Konsolidasi Nasional Wahdah Peduli, Begini Pesan Ustadz Zaitun Rasmin dan Masukan BNPB

- Penulis Berita

Sabtu, 20 Maret 2021 - 22:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, Pilarindonesia.com – Wahdah Peduli Pusat menyelenggarakan Konsolidasi Nasional Wahdah Peduli secara virtual, Sabtu (20/3/2021).

Mengangkat tema “Mewujudkan Soliditas dan Profesionalisme dalam Kesiapsiagaan Bencana”, konsolidasi nasional ini dihadiri sekitar 290 peserta yang merupakan anggota Wahdah Peduli wilayah dan daerah se-Indonesia.

Ketua Wahdah Peduli Ustadz Muhammad Musri.

Ketua Wahdah Peduli, Ustadz Muhammad Musri, mengatakan dalam sambutannya, tugas utama Wahdah Peduli adalah sebagai perwajahan organisasi dalam penanggulangan bencana.

Dia menyampaikan, visi dari Wahdah Peduli adalah menjadi organisasi kemanusiaan yang kredibel dan mendunia dalam mewujudkan masyarakat yang bermartabat.

“Sejak terbentuk, alhamdulillah Wahdah Peduli telah turun di beberapa bencana nasional,” tutur Ustadz Musri.

Ketua Umum Wahdah Islamiyah, DR KH Muhammad Zaitun Rasmin.
Ketua Umum Wahdah Islamiyah, DR KH Muhammad Zaitun Rasmin.

Dalam acara itu, hadir sebagai pembicara, masing-masing Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dra Eny Supartini, dan Ketua Umum Wahdah Islamiyah DR KH Muhammad Zaitun Rasmin.

Dalam materinya yang berjudul “Penguatan dan Pembinaan Relawan Penanggulangan Bencana”, Eny memulai tentang informasi bencana Indonesia sepanjang 2021.

Dia memaparkan, hingga 17 Maret 2021 total bencana di Indonesia berjumlah 839.

Eny berharap informasi tersebut diharapkan akan men-trigger Wahdah Peduli agar lebih responsif bersama pemerintah.

Setelah itu, dia memaparkan tentang Panca Dharma Relawan Penanggulangan Bencana (PB), yang meliputi keahlian relawan, pembinaan Relawan PB, peran Relawan PB saat tidak terjadi bencana – pra-bencana – saat tanggap darurat bencana, Desk Relawan, dan informasi bencana tanah longsor Sumedang – banjir Kalimantan Selatan – Gempa Sulawesi Barat.

Materi kemudian dilanjutkan dengan penguatan oleh Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin. Dalam materinya Ustadz Zaitun menyampaikan, Wahdah Islamiyah menginginkan semua pengurus dan relawan Wahdah Peduli bisa memandang ke depan bahwa Relawan Wahdah Peduli bukan hanya ingin membantu orang lain di sekitarnya, tapi juga dapat membantu antar Provinsi dan berbagai daerah pelosok di Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri.

“Relawan-relawan Wahdah Peduli sesungguhnya melakukan tugas yang sangat penting, bukan hanya secara langsung membantu korban, tapi juga menjadi jembatan dakwah,” papar Ustadz Zaitun.

Dia juga mengamanahkan kepada seluruh relawan agar memaksimalkan kemampuan dengan pelatihan-pelatihan, baik secara keleembagaan maupun secara pribadi.

Terakhir, Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI ini berpesan, ukhuwah dan sinergitas dalam kegiatan kebencanaan harus dibangun, baik sebelum maupun setelah terjadi bencana.

Selain dua materi penguatan, dalam konsolidasi nasional ini juga disosialisasikan SOP kebencanan Wahdah Peduli, launching aplikasi Wahdah Responsif, dan konsultasi anggota Wahdah Peduli se Indonesia kepada Pimpinan Wahdah Peduli Pusat.

Laporan: Rustam Hafid, Wahdah Islamiyah

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kampung Qur’an Makassar Rutin Gelar Majelis Perbaikan Bacaan di Masjid Wihdatul Ummah
Jelang Ramadhan 1447 H, Ormas MAKRAM-Masjid Muh. Cheng Hoo Sulsel Berkolaborasi Lahirkan Da’i dan Imam Berkualitas
Akhiri Safari Dakwah, Penulis Buku Ensiklopedia Ruqyah Asal Yordania Memberikan Nasihat Berharga kepada Kalangan Peruqyah di Makassar
UNIMUDA Sorong Gelar Pelatihan Pencatatan Keuangan & Pemasaran Produk UMKM di Warmon PBD
Peresmian Masjid Umar Al-Faruq Milik RJA Dihadiri Wali Kota Makassar dan Imam Masjid dari Jeddah
General Lecture Psikologi Islam & Psikologi ESQ Bersama Fatimah Abdullah & Ary Ginanjar: Jejak Pemikiran Prof. Malik Badri Menembus Zaman
Dewan Da’wah Pusat Kembali Terjunkan Da’i ke Sejumlah Wilayah Pelosok di Sulawesi Selatan
Achmad Faiz Wakili Ponpes Modern Kurir Langit Barru Ikuti Pertandingan Panahan Tradisional SMP-SMA se-Sulsel di Makassar

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 00:03

Kampung Qur’an Makassar Rutin Gelar Majelis Perbaikan Bacaan di Masjid Wihdatul Ummah

Selasa, 20 Januari 2026 - 03:42

Akhiri Safari Dakwah, Penulis Buku Ensiklopedia Ruqyah Asal Yordania Memberikan Nasihat Berharga kepada Kalangan Peruqyah di Makassar

Jumat, 10 Oktober 2025 - 22:52

Peresmian Masjid Umar Al-Faruq Milik RJA Dihadiri Wali Kota Makassar dan Imam Masjid dari Jeddah

Kamis, 18 September 2025 - 04:20

General Lecture Psikologi Islam & Psikologi ESQ Bersama Fatimah Abdullah & Ary Ginanjar: Jejak Pemikiran Prof. Malik Badri Menembus Zaman

Selasa, 19 Agustus 2025 - 12:09

Dewan Da’wah Pusat Kembali Terjunkan Da’i ke Sejumlah Wilayah Pelosok di Sulawesi Selatan

Minggu, 20 Juli 2025 - 22:09

MPLS SMP IT Wahdah Islamiyah Makassar, dari Grogi jadi Happy

Minggu, 20 Juli 2025 - 07:22

Ikatan Keluarga Darul Huffadh Cabang Makassar Gelar MHQ di Asrama Haji Sudiang

Selasa, 15 Juli 2025 - 00:20

Antara Masjid Nabi dan Masjid Modern Kaum Muslimin Sekarang

Berita Terbaru