Tingkatkan Imunitas Hadapi Corona, Pesantren Ustadz Fadlan Garamatan Perkenalkan Terapi Woukouf

- Penulis Berita

Rabu, 20 Januari 2021 - 09:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pondok Pesantren Nuu Waar Perkenalkan Terapi Woukouf. (Istimewa)

Pondok Pesantren Nuu Waar Perkenalkan Terapi Woukouf. (Istimewa)

Bekasi, Pilarindonesia.com – Masa pandemi virus Corona (Covid-19) yang hingga saat ini belum menunjukan tanda-tanda akan berakhir. Akhirnya, mendorong masyarakat untuk berupaya meningkatkan imunitas. Salah satu cara yang diyakini ialah dengan meningkatkan imunitas menggunakan terapi woukouf.

Terapi ini diperkenalkan oleh Ustadz Fadlan Rabbani Garamatan, pendakwah asal Papua yang dikenal dengan julukan “Ustaz Sabun Mandi”. Ia mengatakan, bahwa terapi woukouf sudah dikenal di tanah Papua sejak abad 12.

“Terapi ini, terapi raja-raja Papua abad 12. Sampai sekarang masih dilakukan,” kata Ustaz Fadlan di Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN), dalam keterangannya, pada Rabu 20 Januari 2021.

Ustadz Fadlan, menjelaskan, woukouf berarti memanaskan tubuh dengan uap panas yang diramu dengan rebusan 75 macam rempah yang didatangkan dari Papua. Penguapan dilakukan di bilik-bilik bambu yang sudah disiapkan beberapa kursi.

“Praktek terapi woukouf ini dilakukan di Pesantren Nuu Waar AFKN setiap Sabtu dan Ahad pagi. Jika peserta membludak, akan ditambah dengan hari Selasa dan Rabu,” katanya

Ustaz Fadlan juga mengaku, masyarakat sangat antusias untuk mengikuti terapi woukouf. Hal itu dikatakan saat menyaksikan sejumlah orang yang mengikuti terapi tersebut.

“Meski awan mendung melingkupi wilayah Bekasi, namun tak menyurutkan langkah masyarakat untuk terapi woukouf, pagi tadi, sekira 30 orang terlihat duduk dan antri di sebuah aula Pesantren Nuu Waar AFKN. Mereka diantaranya pekerja media, purnawirawan TNI, ustaz, dan tokoh masyarakat,” katanya

Pada tahapan pertama, lanjut Ustadz Fadlan, peserta secara bergilir diterapi pukul tubuh dengan kayu. Bagian tubuh yang dipukul adalah punggung, paha, dan betis. Tahapan terapi ini untuk merangsang lancarnya peredaran darah.

“Selesai tahapan ini, peserta diberi minum ramuan kayu ular asli Fakfak dan qusthul hindi. Ramuan ini pahit di lidah,” paparnya

Kemudian, peserta menuju bilik-bilik bambu. Sebelum masuk ke bilik yang berkapasitas sekira 15 orang, Ustaz Fadlan memberikan pengarahan kepada peserta,” sambungnya.

Saat pengarahan selesai, para peserta masuk ke dalam bilik lalu duduk mengelilingi panci besar yang berisi rebusan 75 rempah Papua.

“Bacaan Alquran, takbir, serta shalawat mengiringi proses penguapan. Para peserta diminta membuka mata dan menghirup dalam-dalam kepulan asap ramuan. Proses penguapan di dalam bilik berlangsung selama 33 menit,” tuturnya.

“Lama nya terapi 33 menit, dari sebelumnya 17 menit. Diperpanjang agar ramuan masuk ke tubuh secara maksimal,” jelas Ustaz Fadlan.

Ades Satria Sugestian, warga Depok, Jawa Barat merasakan manfaat dari terapi woukouf. Meski baru pertama kali, Ades berencana akan mengikuti terapi ini secara rutin.

“Insyaallah mau rutin. Otot dan saraf yang tegang, Alhamdulillah jadi rileks. Keringat juga deras banget bercucuran. Bisa membakar lemak dan kolesterol juga,” kata Ades seusai menjalani terapi.

Lanjut, Ustaz Fadlan mengatakan, selain meningkatkan imunitas, terapi woukouf berkhasiat untuk mengobati darah tinggi, kolesterol, stroke.

“Bahkan ada beberapa peserta yang positif Covid ikuti terapi ini. Alhamdulillah dengan izin Allah sembuh dari Covid,” ujar pendakwah yang dikenal sebagai Ustadz yang kerap mensosialisasikan kepada masyarakat Papua mandi menggunakan sabun itu.

Adapun soal tarif terapi, Ustaz Fadlan tak mematok. Namun, jika masyarakat membayar, dialihkan untuk pembangunan masjid dan sarana Pesantren Nuu Waar AFKN.

“Kalau kita memasang tarif, kasihan saudara-saudara kita. Bayar hanya dengan shalawat kita terima, dengan syahadat kita terima. Ini bagian bakti pesantren AFKN untuk masyarakat,” ujar Ustaz Fadlan

Hingga berita ini dirilis, tercatat sudah 7000 orang yang mengikuti terapi woukouf. Bagi masyarakat yang ingin terapi, maka harus mendaftar dua pekan sebelumnya.

“Siapa pun boleh datang. Mau Islam, mau bukan Islam, silakan. Kita melayani semua orang. Daftar dua pekan sebelumnya, karena kita siapkan rempah-rempah,” jelas Ustaz Fadlan.*

Facebook Comments Box

Berita Terkait

UNIMUDA Sorong Gelar Pelatihan Pencatatan Keuangan & Pemasaran Produk UMKM di Warmon PBD
Achmad Faiz Wakili Ponpes Modern Kurir Langit Barru Ikuti Pertandingan Panahan Tradisional SMP-SMA se-Sulsel di Makassar
KKN-PK Bonto Salluang Sosialisasi “Generasi Cerdas, Tunda Pernikahan Dini Anak”
KKN-PK 67 Bonto Salluang Perkenalkan CERDIK: Cegah Rabies, Disiplin, Kenali Risiko
Hadapi Musim Pancaroba dan Krisis Iklim, Greenpress Tekankan Mitigasi Berbasis Ekosistem
WIZ Luncurkan Rumah Sehat Berdaya, Layanan Kesehatan Berbasis Alami Nabawi
Pesan Dokter Buat Ayah-Bunda yang Mondokin Anak di Pesantren
Sayur Gratis, WIZ Kolaborasi Masjid Darul Hikmah: Masjid Berdaya Umat Berjaya

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 00:03

Kampung Qur’an Makassar Rutin Gelar Majelis Perbaikan Bacaan di Masjid Wihdatul Ummah

Selasa, 20 Januari 2026 - 03:42

Akhiri Safari Dakwah, Penulis Buku Ensiklopedia Ruqyah Asal Yordania Memberikan Nasihat Berharga kepada Kalangan Peruqyah di Makassar

Jumat, 10 Oktober 2025 - 22:52

Peresmian Masjid Umar Al-Faruq Milik RJA Dihadiri Wali Kota Makassar dan Imam Masjid dari Jeddah

Kamis, 18 September 2025 - 04:20

General Lecture Psikologi Islam & Psikologi ESQ Bersama Fatimah Abdullah & Ary Ginanjar: Jejak Pemikiran Prof. Malik Badri Menembus Zaman

Selasa, 19 Agustus 2025 - 12:09

Dewan Da’wah Pusat Kembali Terjunkan Da’i ke Sejumlah Wilayah Pelosok di Sulawesi Selatan

Minggu, 20 Juli 2025 - 22:09

MPLS SMP IT Wahdah Islamiyah Makassar, dari Grogi jadi Happy

Minggu, 20 Juli 2025 - 07:22

Ikatan Keluarga Darul Huffadh Cabang Makassar Gelar MHQ di Asrama Haji Sudiang

Selasa, 15 Juli 2025 - 00:20

Antara Masjid Nabi dan Masjid Modern Kaum Muslimin Sekarang

Berita Terbaru