Innalillahi… Satu Lagi Dokter Gugur di Makassar Sebagai Pahlawan Kemanusiaan Covid-19

- Penulis Berita

Rabu, 6 Januari 2021 - 14:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua IDI Kota Makassar, Dr dr Siswanto Wahab Sp.KK. (Istimewa).

Ketua IDI Kota Makassar, Dr dr Siswanto Wahab Sp.KK. (Istimewa).

Makassar, Pilarindonesia.comkatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar menyambut awal 2021 ini, dengan duka mendalam. Pasalnya, mereka kembali harus kehilangan salah satu dokter terbaiknya gugur sebagai pahlawan kemanusiaan Covid-19 pada Rabu 6 Januari 2021.

Kabar ini, disampaikan ketua IDI Kota Makassar DR dr Siswanto Wahab Sp.KK didampingi Humas IDI Kota Makassar, dr Wachyudi Muchsin SH, dalam rilisnya

“Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, telah berpulang ke Rahmatullah senior , guru dan rekan sejawat kami Prof dr. NurAeny Malawat, SpKJ, di RS WS. Semoga Allah ampuni dosa-dosa beliau, di terima amal beliau, dan menempatkan beliau disisi-Nya. Amiin,” ujar Siswanto dalam keterangannya.

Anto sapaan akrab Siswanto menerangkan, bahwa jelang akhir tahun ada tiga dokter di Makassar yang meninggal dunia, sehingga total keseluruhan untuk saat ini ada sepuluh dokter Makassar yang gugur, berjuang digarda terdepan melawan Covid-19.

“Keluarga besar IDI Kota Makassar kembali berduka, tiga dokter anggota IDI Makassar meninggal sebagai pahlawan kemanusiaan Covid-19, yakni Dr Leonard Hasudungan , Dr Robert Vincentius Philips dan Dr Nasriyadi Nasir Kabar duka ini menambah deratan dokter anggota IDI Makassar gugur sebagai pahlawan kemanusian Covid-19,” kata Dokter Anto jelang akhir tahun 2020 lalu.

Dengan banyaknya dokter yang gugur, kata Dokter Anto, harusnya makin menyadarkan masyarakat agar jangan menganggap remeh pandemi Covid-19 yang saat ini tingkat penyebarannya lebih massif akibat Klaster Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) dan Klaster Liburan akhir tahun dari awal penyebaran virus corona.

“Untuk itu, IDI Kota Makassar mengimbau agar tetap waspada serta disiplin protokol kesehatan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), sebab Makassar masuk zona merah, sehingga kebijakan pelonggaran aktivitas bisnis, perkantoran, sosial, dan pendidikan perlu diketatkan kembali. Dengan mematuhi 3 M itu, upaya yang paling efektif dan efisien bisa kita lakukan dalam menekan laju Covid-19,” tuturnya

Saat ini, lanjut dr Anto, tingkat penularan Covid-19 kembali melonjak dan jumlah pasien yang membutuhkan perawatan juga semakin banyak. Belum lagi adanya varian baru virus corona atau SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris lebih menular.

Kendati begitu, menurut dr Anto, penularan varian baru virus corona B117 ini, bisa mencapai 70 persen lebih berbahaya.

”Okupansi ruang isolasi di Makassar sudah di atas 85 persen dan ICU (unit perawatan intensif) di atas 80 persen. Daerah-daerah lain juga sama saja, pasien terus bertambah ‘penularannya tinggi’,” sebutnya.

Lebih jauh, dr Anto menambahkan, tingginya penularan Covid-19 di Indonesia juga bisa dilihat dari data awal tahun kembali pecahkan rekor positivity rate capai 29,5 persen. Dari data harian positivity rate, kata dokter Anto, Indonesia sudah lima kali jauh lebih tinggi dari ambang maksimal yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5 persen.

“Penularan Covid-19 dikhawatirkan bakal semakin meningkat pasca liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Oleh karena itu, IDI Kota Makassar mendukung pemerintah untuk pengetatan protokol kesehatan hingga kurva positif Covid-19 menurun,” terang dr Anto.

Untuk diketahui, Dari data harian positivity rate, kasus aktif di Indonesia juga terus meningkat secara signifikan akibat dampak dari klaster Pilkada 2020. Sejak September 2020 lalu, IDI Makassar sudah mengingatkan bahayanya, terbukti saat ini kenaikan melonjak tajam selama Desember 2020 dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya terbukti dimana sejak memasuki 2021, Sulawesi Selatan hari demi hari terus cetak rekor diantara rekor yang tertular virus Covid-19.

Dari data tersebut disebutkan, pada 1 Januari 2021 sebanyak 550 kasus, 2 Januari 2021 berjumlah 590 kasus, 3 Januari 2021 dengan 595 kasus, 4 Januari 2021 sebanyak 510 kasus , 5 Januari 639 kasus dan 6 Januari 463 kasus dimana makassar sebagai pusat episentrumnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Achmad Faiz Wakili Ponpes Modern Kurir Langit Barru Ikuti Pertandingan Panahan Tradisional SMP-SMA se-Sulsel di Makassar
Otonomi Khusus, Negara Bagian, atau Jawa Barat Merdeka?
POROZ-Wahdah Islamiyah Pererat Strategi Kolaborasi
UKM Olahraga FIKK UNM Gelar Turnamen Nasional Tenis Meja di Mal Nipah
Realisasi RKAT IZI Telah Sesuai dengan Norma Kepatuhan Syariah
Imam Shamsi Ali Tanggapi Rencana Pertemuan Gereja Toraja di Asrama Haji Makassar
DPRD Bone: Pos Alokasi Anggaran Media Cukup Satu Pintu!
Lewat Perda Kepemudaan, Anwar Faruq Ingatkan Pemuda sebagai Regenerasi Kepemimpinan

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:23

Akan Pentas: Pengenalan Program Pertunjukan Teater Anak Ri OLo Ri Boko

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:35

Diskusi di Hari Kemerdekaan, Pesantren Gratis Ingin Merdeka dari Open Donasi, Ini Salah Satu Solusinya

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:31

Rektor Kampus Asal Malaysia ini Kunjungi Ponpes Darul Aman Gombara Makassar

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:19

WIZ Salurkan Donasi Beras kepada Santri Ponpes Qur’an Baitul Maqdis di Makassar

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:37

Serunya MPLS di TK IT Wahdah Islamiyah, Mulai dari Saling Kenalan Hingga Shalat Berjamaah

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:29

Mahasiswa FK Unhas Hadirkan Inovasi Peternakan Cerdas di Maros, Kolaborasi Teknologi dan Harapan dari Desa

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:25

Wartawan Berpengalaman Latih Guru-guru Sekolah Wahdah Islamiyah di Makassar Menulis Berita

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:48

Yayasan Insan Hafidz Madani Kuttab Nurul Wahyain Bantah Keluarkan Siswa Hanya karena Persoalan Pembayaran

Berita Terbaru

Opini

Bone Adalah Pusat Peradaban Bangsa Bugis

Rabu, 20 Agu 2025 - 05:09