Makassar, Pilarindonesia.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Makassar tengah menyeleksi 10 orang bakal calon Wali Kota Makassar yang akan bertarung di Pilkada Kota Makassar pada 27 November 2024.

Dua di antaranya adalah kader andalan PKS, yakni Amri Arsyid, yang saat ini menjabat sebagai ketua DPW PKS Sulsel, dan Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah PKS Sulsel, Sri Rahmi.
Delapan kandidat lainnya, masing-masing Ahmad Susanto, Andi Seto Asapa, Indira Yusuf Ismail, Rahman Pina, Munafri Arifuddin, Irwan Adnan, Abd Rahman Bando dan H. Najamuddin.
“Semuanya sudah mendaftar di PKS, dan sekarang ini kita dalam proses penjaringan. Jadi, insya Allah, mereka ini menurut kami adalah pada tokoh yang memang punya potensi membangun masyarakat. Kita ingin memberikan pilihan kepada masyarakat, mana yang terbaik. Nanti kita coba lakukan seleksi, ” kata Muhammad Shafir Gora, ST., salah seorang pengurus Dewan Pimpinan Tingkat Daerah PKS Makassar, dalam acara diskusi politik, yang digelar redaksi Pilarindonesia.com bekerjasama dengan Ormas Majelis Kebangsaan Rahmatan Lil ‘Alim (MAKRAM) Sulsel, di Warkop Kolaborasi, Jalan Cendrawasih, Kota Makassar, Kamis sore (27/6/2024).
Dia menyebut, salah satu alasan kenapa PKS sampai membuka pendaftaran terbuka dikarenakan ingin mengetahui lebih lengkap seperti apa ide dan gagasan dari para kandidat itu dalam rangka membangun Kota Makassar serta keberpihakannya terhadap agenda keummatan.
Menurut Muhammad Shafir, di dalam momentum penjaringan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar ini, PKS menjadi saringan dari agenda keummatan yang diemban ormas Islam.
“Makanya, keinginan ormas Islam itu juga kita sampaikan ke seluruh kandidat. Kalau pun kemudian terjadi perbedaan pilihan, yang jelasnya, kita sudah titipkan agenda keummatan itu untuk nanti dijadikan program kerja ketika terpilih,” terangnya.
Diskusi Politik bertema “Pilkada Makassar, Adakah Perwakilan Keummatan?” itu juga menghadirkan mantan anggota DPRD Makassar dua periode, Muhammad Iqbal Djalil, Lc; Ketua MAKRAM Sulsel, H. Ompo Tahir, SE., pengamat pendidikan politik dari Universitas Negeri Makassar, Dr. Yasdin Yasir, dan dimoderatori Pemimpin Redaksi Media Online Pilarindonesia.com, Irfan Abdul Gani.
Sejumlah aktivis dan pimpinan ormas Islam turut memberikan pandangan dan tanggapan dalam diskusi yang berakhir sebelum memasuki waktu shalat Magrib tersebut.