identitas Budaya: Seminar Bahasa UNM Taraf Nasional
Pertahankan Eksistensi Bahasa Ibu, Pemerhati Bahasa Mengadakan Seminar Nasional
Ditolak Ormas Islam Sulteng, Pengobatan Massal Peter Youngren Batal Digelar di Lapangan Terbuka

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09